Jumat, 08 Januari 2021

jawaban ujian semester landasan ilmu pendidikan, due date 7 januari 2020

 Ujian Akhir Semester Juli-Desember 2020

Matakuliah      : Landasan Ilmiah Ilmu Pendididikan

Dosen              : Prof. Dr. Azwar Ananda,MA

Waktu             : 120 menit.

Sifat                : Open Books

Mahasiswa      : Yanti Elfika Desti

Jurusan            : Pascasarjana Pendidikan Biologi

NIM                : 18177038

 

Petunjuk: Jawablah 9 dari 11 soal di bawah ini dengan baik dan benar. Kalau ada jawaban yang sama dengan orang lain maka saudara dianggap tidak mengikuti UAS.

I. Amy Gutmann dalam bukunya Democratic Education menguraikan dengan sangat jelas bagaimna praktek pendidikan yang demokrasi yang bagi Amy Gutmann berujung pada lahirnya School Based Manajemen atau manajemen berbasis sekolah:

a. Uraikan denga jelas tiga teori yang dikemukakan Amy Gutmann dalam menganalisis pemegang otoritas pendididikan di suatu negara.

Jawab:

Amy Guttman telah menguji dan menolak tiga teori yang popular dan memiliki filosofis yang kuat. Teori – teori tersebut adalah :

a. The family state theory

Teori ini mengatakan bahwa otoritas pendidikan berada ditangan Negara.

b.  The state family theory

Teori ini menempatkan otoritas pendidikan secara eksklusif berada ditangan orang tua, tidak didasarkan pada asumsi bahwa orang tua mempunyai hak azasi untuk menentukan otoritas sehingga tercapai kesejahteraan untuk anak – anak mereka.

c.   The state of individual theory

Teori ini menolak untuk meletakkan otoritas pendidikan ditangan siapapun tanpa jaminan bahwa pilihan-pilihan anak-anak tidak akan dirugikan, sesuai dengan cara hidup dan tidak bertentangan dengan orang lain.

Cara Amy Gutmann dalam menganalisis pemegang otoritas pendididikan di suatu negarasebagai berikut

Jika suatu Negara yang menerapkan demokrasi pendidikan tidak menjamin kebaikan berdasarkan ilmu pengetahuan atau otonomi keluarga atau kenetralan dalam pandangan hidup,apa gunanya pendapat dalam berbagi otoritas pendidikan? Pembagian otoritas pendidikan antara warga Negara, orang tua dan tenaga pendidik professional mendukung nilai inti dari demokrasi. Conscious social reproduction dalam demokrasi adalah bentuk yang sangat inklusif. Tidak seperti teori family state, democratic state mengenalkan nilai pendidikan orang tua dalam mengabadikan konsep hidup yang baik. Tidak seperti teori state of family, democratic state mengenalkan nilai otoritas professional yang memungkinkan anak anak untuk menghargai dan untuk mengevaluasi pandangan hidup selain dari yang diberikan oleh keluarga mereka. Tidak seperti teori state of individual, democratic state mengenalkan nilai pendidikan politik dalam mempengaruhi anak-anak dalam menerima pandangan hidup yang konsisten dengan membagi hak dan kewajiban warga Negara dalam masyarakat demokrasi.

b. Democratic education menurut Amy Gutmann melahirkan School Based Mangement (SBM). jelaskan konsep dasar dari SBM dan apa batasan yang harus dipatuhi.

Jawab:

Konsep dasar dari SBM adalah otonomi luas pada tingkat sekolah, Otonomi diberikan agar sekolah leluasa mengelola sumber daya dan sumber dana sesuai dengan kebutuhannya. Pada sistem SBM,  sekolah secara mandiri menggali, mengalokasikan, menentukan prioritas, mengendalikan dan mempertanggungjawabkan pemberdayaan sumber-sumber baik kepada masyarakat atau pemerintah.

           

Batasan yang yang harus dipatuhi oleh SBM:

            1. SBM harus mendapat dukungan staf sekolah.

2. SBM lebih mungkin berhasil jika diterapkan secara bertahap.

Kemungkinan diperlukan lima tahun atau lebih untuk menerapkan MBS secara berhasil.

3. Staf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya, pada saat yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran komunikasi yang baru.

4. Harus disediakan dukungan anggaran untuk pelatihan dan penyediaan waktu bagi staf untuk bertemu secara teratur.

5. Pemerintah pusat dan daerah harus mendelegasikan wewenang kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah selanjutnya berbagi kewenangan ini dengan para guru dan orang tua murid.

 

II. Manusia adalah makhluk unik yang disebut juga makhluk monodualis yaitu manusia yang memiliki potensi jasmaniah dan potensi rohaniah yang harus dikembangkan melalui pendidikan:

  1. Jelaskan bagaimana rekonstruksi kurikulum yang sesuai dengan hakekat manusia sehingga tercipta manusia Indonesia yang paripurna dimasa depan (Sesuai dengan UU No.20/2003).

Jawab:

Berdasarkan undang-undang Sisdiknas No.20 tahun 2003 Bab I, bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan ada 2 formal dan informal. Pendidikan formal diatur atau dikendalikan kurikulum.Menurut Tilaar (2000 : 16) ada tiga hal yang perlu di kaji kembali dalam pendidikan. Pertama, pendidikan tidak dapat dibatasi hanya sebagai schooling belaka. Dengan membatasi pendidikan sebagai schooling maka pendidikan terasing dari kehidupan yang nyata dan masyarakat terlempar dari tanggung jawabnya dalam pendidikan. Oleh sebab itu, rumusan mengenai pendidikan dan kurikulumnya yang hanya membedakan antara pendidikan formal dan non formal perlu disempurnakan lagi dengan menempatkan pendidikan informal yang justru akan semakin memegang peranan penting didalam pembentukan tingkah laku manusia dalam kehidupan global yang terbuka. Kedua, pendidikan bukan hanya untuk mengembangkan intelegensi akademik peserta didik. Pengembangan seluruh spektrum intelegensi manusia baik jasmaniah maupun rohaniyahnya perlu diberikan kesempatan didalam program kurikulum yang luas dan fleksibel, baik didalam pendidikan formal, non formal dan informal. Ketiga, pendidikan ternyata bukan hanya membuat manusia pintar tetapi yang lebih penting ialah manusia yang berbudaya dan menyadari hakikat tujuan penciptaannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sindhunata (2000 : 14) bahwa tujuan pendidikan bukan hanya manusia yang terpelajar tetapi manusia yang berbudaya (educated and Civized human being).

 

Dengan demikian proses pendidikan dapat kita rumuskan sebagai proses hominisasi dan humanisasi yang berakar pada nilai-nilai moral dan agama, yang berlangsung baik di dalam lingkungan hidup pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa, kini dan masa depan.Untuk membentuk masyarakat Indonesia baru yaitu masyarakat madani yang diridhoi Allah swt. tentunya memerlukan paradigma baru. Paradigma lama tidak memadai lagi untuk digunakan. Kurikulum 2013 telah menyeimbangkan antara paham religius dengan kehidupan masyarakat. Namun kurikulum 2013 ini perlu diperbaiki lagi dalam memudahkan pelaksanaanya.Suatu masyarakat yang religius dan demokratis tentunya memerlukan berbagai praksis pendidikan yang dapat menumbuhkan individu dan masyarakat yang religius dan demokratis pula.

Masyarakat yang tertutup, yang sentralistik, yang mematikan inisiatif berfikir manusia dan jauh dari nilai-nilai moral dan agama Islam bukanlah merupakan pendidikan yang kita inginkan. Pada dasarnya paradigma pendidikan nasional yang baru harus dapat mengembangkan tingkah laku yang menjawab tantangan internal dan global dengan tetap memiliki keyakinan yang kuat terhadap Allah dan Syariatnya. Paradigma tersebut haruslah mengarah kepada lahirnya suatu bangsa Indonesia yang bersatu, demokratis dan religius yang sesuai dengan kehendaknya sebagai wujud nyata fungsi kekhalifahan manusia dimuka bumi. Penggunaan metode kepemimpinan yang demokratis dalam pendidikan memungkinkan guru – guru untuk membina kelas secara demokratis dengan meletakkan titik berat pada aktifitas bersama dengan penghargaan akan keperluan, integrasi dan potensi semua anggota kelas. Kelas yang demikian menyediakan kesempatan luas untuk memperoleh sukses dan hasil yang kreatif.Pada era globalisasi ini pendidikan kepemimpinan hendaknya lebih diperhatikan. Guru – guru yang merasakan suasana kerja yang demokratis akan mempunyai kecenderungan untuk menciptakan suasana yang sama dalam kelasnya. Adalah sangat penting untuk secara terus – menerus menganalisis dan merumuskan kembali nilai – niali demokrasi , sebab hasilnya akan menentukan masa yang akan datang.

Oleh sebab itu, penyelenggaraan pendidikan yang sentralistik dan sekurelistik baik didalam manajemen maupun didalam penyusunan kurikulum yang kering dari nilai-nilai moral dan agama harus diubah dan disesuaikan kepada tuntutan pendidikan yang demokratis dan religius. Demikian pula di dalam menghadapi kehidupan global yang kompetitif dan inovatif, maka proses pendidikan haruslah mampu mengembangkan kemampuan untuk berkompetensi didalam kerja sama, mengembangkan sikap inovatif dan ingin selalu meningkatkan kualitas. Demikian pula paradigma pendidikan baru bukanlah mematikan kebhinekaan malahan mengembangkan kebhinekaan menuju kepada terciptanya suatu masyarakat Indonesia yang bersatu di atas kekayaan kebhinekaan mayarakat dan bangsa Indonesia.

 

  1. Masyarakat yang baik memiliki sistem pendidikan yang baik dan begitu juga sebaliknya. Bagaimana keadaan pendidikan di Indonesia pada saat ini jika dikaitkan dengan prinsip (adagium) ini. Jelaskan dengan teori !

 

jawab:

Interaksi sosial secara global memberikan gambaran bahwa dalam dunia pendidikan maupun masyarakat luas diperlukan pemahaman yang baik dalam pencapaian kehidupan serta kebaikan bersama.Secara global interkasi yang terbangun dalam dunia pendidikan baik itu guru maupun murid harus serasi sesuai tujuan dari pendidikan tersebut.Pendidikan merupakan upaya mencerdaskan masyarakat serta anak bangsa, kedepannya dalam pendidikan ditanamakan aspek yang berkaitan dengan ilmu yang mempelajari makna hubungan antara manusia satu dengan yang lainnya tidak melihat pada perbedaan tetapi mengedepankan persamaan.Metode serta strategi harus tepat digunakan dalam memberikan arahan pada peserta didik.Dalam hubungan masyarakat luas banyak hal-hal yang tidak jelas diungkapkan secara kata-kata (lisan) berangkat dari hal tersebut teori interaksionisme simbolik yang ada harus dipahami sehingga tidak terjadi salah komunikasi atau interaksi terbangun berjalan kurang baik.

Interaksonalisme   simbolik   merupakan   dasar   pemikiran George  Ritzer  (1994)  ada  2  pemikiran  pokok  yaitu  pemikiran filsafat  pragmatism  dan  pemikiran  behaviorisme  psikologi.  Teori Interaksonalisme simbolik ini merupakan sisi lain dari pandangan yang   melihat   individu   sebagai   produk   yang   ditentukan   oleh masyarakat. Interaksonalisme     simbolik     berasal     dari     pemikiran Weberian, yang bertolak dari kegiatan interpretif terhadap subjek individu.Teori interaksonalisme simbolik menggunakan perspektif pendekatan  fenomenologi  yang  menempatan  bahwa  kesadaran manusia  dan  subjektif  sebagai  fokus  untuk  memahami  tindakan sosial.Interaksonalisme  simbolik  dalam  sosiologi  berfokus  pada individu, dengan demikian berusaha menganalisis interaksi antara individu  pada  tataran  mikro. Manusia sebagai makhluk monodualisme tidak dapat memisahkan antara jiwa dan raga sebagai satu kesatuan dalam perkembangannya. Pendidikan yang diberikan peserta didik diharapkan seimbang  antara aspek kognitif, efektif, dan psikomotorik. Melalui proses pendidikan peserta didik mendapatkan pengelaman dan pengembangan kognitif, afektif, dan psikomomotorik. Upaya pendidikan adalah mengembangkan ketiga aspek tersebut secara harmonis sehingga manusia mampu memenuhi kebutuhannya.

Sekolah adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota-anggota masyarakat dalam bidang pendidikan. Hubungan sekolah dan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengertian anggota masyarakat tentang kebutuhan pendidikan serta mendorong minat dan kerjasama para anggota masyarakat dalam rangka usaha memperbaiki sekolah. Hak hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat. Kemajuan sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkorelasi; kedua-duanya saling membutuhkan. Masyarakat adalah pemilik sekolah; sekolah ada karena masyarakat memerlukannya. Pendidikan sangat membantu masyarakat untuk dapat menjadi seseorang yang baik, berpengetahuan dan dapat mengembangkan pertumbuhan anak, begitu pula pendidikan tanpa masyarakat maka pendidikan tidak akan berjalan.

Pendidikan merupakan suatu proses social,karena berfungsi memasyarakatkan anak didik melalui proses sosialisasi di dalam masyarakat tertentu. Sekolah sebagai salah satu institusi pendidikan berperan juga sebagai institusi social,karena melalui lembaga tersebut anak dipersiapkan untuk mampu terjun dan aktif dalam kehidupan masyarakatnya kelak.anak-anak berasal dari masyarakat,dan mereka belajar tentang cara hidup dalam bermasyarakat. Oleh karena itu,sekolah harus bekerja sama dengan masyarakat dan program sekolah harus disusun dan diarahkan oleh masyarakat yang menunjang sekolah tersebut. Program pendidikan disusun dan dipengaruhi oleh nilai,masalah,kebutuhan,dan tantangan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu, kurikulum yang ideal dan actual harus disusun berlandaskan dasar sosiologis agar tercipta keseimbangan diantara keduanya dan terciptalah tujuan pendidikan yang sebenarnya.

Jika dilihat dari teori interaksonalisme yang mengartikan individu sebagai produk yang ditentukan oleh masyarakat maka jelas jika masyarakat yang baik sistem pendidikannya tentukan baik pula. Di Indonesia sistem pendidikan kita belum bisa dikatakan baik,sistem pendidikan kita masih dalam kata berkembang. Sistem pendidkan kitra bersifat kaku. Kurikulum 2013 yang dicipatakan tidak bisa diterapkan untuk semua jenjang pendidikan  untuk semua sekolah yang berbeda antara pedesaan dan perkotaan. Disini artinya pendidikan kita bersifat kaku karena tidak bisa diterapkan untuk kondisi dan jenjang pendidikan yang berbeda. Dari sistem pendidikan yang kaku menghasilkan individu/ lulusan yang tidak sesuai dengan harapan. Tujuan pendidikan yang dicanangkan tidak sesuai dengan harapan. Lulusan sekolah bahkan tidak bisa menjadi produk yang baik yang dapat bersaing secara nasional maupun global. Lihatlah bagaimana keadaan masyarakat indonesia, banyaknya angka krimailasasi yang terjadi dimasyarakat merupakan bukti bahwa ada yang salah dengan sistem pendidikan. Banyak kasus kejahatan dari masyarakat lapis bawah sampai para elit politik. Masalah ekonomi menjadi faktor kriminalisasi  bagi masyarakat atau bahkan para elit politik. Kasus pencurian dan korupsi merupakan salah satu contoh nyata bahwa masyarakat indonesia belum bisa dikatakan baik secra umum. Masyarakat yang buruk tentu sistem pendidikannya juga buruk. Karena pendidikan dan masyarakat adalah dua hal yang berhubungan erat saling pengaruh mempengaruhi.

 

III. Pendidikan dan nilai budaya adalah dua hal yang berkaitan seperti instrumen dan isi.

  1. Jelaskan tiga konflik nilai yang menjadi isu pendidikan di Amerika sampai saat ini.

Jawab:

 

Tiga konflik nilai yang menjadi isu pendidikan di Amerika sampai saat ini.

 

1.      Dinamika perubahan sosial masyarakat amerika serikat yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir sangat mempengaruhi pendidikan. Mulai dari tingkat pra sekolah sampai ke perguruan tinggi. Sebagai hasil emansipasi yang sejak lama diperjuangkan di amerika. Hampir semua wanita sudah mendapatkan pendidikan yang sama dengan pria dan selanjutnya kebanyakan wanita sudah mendapat tempat yang sangat luas dalam lapangan kerja, baik bagi mereka yang belum berkeluarga maupun yang sudah. Hal ini menyebabkan kekurangan waktu bagi seorang ibu mengawasi tumbuh kembang anaknya.

2.      Masyarakat Amerika Serikat saat ini dihadapkan pula pada masalah tingkat perceraian keluarga yang sangat tinggi dan mungkin yang tertinggi diantara negara-negara di dunia. Akibatnya adalah makin banyak anak-anak yang hidup atau tinggal dengan satu orang tua (umumnya dengan ibu) yang mau tidak mau harus bekerja untuk hidup mereka. Hal ini mempengaruhi mental dan psikis anak yang membutuhkan kasih sayang orangtua lengkap

3.      Amerika dalam sejarah pendidikannya juga harus menghadapi masalah-masalah pelik yang menyangkut degradasi moral anak bangsanya. Aborsi, drugs, free-sex merupakan contoh kegagalan dalam pendidikan moral dan budaya. Dimana anak usia sekolah sudah melakukan free sex tanpa takut akan  konsekuensinya, free sex yang terjadi pada ank usia sekolah mengakibatkan tingginya angka aborsi karena mereka belum siap mempunyai anak dan dalam masa sekolah tanpa pekerjaan yang jelas. Ditambah lagi dengan kurangnya perhatian oarang tua mengakibatkan anak melarikan diri keminuman keras.

 

  1. Jelaskan kaitan antara nilai ideal, kurikulum dan conscious of social reproduction dalam sebuah sistem pendidikan.

Jawab:

Nilai ideal adalah hal yang mutlak yang tidak bisa diubah dan menjadi patokan terbaik. Nilai ideal dalam sebuah krikulum adalah keberhasilan kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan yang dicita-citakan. Kurikulum mempengaruhi proses jalannya pendidikan. Pendidikan adalah satu salah satu proses yang dapat menjadai pelaku perubuhan dalam masyarakat. Amy gutman mengatakan  bahwa pendidikan adalah  conscious  social reproduction, yakni proses yang membuat warga negara  diberdayakan untuk menciptakan pengaruh( dalam arti kelembagaan dan segala perangkatnya) sehingga membentuk nilai dan sikap , serta bentuk-bentuk prilaku warga negara masa depan. Pendidikan seperti ini memiliki sifat transformatif yaitu menciptakan suasana yang mendorong perubahan. Pendidikan yang seperti itu bisa terjadi dengan kurikulum yang memasukan nilai demokrasi dalam proses pendidikan.

 

  1. Apakah konflik (No.2a) juga terjadi di Indonesia. Jelaskan dengan teori !

Jawab:

Indonesia juga mengalami konflik seperti yang dialami amerika. Faktor-faktor penyebab Pergaulan bebas yang terjadi di Indonesia yaitu faktor internal, faktor keluarga, faktor lingkungan sosial dan faktor teknologi informasi.

 

Faktor Internal

Faktor internal dapat di artikan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan keadaan dalam

diri individu, yang mengacu kepada tingkah laku dalam berkelompok maupun bermasyarakat yang menyangkut dengan kontrol diri, kesadaran diri, nilai-nilai keagamaan maupun gaya hidup.

Hirschi (Titisari, 2017) berpendapat bahwa individu dengan kontrol diri yang rendah memiliki karakteristik yang labil yang menyebabkan seseorang untuk melakukan tindakantindakan pidana atau tindakan yang menyimpang lainnya. Dalam hal ini dapat dimengerti bahwa kontrol diri ini berfungsi sebagai kemampuan untuk menahan/mencegah tingkah laku yang dapat merugikan diri sendiri, maupun orang lain.contoh akibat pergaulan bebsa yang banyak terjadi diindonesia banyak terjadi hamil dimasa sekolah,pembuangan bayi hasil hubungan pranikah, dan penggunaan minum keras dan obat terlarang.

Dan yang menjadi penyebab terjadinya pergaulan bebas dari faktor internal

Menurut Gunarsa (2006) adalah:

a. Kontrol diri, berkaitan dengan bagaimana individu mengendalikan emosi serta dorongandorongan dari dalam dirinya. Kurangnya kontrol diri yang memicu cepatnya remaja mengambil keputusan yang merugikan dirinya, dikarenakan tidak adanya benteng didalam diri sehingga akan cepatnya seseorang terjerumus dalam pergaulan bebas.

b. Kesadaran diri, Kurangnya kesadaran remaja terhadap pergaulan yang sedang dijalani

merupakan implikasi dari kurangnya pengetahuan remaja tersebut yang akan berdampak

terhadap pergaulan bebas.

c. Nilai-Nilai Keagamaan, Kurangnya pendidikan agama yang tidak diberikan sejak kecil

mengakibatkan remaja tidak memahami norma-norma yang berlaku dalam masyarakat,

tidak memahami tingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran agama dan apabilakepribadian remaja dipenuhi oleh nilai-nilai agama maka akan terhindarlah remaja

tersebut dari kelakuan-kelakuan yang tidak baik.

d. Life Style (Gaya Hidup), gaya hidup yang modern tidak terlepas dari kebiasaan remaja

dalam kehidupan sehari-hari, mengikuti gaya hidup atau tren orang barat merupakan suatupermasalahan yang timbul dan berakibat pada pergaulan bebas. Kesadaran akan pentingnya agama, khususnya agama islam menjadikan agama tersebut sebagai tuntunan dalam berperilaku yang harus dipupuk dalam diri seseorang khususnya remaja. Purnomowardani dkk (Yudhaprawira dan Uyun, 2017).

Hasil penelitian Komariah dkk (2015) mengungkapkan bahwa gaya hidup yang tidak sehat dapat berimbas pada pergaulan bebas bahkan perilaku menyimpang sepertimpenyalahgunaan narkoba, tawuran, seks bebas dan sejenisnya.

 

Faktor Keluarga

Orang tua atau keluarga sebagai pendidik utama bagi anaknya, merupakan panutan

utama seorang anak yang perilakunya akan ditiru dan di ikuti. Melahirkan dan memelihara

serta mendidik anak dengan baik adalah mewujudkan kebaikan bagi agama, orang tua, masyarakat, dan kebaikan untuk dunia dan akhirat. Lebih dari itu, keberadaan anak-anak

merupakan penyambung kehidupan orang tua setelah mereka wafat, berupa pahala amal

kebaikan. Juga mengekalkan nama baik dan mewarisi harta pusaka mereka (Ash- Sha’idi, 2000).

Menurut Djamarah (2004), pola asuh orang tua adalah upaya orang tua yang konsisten

dan persisten dalam menjaga dan membimbing anak dari sejak dilahirkan hingga remaja. Polaasuh orang tua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orang tua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Orang tua memiliki caradan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anaknya.

Berkaitan dengan hal ini, Lestari dkk (2017) menjelaskan bahwa biasanya remaja,terjerumus dalam pergaulan bebas karena disebabkan oleh kurangnya pengawasan/perhatianmdari orang tua. Dengan demikian, remaja merasa bebas untuk bertindak sesukanya tanpa perlummemikirkan dampak negatif yang dihasilkan dari pergaulan bebas.

Artikelsiana (2015) menjelaskan bahwa penyebab terjadinya pergaulan bebas dari

faktor keluarga adalah:

a. Taraf pendidikan keluarga, Rendahnya taraf pendidikan keluarga yang berpengaruh besar

sebagai penyebab terjadinya pergaulan bebas dimana orang tua tidak dapat memberikan

pengetahuan lebih bagaimana dampak yang terjadi apabila anak terjerumus dalam

pergaulan bebas.

b. Keadan keluarga yang tidak stabil (Broken Home). Keadaan keluaga sangat berpengaruh

pada tingkah laku atau perkembangan psikis remaja yang mana keadaan orang tua yang

tidak harmonis yang membuat perkembangan psikis anak terganggu dan anak cenderung

kesenangan diluar untuk merasa senang, dan melupakan hal yang terjadi di keluarganya

karena orang tua tidak memberi kasih sayang, sehingga sang anak mencari kesenangan

diluar berbuntut pada pergaulan bebas.

c. Perhatian Orang tua. Kurangnya perhatiaan oleh orang tua yang sibuk dengan

pekerjaannya sehingga anak kurang mendapat perhatian lebih sehingga sang anak bebas

dalam beraktivitas dan cenderung anak jarang menceritakan masalah-masalah yang

terjadi.

d. Keadaan ekonomi keluarga. Ekonomi yang rendah dalam keluarga membuat anak merasa kurang mendapatkan kecukupan finansial maupun materil dan biasanya banyak pula yang putus sekolah yang membuat pergaulan anak tersebut dengan remaja yang

senasip yang membuat perilaku sang anak menjadi tambah parah.

 

Faktor Lingkungan Sosial

Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang

atau kelompok untuk dapat melakukan sesuatu tindakan serta perubahan-perubahan perilakusetiap individu. Lingkungan sosial yang kita kenal antara lain lingkungan keluarga, lingkungan ,teman sebaya, dan lingkungan tetangga. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertamakali dikenal oleh individu sejak lahir.

Menurut Amsyari (2000:12), lingkungan sosial merupakan “manusia-manusia lain yang

ada disekitarnya seperti tetangga-tetangga, teman-teman, bahkan juga orang lain disekitarnyayang belum dikenal”.

Dalam kehidupan sehari-hari para remaja tidak terlepas dari pengaruh yang konstruktif

dan pengaruh destruktif. Sebenarnya kedua sifat itu telah ada semenjak manusia (remaja)

dilahirkan. Sifat-sifat ini akan berpengaruh pada para remaja, tergantung dimana remaja ituberada. Jika remaja tersebut ada pada lingkungan yang baik maka yang akan dominan adalahmpola tingkah laku yang baik pula (Aisyah, 2013).

 

Artikelsiana (2015) menjelaskan bahwa yang menjadi penyebab terjadinya pergaulan bebas dari faktor lingkungan sosial adalah:

a. Kurang berhati-hati dalam berteman (Pergaulan). Teman dapat menuntun kita ke arah yang positif dan negatif dimana sebagian besar pergaulan bebas terjadi karena berteman dengan orang yang tidak baik. Kuatnya pengaruh teman sebaya membuat remaja lebih banyak berada diluar rumah bersama teman-temannya, maka dapat dimengerti bahwa temanteman sebaya lebih cepat berpengaruh terhadap perilaku dari pada keluarganya.

b. Keadaan lingkungan tempat tinggal. Lingkungan sekitar merupakan faktor pembentuk

keperibadian seseorang, jika di lingkungan tersebut merupakan lingkungan yang kurang

kondusif maka sang anak akan terjerumus ke dalam pergaulan bebas dimana kita ketahui

bahwa perkembangan seseorang lebih ditentukan pada lingkungan dari pada keluarga.

 

Faktor Teknologi Informasi

Teknologi informasi adalah sebuah perangkat yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi melalui gadget maupun komputer .Tujuan dari teknologi informasi adalah menyelesaikan masalah, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan efektifitas dan efesiensi didalam melaksanakan suatu pekerjaan. Maka dengan adanya teknologi informasi membuat manusia lebih mudah dan efesien dalam melakukan pekerjaan. Namun teknologi informasi tidak hanya berdampak positif tapi berdampak negatif juga.

Menurut Setiawan (2009), Salah satu kelemahan internet yang paling nyata dan merusak adalah item-item asusila yang tak bermoral dengan mudah diakses di jaringan internet

dan secara tidak langsung menyebabkan para remaja melanggar norma-norma yang berlaku.Senada dengan ini, Artikelsiana (2015) menyatakan bahwa adanya internet memudahkan untuk mengakses jenis macam budaya yang tidak sesuai dengan norma ketimuran. Sehingga mudahnya anak untuk mengerti akan perbuatan yang mengandung konten pornografi mengakibatkan terjerumusnya anak kedalam pergaulan bebas.

 

Dari uraian di atas jelas, bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas sangat kompleks. Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi melihat kenyataan bahwa pergaulan remaja sekarang sangatlah bebas, dimana free seks juga sering terjadi pada remajaremaja yang sedang menjalin masa pacaran, mereka berdalih apa yang mereka lakukan sebagai wujud kasih sayang terhadap sang pacar. Hal ini sangat membuat resah orang tua khususnya dan masyarakat pada umumnya, namun kebanyakan para orang tua dan masyarakat hanya menyalahkan pelaku seks bebas tanpa melihat latar belakang terjadinya perilaku seks bebas,tersebut.

V. Masyarakat, Pendidikan dan kebudayaan adalah saling berkaitan.

a.Jelaskan hakekat sebuah masyarakat dengan mengaplikasikan tiga teori yang ada!

Jawab:

Teori-teori tentang hakekat masyarakat yang berkembang dan dianut dunia pada umumnya hingga dewasa ini adalah:

  1. Teori Atomistic

Hakekat masyarakat terutama pada individu-individu yang secara kodrati (alamiah) memiliki hak-hak asasi berupa hidup, kemerdekaan, hak milik, cita-cita dan sebagainya. Dengan demikian individu seperti (analogis) atom-atom sebagai unsur terkecil pembentuk suatu wujud benda (materi). Karena itu teori ini dinamakan teori atomisme. Menurut teori ini, pada hakekatnya individu itu adalah atom yang membentuk masyarakat. Berdasarkan asas pandangan atomisme ini penghargaan kepada pribadi manusia adalah prinsip utama. Nilai-nilai sosial di dalam masyarakat berorientasi kepada martabat manusia, terutama self respect. Artinya setiap praktek tentang kehidupan di dalam masyarakat selalu diarahkan bagi pembinaan hak-hak asasi manusia, demi martabat manusia.

  1. Teori organisme

Pada dasarnya setiap individu dilahirkan dan berkembang di dalam masyarakat. Manusia lahir di dalam suatu keluarga, bukanlah atas kehendak dan pilihan bebas, melainkan berlangsung secara kodrati. Keadaan dan perkembangan seorang manusia sangat tergantung kepada orang lain, minimal kepada keluarganya. Makna individu hanyalah sebagai bagian atau unsur suatu organisme. Masyarakat adalah seperti satu tubuh suatu organisme, sedangkan individu adalah bagian-bagian daripada organisme itu. Ini berarti kehendak, gerak-gerik masyarakat bersifat utuh dalam melaksanakan fungsi yang didorong atas kehendak dan kepentingan kebersamaan. Peranan individu adalah seperti fungsi bagian-bagian suatu tubuh organisme, seperti tangan atau kaki alat-alat tubuh yang lain dalam gerak seseorang atau suatu organisme Prinsip pelaksanaan pola-pola kehidupan di dalam masyarakat menurut teori organisme ini ialah:

a.Bahwa kekuasaan dan kehendak masyarakat sebagai lembaga di atas hak, kepentingan, keinginan, cita-cita dan kekuasaan individu.

b.Lembaga masyarakat yang meliputi seluruh bangsa, secara nasional, bersifat totaliter. Pendidikan berfungsi mewujudkan warga negara yang ideal, dan bukan manusia sebagai individu yang ideal..

  1. Teori Integralistik

Menurut teori ini meskipun masyarakat sebagai suatu lembaga yang mencerminkan kebersamaan sebagai satu totalitas, namun tak dapat diingkari realita manusia sebagai pribadi. Sebaliknya manusia sebagai pribadi selalu ada dan hidup di dalam kebersamaan, di dalam masyarakat. Adanya eksistensi pribadi di dalam masyarakat sama dengan adanya suatu masyarakat. Dengan kata lain, jelas bahwa pribadi manusia adalah suatu realita di dalam masyarakat, seperti halnya masyarakat pun realita di antara bangsa-bangsa di dunia. Perwujudan masyarakat sebagai lembaga kehidupan sosial tiada bedanya dengan kehidupan suatu keluarga. Pelaksanaan asas-asas menurut teori integralistik dapat disamakan dengan teori kekeluargaan, adalah benda-benda keseimbangan antara hak-hak asasi dan kewajiban.

 

b.Manusia dididik agar dapat melaksanakan hak azazi dan kewajiban azazinya,bagaimana hal ini bisa tercipta dalam masyarakat Indonesia dimasa depan. Jelaskan !

Jawab:

Hak dan kewajiban merupakan suatu yang harus seimbang dalam kehidupan. Pendidikan harus bisa menanamkan sikap sadar akan hak dan kewajiban seorang siswa sebagai individu dan bagian dari kelompok masyarakat. Pelajaran agama dan pelajaran sosial lainnya tidak akan bisa membantu menumbukan kesadaran akan hak dan kewajiban azazi yang seimabng tanpa pedoman langsung dari guru ataupun oarng tua bahkan pemerintah selaku penanggung jawab akan hak dan kewajiban azazi warga negaranya. Pendidikan akan kesadran hak dan kewajiban bisa dimulai dari lingkungan kecil seperti keluarga. Orang tua sebagai cerminan anaknya tidak cukup sekedar memberi pendidikan akan pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban azazi tetapi jiuga harus memberikan contoh bagaimana mendapatkan hak dan kewajiban secara benar tanpa merugikan orang lain. Setelah adanya pengetahuan dasar yang didapatkan oleh seorang anak akan bertambah pengetahuannya jikalau guru memberikan pendiidkan akan kesadaran keseimbangan antara hak azazi dan kewajiban azazi disertai contoh sikap yangh bisa ditiru oleh mereka. Masyarakat juga berperan penting akan menjaga keseimbangan antara hak azazi dan kewajiban azazi anggotanya. Untuk mengatur keterlaksanaan hak dan kewajiban diperlukan undang-undang yang berlaku untuk semua secara adil, jika terjadi pelanggaran atas hak dan kewajiban tersebut tanpa memenadang kasta sosial. Pemeritah selaku pihak tertinggi disuatu negara harus bisa melindungi hak dan kewajiban warga negaranya. Pemerintah memiliki kedudukan yang sama jika melanggar keseimbangan hak dan kewajiban yang sudah diatur. Disini pentingnya pemerintah yang beranggotakan orang orang yang memiliki keasadran akan hak dan kewajiban dirinya bahkan warga negaranya. Jika semua pihak telah sadar akan hak dan kewqajiban yang harus didapatkanya maka tercipta lah masyarakat masa depan yang aman damai dengan hak dan kewajibanya seimbang bagi semua kalangan.

 

VI. Pendidikan dalam masyarakat modern dan sederhana adalah dua hal yang masing-masing punya kekuatan dan kelemahan:

a.Jelaskan lima karakteristik masyarakat sederhana dan modern dikaitkan dengan sistem pendidikannya.

Jawab:

  1. Masyarakat sederhana sangat homogen; sebagian besar anggota-anggotanya memliki pengetahuan dan perhatian yang sama dan biasa dengan pemikiran,sikap-sikap dan aktivitas dari seluruh anggota masyarakat sedangkan masyarakat modern industri kompleks,terspesialisasi dan rapat penduduknya dan banyak informasi yang terkumpul.
  2. Dalam masyarakat modern unit keluarga yang tipikal adalah keluarga batin, yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak sedangkan dalam masyarakat sederhana unit keluargnya adalah keluarga luas,atau kelompok kekerabatan yang terdiri dari generasi yang diikat bersama melalui garis laki-laki
  3. Dalam masyarakat modern meyakini akan kemajuan dan bersifat terbuka,ia berpendapat bahwa kondisi kemanusiaan,fisik dan spritual dapat diperbaiki sedangkan pada masyarkat sederhana semuanya itu tidak bisa dirubah,manusia dan lingkungannya membentuk satu kesatuan yang tidak bisa dibagi.
  4. Masyarakat sederhana dalam memenuhi kebutuhannya relatif tetap dan dikenal semua sedangkan masyarakat modern mesti harus terus menerus menciptakan kebutuhan-kebutuhan baru untuk mengerakkan roda ekonomi.
  5. Anak –anak dalam masyarakat modern terhadap pendidikan mempunyai sebab –sebab berlawanan,ketidak mampuannya menghubungkan informasi yang diperolehnya disekolah dengan apa  yang mesti dia ketahui supaya bekerja produktif dan menikmatinya dalam kehidupannya. Sementara anak-anak masyarakat sederhana selalu dalam hubungan yang intim dengan visi orang dewasa terhadap keterampilan yang sedang dipelajarinya,sebaliknya anak-anak masyarakat modern pada umumnya terpisah  secara fisik dan psikologi dari pekerjaan-pekerjaan yang akan menggunakan pengetahuanya.

Pendapat  R.Tilaar tentang karakteristik masyarakat modern dikaitkan dengan sistem pendidikannya:

1)      Bersifat terbuka, mau menerima kritikan, gagasan , masukan untuk kemajuan yang Saling mempengaruhi antara manusia dan lingkungan dengan tujuan menciptakan perubahan secara timbal balik.

2) berpikir untuk masa depan. Usaha untuk mengeksplorasi lingkungan dalam rangka untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ditimbulkan dari lingkungan itu sendiri.

3) menghargai waktu, Dorongan rasa ingin tahu dan ingin mengatasi tantangan-tantangan menyebabkan manusia ingin mengusasi lingkungan.

4) Berpikir lebih objektif  melihat segala sesuatu dari sudut fungsi dan kegunaan bagi masyarkatan  dan rasional (mengutamakan akal dan pikiran daripada pendapat emosi)

5) Selalu berusaha untuk memahami semua gejala yang dihadapi dan bagaimana

mengorganisasikannya sehingga kehidupannya lebih baik.

 

Kharakteristik masyarakat sederhana dikaitkan dengan sistem pendidikannya meliputi:

1) Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan

dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.

2) Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.

3) Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan

keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja. (lawannya Universalisme).

4) Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan. (lawanya prestasi).

5) Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar

 

b.Apakah yang bisa diambil dari karakteristik kedua masyarakat itu dalam memecahkan masalah pendidikan di Indonesia masa kini.

Jawab:

Masalah pendidikan di Indonesia sangat beragam. Kharakteristik masyarakart modern dan sederhana memiliki kelebihan dan kekurangan jika digunakan dalam mengatasi masalah pendidikan.  Masalah pendidikan diIndonesia dikota adanya pergaulan bebas dimana para pelakunya anak yang masih sekolah untuk mengatasinya para orang tua dan masyarakat perlu meniru cara masyarakat desa bagaimana mereka mendidik anaknya dan menerapkan kesadaran akan budaya malu dan pedidikan agama yang kuat. Pola asuhan masyarakat desa tentang prilaku dan pergaulan perlu ditiru oleh masyarakat modern. Masalah pendidikan yang lain kurangnya minat baca didesa dan dikota. Lebih parah algi minat baca masyarakat desa lebih rendah dari masyarakat kota hal ini terjadi  karena kurangya sarana dan prasarana untuk mereka membaca buku tanpa mengeluarkan biaya. Karena kita tahu kehidupan sebagian oarang didesa masih dibawah garis kemiskinan dan kurangnya penghargaan waktu bagi orang desa. Harusnya ada tim penyuluh dari pemerintah untk mengarah atau membuka lapanmgan pekerjaan didesa agar waktu yang dimiliki tidak terbuang dan memberikan dampak kenaikan pendapat masyarakat desa/masyarakat sederhana. Dengan peningkatan taraf kehidupan masyarakat diodesa bisa berdampak atas kenaikan kualitas pendidikan.  Masalah tidak meratanya sarana dan prasarana pendidikan perlu mendapat perhatian. Dengan cara   menyediakkan sarana dan prasarana untuk daerah yang membutuhkan. Pembangunan harusnya diutamamkan didesa karena desa lah memiliki keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.

 

VII. Pendidikan dan konten kurikulum sangat penting dianalisa secara filosofis atau secara ontologi, epistemologi dan axiologi.

a.Jelaskan apa yang dimaksud dengan analisa filosofis terhadap pendidikan dan mengapa hal itu diperlukan. Jelaskan dengan teori!

Jawab:

Analisa filosofis terhadap pendidikan mengandung makna analisa dan pemikiran yang dalam mengenai masalah yang bersifat mendasar dan mendalam, persoalan-persoalan yang tidak mungkin terjawab dengan menggunakan analisa ilmiah semata-mata.,jawaban yang dapat menunjukkan hakiki dan kearah mana pendidikan itu dibawa. Misalnya : Untuk apakah sebenarnya sekolah itu didirikan? Anak didik itu ada sebagai ia berada, sedangkan masyarakat dan menginginkan anak didik terbina sesuai ideology yang telah digariskan. Maka timbul pertanyaan, apakah yang seharusnya pendidik itu lakukan untuk memimpin anak didik itu untuk mewujudkan tujuan tersebut.

 

Filsafat pendidikan telah sewajarnya dipelajari oleh mereka yang memperdalam ilmu pendidikan dan keguruan. Ada beberapa alasan untuk ini :

a)      Adanya problema-problema pendidikan yang timbul dari zaman ke zaman yang menjadi perhatian ahlinya masing-masing. Pendidikan adalah usaha manusia untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin bangsa dan masyarakat. Banyak tulisan yang dihasilkan oleh ahli pikir, dan tidak jarang gagasan ahli yang satu mempengaruhi ahli-ahli yang lain. Corak gagasan yang berlandaskan filsafat sering timbul dari ahli-ahli pikir ini. Hal ini masuk dalam lapangan filsaafat pendidikan.

b)      Dapatlah diperkirakan bahwa bagi barang siapa yang mempelajari filsafat pendidikan dapat mempunyai pandangan-pandangan yang jangkauannya melampau hal-hal yang ditemukan secara eksperimental atau empiris. Maka dari itu filsafat pendidikan dapat diharapkan merupakan bekal untuk meninjau pendidikan beserta masalah-masalahnya secara kritis.

c)      Dapat terpenuhinya tuntutan intelektual dan akademik. Dengan landasan azas bahwa berfilsafat adalah berpikir logis yang runtut, teratur dan kritis. Maka berfilsafat pendidikan berarti memiliki kemampuan semacam itu. Oleh karena itu diharapkan dapat mempunyai pengaruh terbentuknya pribadi pendidik yang baik. Maka, mempelajari filsafat pendidikan itu mengandung optimisme dan menggembirakan.

 

 

b. Jelaskan lima fungsi filsafat bagi pendidikan. Jelaskann jawaban saudara.

Jawab:

 

Pentingnya filsafat sebagai berikut:

  1. Dengan mempelajari filsafat diharapkan bisa menambah pengetahuan, dengan bertambahnya suatu ilmu, maka bertambahlah cakrawala pemikiran dan pengalaman.
  2. Dasar seluruh tindakan, Sebetunya filsafat mengandung ide-ide, dengan ide itulah yang mampu membawa manusia menuju ke arah kemampuan dalam merentang kesadaran di setiap tindakannya. Dengan begitu manusia akan lebih tanggap terhadap lingkungan dan dirinya.
  3. Dengan berfilsafat, maka akan lebih menjadi manusia, lebih membangun dan mendidik dirinya sendiri.
  4. Dari pelajaran filsafat diharapkan setiap manusia dapat berfikir tentang dirinya sendiri.
  5. Memberi dasar-dasar pengetahuan kita, memberi tatapan atau pandangan yang sintesis sehingga semua pengetahuan termasuk dalam kesatuan.
  6. Agar hidup ini dipimpin oleh pengetahuan. Hal ini karena mengetahui kebenaran yang terdasar berarti tahu dasar-dasar hidup.
  7. Memiliki kepentingan yang istimewa, hal ini karena filsafat memberi dasar-dasar ilmu pengetahuan yang lainnya tentang manusia, misalnya sosiologi, ilmu mendidik, ilmu jiwa dan lain sebagainya

 

 

 

VIII. Kehidupan masyarakat Indonesia pasca reformasi ditandai dengan variabel positif dan negatif. Variabel negatif antara lain brutal, anarkhis, main bakar, kekerasan, pelanggaran aturan dan lain.

a.Bagaimana pendidikan bisa memperbaiki tingkah-polah/karakter  yang destruktif tersebut? Jelaskan!

Jawab:

Pola destruktif banyak terjadi pada masa pasca reformasi,hal ini wajar karena saat itu kondisi dan stabilitas indonesia belum baik. Dengan perbaikan kurikulum dari tahun ketahun membuat pendidikan indonesia mejadi lebih baik ditambah lagi generasi yang melek akan IPTEK semakin banyak. perubahan kurikulum terlihat sampai sekarang menuju kesempurnaan dengan pemasukan nilai kharakter. Nilai kharakter dimasukan supaya generasi yang dihasilkan cerdas baik pengetahuan, sikap, kemampuan dan sprirualitas. Program pendidikan yang terus berkembang mebaut masyarakt jadi berkembang pula. Pola prilaku destruktif mulai berkurang. Ditambah lagi dukungan atau perundangan yang berlaku sudah terlaksana lebih baikk dari sebelumnya. Modernisasi pendidikan dan pengaturan demokrasi meminimalisir pola destruktif tersebut.

 

b.Bagaimana pendapat saudara terhadap keadaan kehidupan bangsa pada masa pasca reformasi dan bagaimana langkah yang ditempuh guna memperbaikinya. Jelaskan dengan teori. !

Jawab:

Reformasi merupakan suatu perubahan tatanan kehidupan lama dengan kehidupan baru dan secara hukum menuju ke arah yang baik. Pola kehidupan masyarakat ikut berubah seiring berubahnya pola pemerintahan dari Orde Baru ke masa reformasi. Perubahan ini terjadi dalam berbagai bidang antara lain dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

 

Politik

Salah satu perubahan besar yang terjadi pasca-reformasi adalah pembatasan kekuasaan presiden. Pada era Orde Baru, Soeharto dapat dipilih berkali-kali sebagai presiden tanpa ada periode pembatasan.Selain itu, wewenang presiden pada era reformasi tak sekuat seperti di era Soeharto berkuasa selama 32 tahun. Misalnya, presiden bukan lagi satu-satunya pihak yang punya kekuasaan untuk membentuk undang-undang.Sesuai Pasal 5 UUD 1945, pasca-amandemen, presiden tak lagi memiliki kekuasaan tunggal dalam pembentukan UU, tetapi hanya berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR. Adanya 4 kali amandemen terhadap UU.

Sistem demokrasi pun mulai diterapkan dengan baik di era reformasi. Hal yang paling menonjol adalah sistem pemilihan umum yang memungkinkan presiden dipilih langsung, tidak lagi dipilih melalui oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui Sidang Umum MPR.Kemudian, terdapat sejumlah perubahan lembaga negara. Dihilangkannya Dewan Pertimbangan Agung sebagai penasihat presiden, menjadi salah satu contohnya.Sebaliknya, di era reformasi, muncul sejumlah lembaga negara baru seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Komisi Yudisial.

Terbentuk KPK pada tahu 2002 untuk menyelidiki kasus korupsi pejabat elite, mulai dari menteri, ketua lembaga negara, ketua umum partai politik, hakim, hingga kepala daerah.

Konsekuensinya, pemerintah bersama DPR segera menyusun Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Aturan ini secara lebih detail mengatur bahwa daerah dapat secara optimal mengelola sumber daya alamnya.maka terbentuk lah otonomi daerah yang mana daerah punya kuasa tuk memajukan dan mengelola sumber dayanya. Adanya pilpres langsung merupakan bagian dari demorasi yang diatur UU sebagai bukti bahwa hak warga negara diakui.

 

Ekonomi

PEMERINTAHAN Presiden Baharuddin Jusuf Habibie dikenal sebagai rezim transisi. Salah satu tantangan sekaligus capaiannya adalah pemulihan kondisi ekonomi, dari posisi pertumbuhan minus 13,13 persen pada 1998 menjadi 0,79 persen pada 1999. Habibie menerbitkan berbagai kebijakan keuangan dan moneter dan membawa perekonomian Indonesia ke masa kebangkitan. Kurs rupiah juga menguat dari sebelumnya Rp 16.650 per dollar AS pada Juni 1998 menjadi Rp 7.000 per dollar AS pada November 1998.Pada masa Habibie, Bank Indonesia mendapat status independen dan keluar dari jajaran eksekutif.

Gus Dur meneruskan perjuangan Habibie mendongkrak pertumbuhan ekonomi pasca krisis 1998. Secara perlahan, ekonomi Indonesia tumbuh 4,92 persen pada 2000.Gus Dur menerapkan kebijakan desentralisasi fiskal dan otonomi daerah. Pemerintah membagi dana secara berimbang antara pusat dan daerah. Kemudian, pemerintah juga menerapkan pajak dan retribusi daerah. Meski demikian, ekonomi Indonesia pada 2001 tumbuh melambat menjadi 3,64 persen.

masa pemerintahan Megawati, pertumbuhan ekonomi Indonesia secara bertahap terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2002, pertumbuhan Indonesia mencapai 4,5 persen dari 3,64 persen pada tahun sebelumnya.

 

Kemudian, pada 2003, ekonomi tumbuh menjadi 4,78 persen. Di akhir pemerintahan Megawati pada 2004, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen.Tingkat kemiskinan pun terus turun dari 18,4 persen pada 2001, 18,2 persen pada 2002, 17,4 persen pada 2003, dan 16,7 persen pada 2004."Saat itu mulai ada tanda perbaikan yang lebih konsisten. Kita tak bisa lepaskan bahwa proses itu juga dipengaruhi politik. Reformasi politik juga mereformasi ekonomi kita," kata Lana.Perbaikan yang dilakukan pemerintah saat itu yakni menjaga sektor perbankan lebih ketat hingga menerbitkan surat utang atau obligasi secara langsung.Saat itu, kata Lana, perekonomian Indonesia mulai terarah kembali. Meski tak ada lagi repelita seperti di era Soeharto, namun ekonomi Indonesia bisa lebih mandiri dengan tumbuhnya pelaku-pelaku ekonomi.

ertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) relatif stabil. Pertumbuhan Indonesia cukup menggembirakan di awal pemerintahannya, yakni 5,69 persen pada 2005.Pada 2006, pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit melