Ujian Akhir Semester
Juli-Desember 2020
Matakuliah : Landasan Ilmiah Ilmu Pendididikan
Dosen : Prof. Dr. Azwar Ananda,MA
Waktu :
120 menit.
Sifat :
Open Books
Mahasiswa :
Yanti Elfika Desti
Jurusan :
Pascasarjana Pendidikan Biologi
NIM :
18177038
Petunjuk: Jawablah 9 dari 11 soal di bawah ini dengan
baik dan benar. Kalau ada jawaban yang sama dengan orang lain maka saudara
dianggap tidak mengikuti UAS.
I. Amy Gutmann dalam bukunya
Democratic Education menguraikan dengan sangat jelas bagaimna praktek pendidikan
yang demokrasi yang bagi Amy Gutmann berujung pada lahirnya School Based
Manajemen atau manajemen berbasis sekolah:
a. Uraikan denga jelas tiga teori
yang dikemukakan Amy Gutmann dalam menganalisis pemegang otoritas pendididikan
di suatu negara.
Jawab:
Amy Guttman telah menguji dan
menolak tiga teori yang popular dan memiliki filosofis yang kuat. Teori – teori
tersebut adalah :
a. The family state theory
Teori ini mengatakan bahwa
otoritas pendidikan berada ditangan Negara.
b. The state family theory
Teori ini menempatkan
otoritas pendidikan secara eksklusif berada ditangan orang tua, tidak
didasarkan pada asumsi bahwa orang tua mempunyai hak azasi untuk menentukan
otoritas sehingga tercapai kesejahteraan untuk anak – anak mereka.
c. The state of individual theory
Teori
ini menolak untuk meletakkan otoritas pendidikan ditangan siapapun tanpa
jaminan bahwa pilihan-pilihan anak-anak tidak akan dirugikan, sesuai dengan
cara hidup dan tidak bertentangan dengan orang lain.
Cara
Amy Gutmann dalam menganalisis pemegang otoritas pendididikan di suatu
negarasebagai berikut
Jika
suatu Negara yang menerapkan demokrasi pendidikan tidak menjamin kebaikan
berdasarkan ilmu pengetahuan atau otonomi keluarga atau kenetralan dalam
pandangan hidup,apa gunanya pendapat dalam berbagi otoritas pendidikan?
Pembagian otoritas pendidikan antara warga Negara, orang tua dan tenaga
pendidik professional mendukung nilai inti dari demokrasi. Conscious social
reproduction dalam demokrasi adalah bentuk yang sangat inklusif. Tidak seperti
teori family state, democratic state mengenalkan nilai pendidikan orang tua
dalam mengabadikan konsep hidup yang baik. Tidak seperti teori state of family,
democratic state mengenalkan nilai otoritas professional yang memungkinkan anak
anak untuk menghargai dan untuk mengevaluasi pandangan hidup selain dari yang
diberikan oleh keluarga mereka. Tidak seperti teori state of individual,
democratic state mengenalkan nilai pendidikan politik dalam mempengaruhi
anak-anak dalam menerima pandangan hidup yang konsisten dengan membagi hak dan
kewajiban warga Negara dalam masyarakat demokrasi.
b. Democratic education menurut
Amy Gutmann melahirkan School Based Mangement (SBM). jelaskan konsep dasar dari
SBM dan apa batasan yang harus dipatuhi.
Jawab:
Konsep dasar dari SBM adalah otonomi
luas pada tingkat sekolah, Otonomi diberikan agar sekolah leluasa mengelola
sumber daya dan sumber dana sesuai dengan kebutuhannya. Pada sistem SBM, sekolah secara
mandiri menggali, mengalokasikan, menentukan prioritas, mengendalikan dan
mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat atau
pemerintah.
Batasan yang yang harus
dipatuhi oleh SBM:
1. SBM harus mendapat dukungan staf sekolah.
2.
SBM lebih mungkin berhasil jika diterapkan secara bertahap.
Kemungkinan
diperlukan lima tahun atau lebih untuk menerapkan MBS secara berhasil.
3.
Staf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya, pada
saat yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran
komunikasi yang baru.
4.
Harus disediakan dukungan anggaran untuk pelatihan dan penyediaan waktu bagi
staf untuk bertemu secara teratur.
5.
Pemerintah pusat dan daerah harus mendelegasikan wewenang kepada kepala
sekolah, dan kepala sekolah selanjutnya berbagi kewenangan ini dengan para guru
dan orang tua murid.
II. Manusia adalah makhluk unik yang disebut juga makhluk
monodualis yaitu manusia yang memiliki potensi jasmaniah dan potensi rohaniah
yang harus dikembangkan melalui pendidikan:
- Jelaskan bagaimana rekonstruksi kurikulum yang sesuai
dengan hakekat manusia sehingga tercipta manusia Indonesia yang paripurna
dimasa depan (Sesuai dengan UU No.20/2003).
Jawab:
Berdasarkan
undang-undang Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab I, bahwa pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara.
Pendidikan
ada 2 formal dan informal. Pendidikan formal diatur atau dikendalikan
kurikulum.Menurut Tilaar (2000 : 16) ada tiga hal yang perlu di kaji kembali
dalam pendidikan. Pertama, pendidikan tidak dapat dibatasi hanya sebagai
schooling belaka. Dengan membatasi pendidikan sebagai schooling maka pendidikan
terasing dari kehidupan yang nyata dan masyarakat terlempar dari tanggung
jawabnya dalam pendidikan. Oleh sebab itu, rumusan mengenai pendidikan dan
kurikulumnya yang hanya membedakan antara pendidikan formal dan non formal
perlu disempurnakan lagi dengan menempatkan pendidikan informal yang justru
akan semakin memegang peranan penting didalam pembentukan tingkah laku manusia
dalam kehidupan global yang terbuka. Kedua, pendidikan bukan hanya untuk
mengembangkan intelegensi akademik peserta didik. Pengembangan seluruh spektrum
intelegensi manusia baik jasmaniah maupun rohaniyahnya perlu diberikan
kesempatan didalam program kurikulum yang luas dan fleksibel, baik didalam
pendidikan formal, non formal dan informal. Ketiga, pendidikan ternyata bukan
hanya membuat manusia pintar tetapi yang lebih penting ialah manusia yang
berbudaya dan menyadari hakikat tujuan penciptaannya. Hal ini sesuai dengan
pendapat Sindhunata (2000 : 14) bahwa tujuan pendidikan bukan hanya manusia
yang terpelajar tetapi manusia yang berbudaya (educated and Civized human
being).
Dengan
demikian proses pendidikan dapat kita rumuskan sebagai proses hominisasi dan
humanisasi yang berakar pada nilai-nilai moral dan agama, yang berlangsung baik
di dalam lingkungan hidup pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa, kini dan
masa depan.Untuk membentuk masyarakat Indonesia baru yaitu masyarakat madani
yang diridhoi Allah swt. tentunya memerlukan paradigma baru. Paradigma lama
tidak memadai lagi untuk digunakan. Kurikulum 2013 telah menyeimbangkan antara
paham religius dengan kehidupan masyarakat. Namun kurikulum 2013 ini perlu
diperbaiki lagi dalam memudahkan pelaksanaanya.Suatu masyarakat yang religius
dan demokratis tentunya memerlukan berbagai praksis pendidikan yang dapat
menumbuhkan individu dan masyarakat yang religius dan demokratis pula.
Masyarakat
yang tertutup, yang sentralistik, yang mematikan inisiatif berfikir manusia dan
jauh dari nilai-nilai moral dan agama Islam bukanlah merupakan pendidikan yang
kita inginkan. Pada dasarnya paradigma pendidikan nasional yang baru harus
dapat mengembangkan tingkah laku yang menjawab tantangan internal dan global
dengan tetap memiliki keyakinan yang kuat terhadap Allah dan Syariatnya.
Paradigma tersebut haruslah mengarah kepada lahirnya suatu bangsa Indonesia
yang bersatu, demokratis dan religius yang sesuai dengan kehendaknya sebagai
wujud nyata fungsi kekhalifahan manusia dimuka bumi. Penggunaan metode
kepemimpinan yang demokratis dalam pendidikan memungkinkan guru – guru untuk
membina kelas secara demokratis dengan meletakkan titik berat pada aktifitas
bersama dengan penghargaan akan keperluan, integrasi dan potensi semua anggota
kelas. Kelas yang demikian menyediakan kesempatan luas untuk memperoleh sukses
dan hasil yang kreatif.Pada era globalisasi ini pendidikan kepemimpinan
hendaknya lebih diperhatikan. Guru – guru yang merasakan suasana kerja yang
demokratis akan mempunyai kecenderungan untuk menciptakan suasana yang sama
dalam kelasnya. Adalah sangat penting untuk secara terus – menerus menganalisis
dan merumuskan kembali nilai – niali demokrasi , sebab hasilnya akan menentukan
masa yang akan datang.
Oleh sebab
itu, penyelenggaraan pendidikan yang sentralistik dan sekurelistik baik didalam
manajemen maupun didalam penyusunan kurikulum yang kering dari nilai-nilai
moral dan agama harus diubah dan disesuaikan kepada tuntutan pendidikan yang
demokratis dan religius. Demikian pula di dalam menghadapi kehidupan global
yang kompetitif dan inovatif, maka proses pendidikan haruslah mampu
mengembangkan kemampuan untuk berkompetensi didalam kerja sama, mengembangkan
sikap inovatif dan ingin selalu meningkatkan kualitas. Demikian pula paradigma
pendidikan baru bukanlah mematikan kebhinekaan malahan mengembangkan
kebhinekaan menuju kepada terciptanya suatu masyarakat Indonesia yang bersatu
di atas kekayaan kebhinekaan mayarakat dan bangsa Indonesia.
- Masyarakat yang baik memiliki sistem pendidikan yang
baik dan begitu juga sebaliknya. Bagaimana keadaan pendidikan di Indonesia
pada saat ini jika dikaitkan dengan prinsip (adagium) ini. Jelaskan dengan
teori !
jawab:
Interaksi
sosial secara global memberikan gambaran bahwa dalam dunia pendidikan maupun
masyarakat luas diperlukan pemahaman yang baik dalam pencapaian kehidupan serta
kebaikan bersama.Secara global interkasi yang terbangun dalam dunia pendidikan
baik itu guru maupun murid harus serasi sesuai tujuan dari pendidikan tersebut.Pendidikan
merupakan upaya mencerdaskan masyarakat serta anak bangsa, kedepannya dalam
pendidikan ditanamakan aspek yang berkaitan dengan ilmu yang mempelajari makna
hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya tidak melihat pada perbedaan
tetapi mengedepankan persamaan.Metode serta strategi harus tepat digunakan
dalam memberikan arahan pada peserta didik.Dalam hubungan masyarakat luas
banyak hal-hal yang tidak jelas diungkapkan secara kata-kata (lisan) berangkat
dari hal tersebut teori interaksionisme simbolik yang ada harus dipahami sehingga
tidak terjadi salah komunikasi atau interaksi terbangun berjalan kurang baik.
Interaksonalisme simbolik
merupakan dasar pemikiran George Ritzer
(1994) ada 2
pemikiran pokok yaitu
pemikiran filsafat
pragmatism dan pemikiran
behaviorisme psikologi. Teori Interaksonalisme simbolik ini merupakan
sisi lain dari pandangan yang
melihat individu sebagai
produk yang ditentukan
oleh masyarakat. Interaksonalisme
simbolik berasal dari
pemikiran Weberian, yang bertolak dari kegiatan interpretif terhadap
subjek individu.Teori interaksonalisme simbolik menggunakan perspektif
pendekatan fenomenologi yang
menempatan bahwa kesadaran manusia dan
subjektif sebagai fokus
untuk memahami tindakan sosial.Interaksonalisme simbolik
dalam sosiologi berfokus
pada individu, dengan demikian berusaha menganalisis interaksi antara
individu pada tataran
mikro. Manusia sebagai makhluk monodualisme tidak dapat memisahkan
antara jiwa dan raga sebagai satu kesatuan dalam perkembangannya. Pendidikan
yang diberikan peserta didik diharapkan seimbang antara aspek kognitif, efektif, dan
psikomotorik. Melalui proses pendidikan peserta didik mendapatkan pengelaman
dan pengembangan kognitif, afektif, dan psikomomotorik. Upaya pendidikan adalah
mengembangkan ketiga aspek tersebut secara harmonis sehingga manusia mampu
memenuhi kebutuhannya.
Sekolah
adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota-anggota masyarakat
dalam bidang pendidikan. Hubungan sekolah dan masyarakat adalah suatu proses
komunikasi antara sekolah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengertian
anggota masyarakat tentang kebutuhan pendidikan serta mendorong minat dan
kerjasama para anggota masyarakat dalam rangka usaha memperbaiki sekolah. Hak
hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat. Kemajuan
sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkorelasi; kedua-duanya saling
membutuhkan. Masyarakat adalah pemilik sekolah; sekolah ada karena masyarakat
memerlukannya. Pendidikan sangat membantu masyarakat untuk dapat menjadi
seseorang yang baik, berpengetahuan dan dapat mengembangkan pertumbuhan anak,
begitu pula pendidikan tanpa masyarakat maka pendidikan tidak akan berjalan.
Pendidikan
merupakan suatu proses social,karena berfungsi memasyarakatkan anak didik
melalui proses sosialisasi di dalam masyarakat tertentu. Sekolah sebagai salah
satu institusi pendidikan berperan juga sebagai institusi social,karena melalui
lembaga tersebut anak dipersiapkan untuk mampu terjun dan aktif dalam kehidupan
masyarakatnya kelak.anak-anak berasal dari masyarakat,dan mereka belajar
tentang cara hidup dalam bermasyarakat. Oleh karena itu,sekolah harus bekerja
sama dengan masyarakat dan program sekolah harus disusun dan diarahkan oleh
masyarakat yang menunjang sekolah tersebut. Program pendidikan disusun dan
dipengaruhi oleh nilai,masalah,kebutuhan,dan tantangan masyarakat sekitarnya.
Oleh karena itu, kurikulum yang ideal dan actual harus disusun berlandaskan
dasar sosiologis agar tercipta keseimbangan diantara keduanya dan terciptalah
tujuan pendidikan yang sebenarnya.
Jika
dilihat dari teori interaksonalisme yang mengartikan individu sebagai produk
yang ditentukan oleh masyarakat maka jelas jika masyarakat yang baik sistem pendidikannya
tentukan baik pula. Di Indonesia sistem pendidikan kita belum bisa dikatakan
baik,sistem pendidikan kita masih dalam kata berkembang. Sistem pendidkan kitra
bersifat kaku. Kurikulum 2013 yang dicipatakan tidak bisa diterapkan untuk
semua jenjang pendidikan untuk semua
sekolah yang berbeda antara pedesaan dan perkotaan. Disini artinya pendidikan
kita bersifat kaku karena tidak bisa diterapkan untuk kondisi dan jenjang
pendidikan yang berbeda. Dari sistem pendidikan yang kaku menghasilkan
individu/ lulusan yang tidak sesuai dengan harapan. Tujuan pendidikan yang
dicanangkan tidak sesuai dengan harapan. Lulusan sekolah bahkan tidak bisa
menjadi produk yang baik yang dapat bersaing secara nasional maupun global.
Lihatlah bagaimana keadaan masyarakat indonesia, banyaknya angka krimailasasi
yang terjadi dimasyarakat merupakan bukti bahwa ada yang salah dengan sistem
pendidikan. Banyak kasus kejahatan dari masyarakat lapis bawah sampai para elit
politik. Masalah ekonomi menjadi faktor kriminalisasi bagi masyarakat atau bahkan para elit politik.
Kasus pencurian dan korupsi merupakan salah satu contoh nyata bahwa masyarakat
indonesia belum bisa dikatakan baik secra umum. Masyarakat yang buruk tentu
sistem pendidikannya juga buruk. Karena pendidikan dan masyarakat adalah dua
hal yang berhubungan erat saling pengaruh mempengaruhi.
III. Pendidikan dan nilai
budaya adalah dua hal yang berkaitan seperti instrumen dan isi.
- Jelaskan tiga konflik nilai yang menjadi isu pendidikan
di Amerika sampai saat ini.
Jawab:
Tiga konflik nilai yang menjadi isu
pendidikan di Amerika sampai saat ini.
1. Dinamika perubahan sosial
masyarakat amerika serikat yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat
mempengaruhi pendidikan. Mulai dari tingkat pra sekolah sampai ke perguruan
tinggi. Sebagai hasil emansipasi yang sejak lama diperjuangkan di amerika.
Hampir semua wanita sudah mendapatkan pendidikan yang sama dengan pria dan
selanjutnya kebanyakan wanita sudah mendapat tempat yang sangat luas dalam
lapangan kerja, baik bagi mereka yang belum berkeluarga maupun yang sudah. Hal
ini menyebabkan kekurangan waktu bagi seorang ibu mengawasi tumbuh kembang
anaknya.
2. Masyarakat Amerika
Serikat saat ini dihadapkan pula pada masalah tingkat perceraian keluarga yang
sangat tinggi dan mungkin yang tertinggi diantara negara-negara di dunia.
Akibatnya adalah makin banyak anak-anak yang hidup atau tinggal dengan satu
orang tua (umumnya dengan ibu) yang mau tidak mau harus bekerja untuk hidup
mereka. Hal ini mempengaruhi mental dan psikis anak yang membutuhkan kasih
sayang orangtua lengkap
3. Amerika dalam sejarah
pendidikannya juga harus menghadapi masalah-masalah pelik yang menyangkut
degradasi moral anak bangsanya. Aborsi, drugs, free-sex merupakan contoh
kegagalan dalam pendidikan moral dan budaya. Dimana anak usia sekolah sudah melakukan
free sex tanpa takut akan
konsekuensinya, free sex yang terjadi pada ank usia sekolah
mengakibatkan tingginya angka aborsi karena mereka belum siap mempunyai anak
dan dalam masa sekolah tanpa pekerjaan yang jelas. Ditambah lagi dengan
kurangnya perhatian oarang tua mengakibatkan anak melarikan diri keminuman
keras.
- Jelaskan kaitan antara nilai ideal, kurikulum dan conscious of social reproduction
dalam sebuah sistem pendidikan.
Jawab:
Nilai ideal
adalah hal yang mutlak yang tidak bisa diubah dan menjadi patokan terbaik. Nilai
ideal dalam sebuah krikulum adalah keberhasilan kurikulum untuk mencapai tujuan
pendidikan yang dicita-citakan. Kurikulum mempengaruhi proses jalannya
pendidikan. Pendidikan adalah satu salah satu proses yang dapat menjadai pelaku
perubuhan dalam masyarakat. Amy gutman mengatakan bahwa pendidikan adalah conscious social reproduction, yakni proses yang
membuat warga negara diberdayakan untuk
menciptakan pengaruh( dalam arti kelembagaan dan segala perangkatnya) sehingga
membentuk nilai dan sikap , serta bentuk-bentuk prilaku warga negara masa
depan. Pendidikan seperti ini memiliki sifat transformatif yaitu menciptakan
suasana yang mendorong perubahan. Pendidikan yang seperti itu bisa terjadi
dengan kurikulum yang memasukan nilai demokrasi dalam proses pendidikan.
- Apakah konflik (No.2a) juga terjadi di Indonesia.
Jelaskan dengan teori !
Jawab:
Indonesia juga mengalami konflik seperti yang dialami
amerika. Faktor-faktor penyebab Pergaulan bebas yang terjadi di
Indonesia yaitu faktor internal, faktor keluarga, faktor lingkungan sosial dan
faktor teknologi informasi.
Faktor
Internal
Faktor internal dapat di artikan sebagai sesuatu yang
berkaitan dengan keadaan dalam
diri individu, yang mengacu kepada tingkah laku dalam
berkelompok maupun bermasyarakat yang menyangkut dengan kontrol diri, kesadaran
diri, nilai-nilai keagamaan maupun gaya hidup.
Hirschi (Titisari, 2017) berpendapat bahwa individu dengan
kontrol diri yang rendah memiliki karakteristik yang labil yang menyebabkan seseorang
untuk melakukan tindakantindakan pidana atau tindakan yang menyimpang lainnya.
Dalam hal ini dapat dimengerti bahwa kontrol diri ini berfungsi sebagai
kemampuan untuk menahan/mencegah tingkah laku yang dapat merugikan diri
sendiri, maupun orang lain.contoh akibat pergaulan bebsa yang banyak terjadi
diindonesia banyak terjadi hamil dimasa sekolah,pembuangan bayi hasil hubungan
pranikah, dan penggunaan minum keras dan obat terlarang.
Dan yang menjadi penyebab terjadinya pergaulan bebas dari
faktor internal
Menurut Gunarsa (2006) adalah:
a. Kontrol diri, berkaitan dengan bagaimana individu
mengendalikan emosi serta dorongandorongan dari dalam dirinya. Kurangnya
kontrol diri yang memicu cepatnya remaja mengambil keputusan yang merugikan
dirinya, dikarenakan tidak adanya benteng didalam diri sehingga akan cepatnya
seseorang terjerumus dalam pergaulan bebas.
b. Kesadaran diri, Kurangnya kesadaran remaja terhadap
pergaulan yang sedang dijalani
merupakan implikasi dari kurangnya pengetahuan remaja
tersebut yang akan berdampak
terhadap pergaulan bebas.
c. Nilai-Nilai Keagamaan, Kurangnya pendidikan agama yang
tidak diberikan sejak kecil
mengakibatkan remaja tidak memahami norma-norma yang
berlaku dalam masyarakat,
tidak memahami tingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran
agama dan apabilakepribadian remaja dipenuhi oleh nilai-nilai agama maka akan
terhindarlah remaja
tersebut dari kelakuan-kelakuan yang tidak baik.
d. Life Style (Gaya Hidup), gaya hidup yang modern tidak
terlepas dari kebiasaan remaja
dalam kehidupan sehari-hari, mengikuti gaya hidup atau
tren orang barat merupakan suatupermasalahan yang timbul dan berakibat pada
pergaulan bebas. Kesadaran akan pentingnya agama, khususnya agama islam
menjadikan agama tersebut sebagai tuntunan dalam berperilaku yang harus dipupuk
dalam diri seseorang khususnya remaja. Purnomowardani dkk (Yudhaprawira dan
Uyun, 2017).
Hasil penelitian Komariah dkk (2015) mengungkapkan bahwa
gaya hidup yang tidak sehat dapat berimbas pada pergaulan bebas bahkan perilaku
menyimpang sepertimpenyalahgunaan narkoba, tawuran, seks bebas dan sejenisnya.
Faktor
Keluarga
Orang tua atau keluarga sebagai pendidik utama bagi
anaknya, merupakan panutan
utama seorang anak yang perilakunya akan ditiru dan di
ikuti. Melahirkan dan memelihara
serta mendidik anak dengan baik adalah mewujudkan kebaikan
bagi agama, orang tua, masyarakat, dan kebaikan untuk
dunia dan akhirat. Lebih dari itu, keberadaan anak-anak
merupakan penyambung kehidupan orang tua setelah mereka
wafat, berupa pahala amal
kebaikan. Juga mengekalkan nama baik dan mewarisi harta
pusaka mereka (Ash- Sha’idi, 2000).
Menurut Djamarah (2004), pola asuh orang tua adalah upaya
orang tua yang konsisten
dan persisten dalam menjaga dan membimbing anak dari sejak
dilahirkan hingga remaja. Polaasuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap
dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama
mengadakan kegiatan pengasuhan. Orang tua memiliki caradan pola tersendiri
dalam mengasuh dan membimbing anaknya.
Berkaitan dengan hal ini, Lestari dkk (2017) menjelaskan
bahwa biasanya remaja,terjerumus dalam pergaulan bebas karena disebabkan oleh
kurangnya pengawasan/perhatianmdari orang tua. Dengan demikian, remaja merasa
bebas untuk bertindak sesukanya tanpa perlummemikirkan dampak negatif yang
dihasilkan dari pergaulan bebas.
Artikelsiana (2015) menjelaskan bahwa penyebab terjadinya
pergaulan bebas dari
faktor keluarga adalah:
a. Taraf pendidikan keluarga, Rendahnya taraf pendidikan
keluarga yang berpengaruh besar
sebagai penyebab terjadinya pergaulan bebas dimana orang
tua tidak dapat memberikan
pengetahuan lebih bagaimana dampak yang terjadi apabila
anak terjerumus dalam
pergaulan bebas.
b. Keadan keluarga yang tidak stabil (Broken Home).
Keadaan keluaga sangat berpengaruh
pada tingkah laku atau perkembangan psikis remaja yang
mana keadaan orang tua yang
tidak harmonis yang membuat perkembangan psikis anak
terganggu dan anak cenderung
kesenangan diluar untuk merasa senang, dan melupakan hal
yang terjadi di keluarganya
karena orang tua tidak memberi kasih sayang, sehingga sang
anak mencari kesenangan
diluar berbuntut pada pergaulan bebas.
c. Perhatian Orang tua. Kurangnya perhatiaan oleh orang
tua yang sibuk dengan
pekerjaannya sehingga anak kurang mendapat perhatian lebih
sehingga sang anak bebas
dalam beraktivitas dan cenderung anak jarang menceritakan
masalah-masalah yang
terjadi.
d. Keadaan ekonomi keluarga. Ekonomi yang rendah dalam
keluarga membuat anak merasa kurang mendapatkan kecukupan finansial maupun
materil dan biasanya banyak pula yang putus sekolah yang membuat pergaulan anak
tersebut dengan remaja yang
senasip yang membuat perilaku sang anak menjadi tambah
parah.
Faktor
Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi seseorang
atau kelompok untuk dapat melakukan sesuatu tindakan serta
perubahan-perubahan perilakusetiap individu. Lingkungan sosial yang kita kenal
antara lain lingkungan keluarga, lingkungan ,teman sebaya, dan lingkungan
tetangga. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertamakali dikenal oleh
individu sejak lahir.
Menurut Amsyari (2000:12), lingkungan sosial merupakan
“manusia-manusia lain yang
ada disekitarnya seperti tetangga-tetangga, teman-teman,
bahkan juga orang lain disekitarnyayang belum dikenal”.
Dalam kehidupan sehari-hari para remaja tidak terlepas
dari pengaruh yang konstruktif
dan pengaruh destruktif. Sebenarnya kedua sifat itu telah
ada semenjak manusia (remaja)
dilahirkan. Sifat-sifat ini akan berpengaruh pada para
remaja, tergantung dimana remaja ituberada. Jika remaja tersebut ada pada
lingkungan yang baik maka yang akan dominan adalahmpola tingkah laku yang baik
pula (Aisyah, 2013).
Artikelsiana (2015) menjelaskan bahwa yang menjadi
penyebab terjadinya pergaulan bebas dari faktor lingkungan sosial adalah:
a. Kurang berhati-hati dalam berteman (Pergaulan). Teman
dapat menuntun kita ke arah yang positif dan negatif dimana sebagian besar
pergaulan bebas terjadi karena berteman dengan orang yang tidak baik. Kuatnya
pengaruh teman sebaya membuat remaja lebih banyak berada diluar rumah bersama
teman-temannya, maka dapat dimengerti bahwa temanteman sebaya lebih cepat
berpengaruh terhadap perilaku dari pada keluarganya.
b. Keadaan lingkungan tempat tinggal. Lingkungan sekitar
merupakan faktor pembentuk
keperibadian seseorang, jika di lingkungan tersebut
merupakan lingkungan yang kurang
kondusif maka sang anak akan terjerumus ke dalam pergaulan
bebas dimana kita ketahui
bahwa perkembangan seseorang lebih ditentukan pada
lingkungan dari pada keluarga.
Faktor
Teknologi Informasi
Teknologi informasi adalah sebuah perangkat yang membantu
manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan
informasi melalui gadget maupun komputer .Tujuan dari teknologi informasi
adalah menyelesaikan masalah, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan efektifitas
dan efesiensi didalam melaksanakan suatu pekerjaan. Maka dengan adanya
teknologi informasi membuat manusia lebih mudah dan efesien dalam melakukan
pekerjaan. Namun teknologi informasi tidak hanya berdampak positif tapi
berdampak negatif juga.
Menurut Setiawan (2009), Salah satu kelemahan internet
yang paling nyata dan merusak adalah item-item asusila yang tak bermoral dengan
mudah diakses di jaringan internet
dan secara tidak langsung menyebabkan para remaja melanggar
norma-norma yang berlaku.Senada dengan ini, Artikelsiana (2015) menyatakan
bahwa adanya internet memudahkan untuk mengakses jenis macam budaya yang tidak
sesuai dengan norma ketimuran. Sehingga mudahnya anak untuk mengerti akan
perbuatan yang mengandung konten pornografi mengakibatkan terjerumusnya anak
kedalam pergaulan bebas.
Dari uraian di atas jelas, bahwa faktor-faktor yang
mempengaruhi pergaulan bebas sangat kompleks. Kondisi ini sangat
memprihatinkan, apalagi melihat kenyataan bahwa pergaulan remaja sekarang
sangatlah bebas, dimana free seks juga sering terjadi pada remajaremaja yang
sedang menjalin masa pacaran, mereka berdalih apa yang mereka lakukan sebagai wujud
kasih sayang terhadap sang pacar. Hal ini sangat membuat resah orang tua khususnya
dan masyarakat pada umumnya, namun kebanyakan para orang tua dan masyarakat
hanya menyalahkan pelaku seks bebas tanpa melihat latar belakang terjadinya
perilaku seks bebas,tersebut.
V. Masyarakat, Pendidikan dan
kebudayaan adalah saling berkaitan.
a.Jelaskan hakekat sebuah
masyarakat dengan mengaplikasikan tiga teori yang ada!
Jawab:
Teori-teori tentang hakekat masyarakat yang berkembang dan
dianut dunia pada umumnya hingga dewasa ini adalah:
- Teori Atomistic
Hakekat masyarakat terutama pada
individu-individu yang secara kodrati (alamiah) memiliki hak-hak asasi berupa
hidup, kemerdekaan, hak milik, cita-cita dan sebagainya. Dengan demikian
individu seperti (analogis) atom-atom sebagai unsur terkecil pembentuk suatu
wujud benda (materi). Karena itu teori ini dinamakan teori atomisme. Menurut
teori ini, pada hakekatnya individu itu adalah atom yang membentuk masyarakat. Berdasarkan
asas pandangan atomisme ini penghargaan kepada pribadi manusia adalah prinsip
utama. Nilai-nilai sosial di dalam masyarakat berorientasi kepada martabat
manusia, terutama self respect. Artinya setiap praktek tentang kehidupan di
dalam masyarakat selalu diarahkan bagi pembinaan hak-hak asasi manusia, demi
martabat manusia.
- Teori organisme
Pada dasarnya setiap individu
dilahirkan dan berkembang di dalam masyarakat. Manusia lahir di dalam suatu
keluarga, bukanlah atas kehendak dan pilihan bebas, melainkan berlangsung
secara kodrati. Keadaan dan perkembangan seorang manusia sangat tergantung
kepada orang lain, minimal kepada keluarganya. Makna individu hanyalah
sebagai bagian atau unsur suatu organisme. Masyarakat adalah seperti satu tubuh
suatu organisme, sedangkan individu adalah bagian-bagian daripada organisme
itu. Ini berarti kehendak, gerak-gerik masyarakat bersifat utuh dalam
melaksanakan fungsi yang didorong atas kehendak dan kepentingan kebersamaan.
Peranan individu adalah seperti fungsi bagian-bagian suatu tubuh organisme,
seperti tangan atau kaki alat-alat tubuh yang lain dalam gerak seseorang atau
suatu organisme Prinsip pelaksanaan pola-pola kehidupan di dalam
masyarakat menurut teori organisme ini ialah:
a.Bahwa kekuasaan dan kehendak
masyarakat sebagai lembaga di atas hak, kepentingan, keinginan, cita-cita dan
kekuasaan individu.
b.Lembaga masyarakat yang
meliputi seluruh bangsa, secara nasional, bersifat totaliter. Pendidikan
berfungsi mewujudkan warga negara yang ideal, dan bukan manusia sebagai
individu yang ideal..
- Teori Integralistik
Menurut teori ini meskipun
masyarakat sebagai suatu lembaga yang mencerminkan kebersamaan sebagai satu
totalitas, namun tak dapat diingkari realita manusia sebagai pribadi.
Sebaliknya manusia sebagai pribadi selalu ada dan hidup di dalam kebersamaan,
di dalam masyarakat. Adanya eksistensi pribadi di dalam masyarakat sama dengan
adanya suatu masyarakat. Dengan kata lain, jelas bahwa pribadi manusia adalah
suatu realita di dalam masyarakat, seperti halnya masyarakat pun realita di
antara bangsa-bangsa di dunia. Perwujudan masyarakat sebagai
lembaga kehidupan sosial tiada bedanya dengan kehidupan suatu keluarga. Pelaksanaan
asas-asas menurut teori integralistik dapat disamakan dengan teori
kekeluargaan, adalah benda-benda keseimbangan antara hak-hak asasi dan
kewajiban.
b.Manusia
dididik agar dapat melaksanakan hak azazi dan kewajiban azazinya,bagaimana hal
ini bisa tercipta dalam masyarakat Indonesia dimasa depan. Jelaskan !
Jawab:
Hak dan kewajiban merupakan suatu yang harus seimbang
dalam kehidupan. Pendidikan harus bisa menanamkan sikap sadar akan hak dan
kewajiban seorang siswa sebagai individu dan bagian dari kelompok masyarakat.
Pelajaran agama dan pelajaran sosial lainnya tidak akan bisa membantu
menumbukan kesadaran akan hak dan kewajiban azazi yang seimabng tanpa pedoman
langsung dari guru ataupun oarng tua bahkan pemerintah selaku penanggung jawab
akan hak dan kewajiban azazi warga negaranya. Pendidikan akan kesadran hak dan
kewajiban bisa dimulai dari lingkungan kecil seperti keluarga. Orang tua
sebagai cerminan anaknya tidak cukup sekedar memberi pendidikan akan pentingnya
keseimbangan hak dan kewajiban azazi tetapi jiuga harus memberikan contoh bagaimana
mendapatkan hak dan kewajiban secara benar tanpa merugikan orang lain. Setelah
adanya pengetahuan dasar yang didapatkan oleh seorang anak akan bertambah
pengetahuannya jikalau guru memberikan pendiidkan akan kesadaran keseimbangan
antara hak azazi dan kewajiban azazi disertai contoh sikap yangh bisa ditiru
oleh mereka. Masyarakat juga berperan penting akan menjaga keseimbangan antara
hak azazi dan kewajiban azazi anggotanya. Untuk mengatur keterlaksanaan hak dan
kewajiban diperlukan undang-undang yang berlaku untuk semua secara adil, jika
terjadi pelanggaran atas hak dan kewajiban tersebut tanpa memenadang kasta
sosial. Pemeritah selaku pihak tertinggi disuatu negara harus bisa melindungi
hak dan kewajiban warga negaranya. Pemerintah memiliki kedudukan yang sama jika
melanggar keseimbangan hak dan kewajiban yang sudah diatur. Disini pentingnya pemerintah
yang beranggotakan orang orang yang memiliki keasadran akan hak dan kewajiban
dirinya bahkan warga negaranya. Jika semua pihak telah sadar akan hak dan
kewqajiban yang harus didapatkanya maka tercipta lah masyarakat masa depan yang
aman damai dengan hak dan kewajibanya seimbang bagi semua kalangan.
VI. Pendidikan dalam masyarakat modern dan sederhana adalah
dua hal yang masing-masing punya kekuatan dan kelemahan:
a.Jelaskan
lima karakteristik masyarakat sederhana dan modern dikaitkan dengan sistem
pendidikannya.
Jawab:
- Masyarakat sederhana
sangat homogen; sebagian besar anggota-anggotanya memliki pengetahuan dan
perhatian yang sama dan biasa dengan pemikiran,sikap-sikap dan aktivitas
dari seluruh anggota masyarakat sedangkan masyarakat modern industri
kompleks,terspesialisasi dan rapat penduduknya dan banyak informasi yang
terkumpul.
- Dalam masyarakat
modern unit keluarga yang tipikal adalah keluarga batin, yang terdiri dari
suami, istri dan anak-anak sedangkan dalam masyarakat sederhana unit
keluargnya adalah keluarga luas,atau kelompok kekerabatan yang terdiri
dari generasi yang diikat bersama melalui garis laki-laki
- Dalam masyarakat
modern meyakini akan kemajuan dan bersifat terbuka,ia berpendapat bahwa
kondisi kemanusiaan,fisik dan spritual dapat diperbaiki sedangkan pada
masyarkat sederhana semuanya itu tidak bisa dirubah,manusia dan
lingkungannya membentuk satu kesatuan yang tidak bisa dibagi.
- Masyarakat sederhana
dalam memenuhi kebutuhannya relatif tetap dan dikenal semua sedangkan
masyarakat modern mesti harus terus menerus menciptakan
kebutuhan-kebutuhan baru untuk mengerakkan roda ekonomi.
- Anak –anak dalam
masyarakat modern terhadap pendidikan mempunyai sebab –sebab
berlawanan,ketidak mampuannya menghubungkan informasi yang diperolehnya
disekolah dengan apa yang mesti dia ketahui supaya bekerja produktif
dan menikmatinya dalam kehidupannya. Sementara anak-anak masyarakat
sederhana selalu dalam hubungan yang intim dengan visi orang dewasa
terhadap keterampilan yang sedang dipelajarinya,sebaliknya anak-anak
masyarakat modern pada umumnya terpisah secara fisik dan psikologi dari
pekerjaan-pekerjaan yang akan menggunakan pengetahuanya.
Pendapat
R.Tilaar tentang karakteristik masyarakat modern dikaitkan dengan sistem
pendidikannya:
1)
Bersifat terbuka,
mau menerima kritikan, gagasan , masukan untuk kemajuan yang Saling
mempengaruhi antara manusia dan lingkungan dengan tujuan menciptakan perubahan
secara timbal balik.
2) berpikir untuk masa depan. Usaha untuk
mengeksplorasi lingkungan dalam rangka untuk mengatasi tantangan-tantangan yang
ditimbulkan dari lingkungan itu sendiri.
3) menghargai waktu, Dorongan rasa ingin tahu dan
ingin mengatasi tantangan-tantangan menyebabkan manusia ingin mengusasi
lingkungan.
4) Berpikir lebih objektif melihat segala sesuatu dari sudut fungsi dan
kegunaan bagi masyarkatan dan rasional
(mengutamakan akal dan pikiran daripada pendapat emosi)
5) Selalu berusaha untuk memahami semua gejala yang
dihadapi dan bagaimana
mengorganisasikannya sehingga kehidupannya lebih baik.
Kharakteristik masyarakat sederhana dikaitkan dengan
sistem pendidikannya meliputi:
1) Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih
sayang, cinta , kesetiaan
dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan
tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain
dan menolongnya tanpa pamrih.
2) Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi
dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka
menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua
harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
3) Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang
ada hubungannya dengan
keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah
tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya
berlaku untuk kelompok tertentu saja. (lawannya Universalisme).
4) Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat
khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja,
tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.
(lawanya prestasi).
5) Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas
terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan
eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan
sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada
desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar
b.Apakah yang bisa diambil dari
karakteristik kedua masyarakat itu dalam memecahkan masalah pendidikan di
Indonesia masa kini.
Jawab:
Masalah pendidikan di Indonesia sangat beragam.
Kharakteristik masyarakart modern dan sederhana memiliki kelebihan dan
kekurangan jika digunakan dalam mengatasi masalah pendidikan. Masalah pendidikan diIndonesia dikota adanya
pergaulan bebas dimana para pelakunya anak yang masih sekolah untuk
mengatasinya para orang tua dan masyarakat perlu meniru cara masyarakat desa
bagaimana mereka mendidik anaknya dan menerapkan kesadaran akan budaya malu dan
pedidikan agama yang kuat. Pola asuhan masyarakat desa tentang prilaku dan
pergaulan perlu ditiru oleh masyarakat modern. Masalah pendidikan yang lain
kurangnya minat baca didesa dan dikota. Lebih parah algi minat baca masyarakat
desa lebih rendah dari masyarakat kota hal ini terjadi karena kurangya sarana dan prasarana untuk
mereka membaca buku tanpa mengeluarkan biaya. Karena kita tahu kehidupan
sebagian oarang didesa masih dibawah garis kemiskinan dan kurangnya penghargaan
waktu bagi orang desa. Harusnya ada tim penyuluh dari pemerintah untk mengarah
atau membuka lapanmgan pekerjaan didesa agar waktu yang dimiliki tidak terbuang
dan memberikan dampak kenaikan pendapat masyarakat desa/masyarakat sederhana.
Dengan peningkatan taraf kehidupan masyarakat diodesa bisa berdampak atas
kenaikan kualitas pendidikan. Masalah
tidak meratanya sarana dan prasarana pendidikan perlu mendapat perhatian. Dengan
cara menyediakkan sarana dan prasarana
untuk daerah yang membutuhkan. Pembangunan harusnya diutamamkan didesa karena
desa lah memiliki keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.
VII. Pendidikan dan konten
kurikulum sangat penting dianalisa secara filosofis atau secara ontologi,
epistemologi dan axiologi.
a.Jelaskan apa
yang dimaksud dengan analisa filosofis terhadap pendidikan dan mengapa hal itu
diperlukan. Jelaskan dengan teori!
Jawab:
Analisa filosofis terhadap pendidikan mengandung makna
analisa dan pemikiran yang dalam mengenai masalah yang bersifat
mendasar dan mendalam, persoalan-persoalan yang tidak mungkin terjawab dengan
menggunakan analisa ilmiah semata-mata.,jawaban yang dapat menunjukkan hakiki
dan kearah mana pendidikan itu dibawa. Misalnya : Untuk apakah sebenarnya
sekolah itu didirikan? Anak didik itu ada sebagai ia berada, sedangkan
masyarakat dan menginginkan anak didik terbina sesuai ideology yang telah
digariskan. Maka timbul pertanyaan, apakah yang seharusnya pendidik itu lakukan
untuk memimpin anak didik itu untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Filsafat pendidikan telah sewajarnya dipelajari oleh
mereka yang memperdalam ilmu pendidikan dan keguruan. Ada beberapa alasan untuk
ini :
a) Adanya
problema-problema pendidikan yang timbul dari zaman ke zaman yang menjadi
perhatian ahlinya masing-masing. Pendidikan adalah usaha manusia untuk
meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin bangsa dan masyarakat. Banyak
tulisan yang dihasilkan oleh ahli pikir, dan tidak jarang gagasan ahli yang
satu mempengaruhi ahli-ahli yang lain. Corak gagasan yang berlandaskan filsafat
sering timbul dari ahli-ahli pikir ini. Hal ini masuk dalam lapangan filsaafat
pendidikan.
b) Dapatlah
diperkirakan bahwa bagi barang siapa yang mempelajari filsafat pendidikan dapat
mempunyai pandangan-pandangan yang jangkauannya melampau hal-hal yang ditemukan
secara eksperimental atau empiris. Maka dari itu filsafat pendidikan dapat
diharapkan merupakan bekal untuk meninjau pendidikan beserta masalah-masalahnya
secara kritis.
c) Dapat
terpenuhinya tuntutan intelektual dan akademik. Dengan landasan azas bahwa
berfilsafat adalah berpikir logis yang runtut, teratur dan kritis. Maka
berfilsafat pendidikan berarti memiliki kemampuan semacam itu. Oleh karena itu
diharapkan dapat mempunyai pengaruh terbentuknya pribadi pendidik yang baik.
Maka, mempelajari filsafat pendidikan itu mengandung optimisme dan
menggembirakan.
b. Jelaskan lima fungsi filsafat
bagi pendidikan. Jelaskann jawaban saudara.
Jawab:
Pentingnya
filsafat sebagai berikut:
- Dengan mempelajari filsafat diharapkan bisa
menambah pengetahuan, dengan bertambahnya suatu ilmu, maka bertambahlah
cakrawala pemikiran dan pengalaman.
- Dasar seluruh tindakan, Sebetunya filsafat
mengandung ide-ide, dengan ide itulah yang mampu membawa manusia menuju ke
arah kemampuan dalam merentang kesadaran di setiap tindakannya. Dengan
begitu manusia akan lebih tanggap terhadap lingkungan dan dirinya.
- Dengan berfilsafat,
maka akan lebih menjadi manusia, lebih membangun dan mendidik dirinya
sendiri.
- Dari pelajaran
filsafat diharapkan setiap manusia dapat berfikir tentang dirinya sendiri.
- Memberi dasar-dasar
pengetahuan kita, memberi tatapan atau pandangan yang sintesis sehingga
semua pengetahuan termasuk dalam kesatuan.
- Agar hidup ini dipimpin
oleh pengetahuan. Hal ini karena mengetahui kebenaran yang terdasar
berarti tahu dasar-dasar hidup.
- Memiliki kepentingan
yang istimewa, hal ini karena filsafat memberi dasar-dasar ilmu
pengetahuan yang lainnya tentang manusia, misalnya sosiologi, ilmu
mendidik, ilmu jiwa dan lain sebagainya
VIII. Kehidupan masyarakat
Indonesia pasca reformasi ditandai dengan variabel positif dan negatif.
Variabel negatif antara lain brutal, anarkhis, main bakar, kekerasan,
pelanggaran aturan dan lain.
a.Bagaimana
pendidikan bisa memperbaiki tingkah-polah/karakter yang destruktif tersebut? Jelaskan!
Jawab:
Pola destruktif banyak terjadi pada masa pasca
reformasi,hal ini wajar karena saat itu kondisi dan stabilitas indonesia belum
baik. Dengan perbaikan kurikulum dari tahun ketahun membuat pendidikan
indonesia mejadi lebih baik ditambah lagi generasi yang melek akan IPTEK
semakin banyak. perubahan kurikulum terlihat sampai sekarang menuju
kesempurnaan dengan pemasukan nilai kharakter. Nilai kharakter dimasukan supaya
generasi yang dihasilkan cerdas baik pengetahuan, sikap, kemampuan dan
sprirualitas. Program pendidikan yang terus berkembang mebaut masyarakt jadi
berkembang pula. Pola prilaku destruktif mulai berkurang. Ditambah lagi
dukungan atau perundangan yang berlaku sudah terlaksana lebih baikk dari
sebelumnya. Modernisasi pendidikan dan pengaturan demokrasi meminimalisir pola
destruktif tersebut.
b.Bagaimana
pendapat saudara terhadap keadaan kehidupan bangsa pada masa pasca reformasi
dan bagaimana langkah yang ditempuh guna memperbaikinya. Jelaskan dengan teori.
!
Jawab:
Reformasi merupakan suatu perubahan tatanan kehidupan lama
dengan kehidupan baru dan secara hukum menuju ke arah yang baik. Pola kehidupan
masyarakat ikut berubah seiring berubahnya pola pemerintahan dari Orde Baru ke
masa reformasi. Perubahan ini terjadi dalam berbagai bidang antara lain dalam
kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Politik
Salah satu perubahan besar yang terjadi pasca-reformasi
adalah pembatasan kekuasaan presiden. Pada era Orde Baru, Soeharto dapat
dipilih berkali-kali sebagai presiden tanpa ada periode pembatasan.Selain itu,
wewenang presiden pada era reformasi tak sekuat seperti di era Soeharto
berkuasa selama 32 tahun. Misalnya, presiden bukan lagi satu-satunya pihak yang
punya kekuasaan untuk membentuk undang-undang.Sesuai Pasal 5 UUD 1945,
pasca-amandemen, presiden tak lagi memiliki kekuasaan tunggal dalam pembentukan
UU, tetapi hanya berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. Adanya 4
kali amandemen terhadap UU.
Sistem demokrasi pun mulai diterapkan dengan baik di era
reformasi. Hal yang paling menonjol adalah sistem pemilihan umum yang
memungkinkan presiden dipilih langsung, tidak lagi dipilih melalui oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat melalui Sidang Umum MPR.Kemudian, terdapat sejumlah
perubahan lembaga negara. Dihilangkannya Dewan Pertimbangan Agung sebagai
penasihat presiden, menjadi salah satu contohnya.Sebaliknya, di era reformasi,
muncul sejumlah lembaga negara baru seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi
Pemberantasan Korupsi, dan Komisi Yudisial.
Terbentuk KPK pada tahu 2002 untuk menyelidiki kasus
korupsi pejabat elite, mulai dari menteri, ketua lembaga negara, ketua umum
partai politik, hakim, hingga kepala daerah.
Konsekuensinya, pemerintah bersama DPR segera menyusun
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Aturan ini
secara lebih detail mengatur bahwa daerah dapat secara optimal mengelola sumber
daya alamnya.maka terbentuk lah otonomi daerah yang mana daerah punya kuasa tuk
memajukan dan mengelola sumber dayanya. Adanya pilpres langsung merupakan
bagian dari demorasi yang diatur UU sebagai bukti bahwa hak warga negara
diakui.
Ekonomi
PEMERINTAHAN Presiden Baharuddin Jusuf Habibie dikenal
sebagai rezim transisi. Salah satu tantangan sekaligus capaiannya adalah
pemulihan kondisi ekonomi, dari posisi pertumbuhan minus 13,13 persen pada 1998
menjadi 0,79 persen pada 1999. Habibie menerbitkan berbagai kebijakan keuangan
dan moneter dan membawa perekonomian Indonesia ke masa kebangkitan. Kurs rupiah
juga menguat dari sebelumnya Rp 16.650 per dollar AS pada Juni 1998 menjadi Rp
7.000 per dollar AS pada November 1998.Pada masa Habibie, Bank Indonesia
mendapat status independen dan keluar dari jajaran eksekutif.
Gus Dur meneruskan perjuangan Habibie mendongkrak
pertumbuhan ekonomi pasca krisis 1998. Secara perlahan, ekonomi Indonesia
tumbuh 4,92 persen pada 2000.Gus Dur menerapkan kebijakan desentralisasi fiskal
dan otonomi daerah. Pemerintah membagi dana secara berimbang antara pusat dan
daerah. Kemudian, pemerintah juga menerapkan pajak dan retribusi daerah. Meski
demikian, ekonomi Indonesia pada 2001 tumbuh melambat menjadi 3,64 persen.
masa pemerintahan Megawati, pertumbuhan ekonomi Indonesia
secara bertahap terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2002, pertumbuhan
Indonesia mencapai 4,5 persen dari 3,64 persen pada tahun sebelumnya.
Kemudian, pada 2003, ekonomi tumbuh menjadi 4,78 persen.
Di akhir pemerintahan Megawati pada 2004, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03
persen.Tingkat kemiskinan pun terus turun dari 18,4 persen pada 2001, 18,2
persen pada 2002, 17,4 persen pada 2003, dan 16,7 persen pada 2004."Saat
itu mulai ada tanda perbaikan yang lebih konsisten. Kita tak bisa lepaskan
bahwa proses itu juga dipengaruhi politik. Reformasi politik juga mereformasi
ekonomi kita," kata Lana.Perbaikan yang dilakukan pemerintah saat itu
yakni menjaga sektor perbankan lebih ketat hingga menerbitkan surat utang atau
obligasi secara langsung.Saat itu, kata Lana, perekonomian Indonesia mulai terarah
kembali. Meski tak ada lagi repelita seperti di era Soeharto, namun ekonomi
Indonesia bisa lebih mandiri dengan tumbuhnya pelaku-pelaku ekonomi.
ertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Soesilo
Bambang Yudhoyono (SBY) relatif stabil. Pertumbuhan Indonesia cukup
menggembirakan di awal pemerintahannya, yakni 5,69 persen pada 2005.Pada 2006,
pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit melambat jadi 5,5 persen. Di tahun
berikutnya, ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6 persen, tepatnya 6,35
persen.Lalu, pada 2008, pertumbuhan ekonomi masih di atas 6 persen meski turun
tipis ke angka 6,01 persen. Saat itu, impor Indonesia terbilang tinggi. Namun,
angka ekspor juga tinggi sehingga neraca perdagangan lumayan berimbang.Pada
2009, di akhir periode pertama sekaligus awal periode kedua kepemimpinan SBY,
ekonomi Indonesia tumbuh melambat di angka 4,63 persen.
Perlambatan tersebut merupakan dampak krisis finansial
global yang tak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga ke negara lain. Pada
tahun itu, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga yang
membuat harga komoditas global naik.
"Saat Bank Sentral AS menarik dana dari publik, tidak
injeksi lagi, harga komoditas melambat lagi. Kita mulai keteteran," kata
Lana. "Ekspor kita memang tinggi, tapi impornya lebih tinggi," tambah
dia.Meski begitu, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi
walaupun melambat. Pada tahun itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk tiga
terbaik di dunia.Lalu, pada 2010, ekonomi Indonesia kembali tumbuh dengan capaian
6,22 persen. Pemerintah juga mulai merancang rencana percepatan pembangunan
ekonomi Indonesia jangka panjang.Pada 2011, ekonomi Indonesia tumbuh 6,49
persen, berlanjut dengan pertumbuhan di atas 6 persen pada 2012 yaitu di level
6,23 persen. Namun, perlambatan kembali terjadi setelah itu, dengan capaian
5,56 persen pada 2013 dan 5,01 persen pada 2014.
masa pemerintahannya, Joko Widodo atau yang lebih akrab
disapa Jokowi merombak struktur APBN dengan lebih mendorong investasi,
pembangunan infrastruktur, dan melakukan efisiensi agar Indonesia lebih berdaya
saing.Namun, grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia selama empat tahun masa
pemerintahan Jokowi terus berada di bawah pertumbuhan pada era SBY.Pada 2015,
perekonomian Indonesia kembali terlihat rapuh. Rupiah terus menerus melemah
terhadap dollar AS. Saat itu, ekonomi Indonesia tumbuh 4,88
persen."Defisit semakin melebar karena impor kita cenderung naik atau
ekspor kita yang cenderung turun," kata Lana.Di era Jokowi kata Lana, arah
perekonomian Indonesia tak terlihat jelas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) seolah hanya sebagai dokumen tanpa pengawasan dalam
implementasinya. Dalam kondisi itu, tak diketahui sejauh mana RPJMN
terealisasi. Ini tidak seperti repelita yang lebih fokus dan pengawasannya
dilakukan dengan baik sehingga bisa dijaga.
Berdasarkan asumsi makro dalam APBN 2018, pemerintah
memprediksi pertumbuhan ekonomis 2018 secara keseluruhan mencapai 5,4 persen.
Namun, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2018 ternyata tak cukup menggembirakan,
hanya 5,06 persen.Sementara pada kuartal II-2018, ekonomi tumbuh 5,27 persen
dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hanya ada sedikit perbaikan
dibandingkan kuartal sebelumnya.Namun, fakta mendapati, ekonomi Indonesia pada
2018 tumbuh 5,17 persen. Ini menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di era
Jokowi. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan porsi 5,08
persen.Pada 2016, ekonomi Indonesia mulai terdongkrak tumbuh 5,03 persen.
Dilanjutkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,17. Pada
2018, investasi menyumbang porsi 6,01 persen bagi pertumbuhan ekonomi, ekspor
4,33 persen, konsumsi pemerintahan 4,56 persen, konsumsi lembaga non-rumah
tangga 10,79 persen, dan impor 7,10 persen. Total PDB pada 2018 tercatat Rp 56
juta atau 3.927 dollar AS memakai kurs saat itu.
Tahun pemilu, 2019, Indonesia mencatatkan pertumbuhan
ekonomi 5,02 persen. Perang dagang AS-China, tensi geopolitik Timur Tengah, dan
harga komoditas yang fluktuatif dituding sebagai penyebab penurunan kinerja
ekonomi ini dibanding capaian pada 2018. Konsumsi rumah tangga
memberi andil 2,73 persen pada kinerja ekonomi 2019, sementara investasi
menyumbang 1,47 persen. PDB Indonesia pada 2019 tercatat Rp 59,1 juta atau
setara 4.175 dollar AS memakai kurs saat itu. Dan sampai ssat sekarang ini
menurun saya keaddan ekonomi indonesia mengalami kemunduran dengan bertambahnya
hutang indonesia. Program katu kerja yang diciptakan jokowi mengucurkan dana
yang tidak sedikit tapi tidak mendobrak peningkatan taraf ekonomi/kehidupan masyarakat.
Terlalu banyak pemabngunan tanpa memperhatikan keadaan keuangagn merupakan
langkah sesat dalam sistem ekonomi Indonesia. Dtambah lagi pemabnguna adalah
hasil utang dan mengurangi pengangguran warga asing sementara penduduk pribumi
kalah saing karena mereka lebih diutamakan. Program bantuan yang diberikan
tidak tepat sasaran bahkan dikorupsi oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Menurut saya musti
dilakukan perombakan program. Dengan perombakan program diharapkan program yang
dilaksanankan benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian bangsa.
Perlu adanya perombakan UUD hak kerja yang bisa menarik minat investor dan
menghasilkan lapangan pekerjaan yang tidak hanya mengutungkan pihak investor
tetapi juga menguntungkan pribumi.
Sosial-budaya
Sosial budaya Indonesia terus mengalami kemmajuan kearah
modernisasi tetapi amat disayangkan perubahan tersebut tidak hanya memberikan
dampak positif tetapi juga memberikan dampak negatif. Kuatnya arus modernisasi
mengakibatkan perubahan sosial budaya itu sendiri. Bagaiman tidak mungkin
dengan berkembangnya IPTEK budaya Indonesia mengalami kontaminasi oleh budaya
luar. Kurangya filter generasi muda untuk memilih mana budaya yang patut
dijadikan pedoman dan mana budaya yang harus dibuang. Akibatnya jati diri dan
kepribadian bangsa mulai pudar. Perhatikan bagaimana sosial/cara bergaul
generasi muda yang bebas dan pakaian yang ala barat .
Cara mengatasi hal tersebut perlu adanya penanaman
kharakter dan pewarisan kebudayaan dimulai dari keluarga, sekolah, masyarakat.
Pemerintah perlu mengatur dan memberikan wahana bagi generasi muda untuk
tertarik mempelajari budayanya.
IX. Bagaimana rekonstruksi Bangsa Indonesia agar menjadi bangsa
yang beradab (civilized) dan bergerak menuju masyarakat madani
a. Pendidikan yang bagaimana yang
diperlukan untuk mewujudkan masyarakat madani tersebut?
Jawab:
Salah satu cara untuk mewujudkan konsep masyarakat madani
adalah dengan demokratisasi pendidikan. Demokratisasi pendidikan berguna untuk
mempersiapkan calon-calon penerus bangsa agar terbiasa untuk bebas dalam
mengeluarkan pendapat, serta terbiasa untuk menghargai pendapat orang lain,
menumbuhkan keberanian moral yang tinggi, terbiasa bergaul dengan masyarakat,
serta mau mempelajari hal-hal terkait kemasyarakatan. Jika konsep masyarakat
madani dielaborasi dalam konteks pelaksanaan pendidikan maka masyarakat madani
dapat diwujudkan atas dukungan program pendidikan yang diterjemahkan sebagai
suatu kegiatan penyiapan peserta didik untuk menjadi warga negara yang baik secara
pengetahuan, keterampilan, sikap, spiritualitasdan sekaligus diterjemahkan
sebagai proses untuk mentrasfer nilai-nilai dan kebudayaan dari generasi ke
generasi berikutnya. Jika konsep masyarakat madani dipahami sebagai sebuah
bentuk Tatanan masyarakat kewargaan, masyarakat sipil, masyarakat beradab dan
berbudaya, maka secara spontan akan sejalan dengan tujuan pendidikan itu
sendiri.
Dengan kata lain, masyarakat harus saling menjaga
keseimbangan dalam penegakan hukum yang sehat dan demokrasi. Semua masyarakat memiliki
kedudukan yang sama, menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara
hendaknya dapat mewujudkan negara yang menjunjung tinggi demokrasi di
Indonesia.
b.Jelaskan lima pilar utama
terciptanya sebuah mayarakat madani!
Jawab:
Pilar penegakan masyarakat
madani adalah lembaga yang merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial
mengkritik kebijakan yang diskriminatif penguasa dan mampu memperjuangkan
aspirasi rakyat yang tertindas.Pilar-pilar meliputi:
1. Lembaga Swadaya Masyarakat
LSM
merupakan lembaga sosial yang didirikan oleh pemerintah yang tugas utamanya
adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang
tertindas.LSM dalam konteks pemberdayaan masyarakat madani kepada orang-orang
yang bertanggung jawab memegang tentang hal-hal penting dalam kehidupan
sehari-hari, seperti pelatihan dan sosialisasi program pengembangan masyaraka
2. Pers
Pers
adalah lembaga yang berfungsi untuk mengkritik dan menjadi bagian dari kontrol
sosial yang dapat menganalisa dan menerbitkan berbagai kebijakan pemerintah
yang berkaitan dengan warga negara. Selain itu, pers juga diharapkan untuk
menyajikan berita secara obyektif dan transparan.
3. Supremasi Hukum “Rule of Law”
Setiap
warga negara, baik duduk dipemerintahan atau sebagai orang harus tunduk pada
aturan atau hukum.Sehingga dapat mewujudkan hak-hak dan kebebasan di antara
warga negara dan antara warga dan pemerintah melalui cara-cara damai dan sesuai
dengan hukum yang berlaku. Aturan hukum juga memberikan jaminan dan
perlindungan terhadap segala bentuk penindasan individu dan kelompok yang
melanggar norma hukum dan segala bentuk penindasan hak asasi manusia.
4. Perguruan Tinggi
Perguruan
Tinggi adalah di mana kampus aktivis (dosen dan mahasiswa) yang merupakan
bagian dari kekuatan sosial dan masyarakat madaniyang bergerak melalui jalan
moral Porce untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritisi berbagai
kebijakan pemerintah.Namun, setiap gerakan membuatnya harus berada di jalur
yang benar dan memposisikan diri pada nyata dan realitas yang benar-benar
objektif dan bersuara bunga masyarakat.Sebagai penegakan pilar bagian dari
masyarakat madani, College memiliki tugas utama untuk menemukan dan menciptakan
ide-ide dan alternatif yang konstruktif untuk dapat menjawab permasalahan yang
dihadapi oleh masyarakat.
5. Partai Politik
Partai
politik merupakan wahana bagi warga negara untuk dapat menyalurkan aspirasi
politik politiknya.Partai menjadi tempat ekspresi politik warga negara sehingga
partai politik merupakan prasyarat bagi pembentukan masyarakat madani.
X. Pendidikan, modernisasi dan
pembangunan adalah tiga hal yang saling berkait dan berkembang secara simultan.
a.apa yang dimaksud dengan
modernisasi dan mengapa hal itu diperlukan?
Jawab:
Modernisasi
adalah perubahan-perubahan sosial/masyarakat yang bergerak dari keadaan yang
tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang
maju, berkembang dan lebih baik(modern).
Modernisasi diperlukan karena dengan adanya modernisasi
terjadi transfer teknologi dari negara
maju kepada negara berkembang sehingga berdampak pada kemajuan pembangunan.
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatakan
kehidupan suatu negara karena mampu bersaing dengan negara lain dari proses
modernisasi utuh yang dialami. Adanya modernisasi membuat cara berpikir
masyarakat berubah, semula irasional menjadi rasional. Tingkat kehidupan
menjadi lebih baik karena berkembangnya proses industrialisasi.
b.Bagaimana program pendidikan
yang bisa memodernisasi bangsa Indonesia tetapi tetap menjadi orang Indonesia?
Jelaskan.
Jawab:
Menurut saya program pendidikan yang cocok untuk
menghasilkan individu yang memodernisasi bangsa indonesia adalah melaui program
pendidikan merdeka belajar dengan tetap memasukan nilai kharakter dalam program
tersebut.penanaman nilai kharakter dan budaya dimaksudkan agar individu/
generasi yang dihasilkan moderniasai tanpa melupakan jati diri dan kebudayaan
bangsa. Karaena melalui penaman kharakter dan budaya bisa jadi filter dalam
menanggapi pengaruh luar yang bersifat negatif yang ditimbulkan dari proses
modernisasi tersebut.Penanaman nilai kharakter dan budaya perlu dimulai sejak
pendidikan dini/sekolah dasar .Melalui program merdeka belajar diharapkan
hubungan pendidik dan peserta didik tidak kaku lagi. Karena selama ini peserta
didik selalu merasa canggung untuk mengutarkan keinginan dan pendapatnya. Dari sinilah
perlu adanya program pendidikan merdeka belajar dengan memasukan kebebasan
demokrasi yang terarah dengan batasan yang wajar dalam pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar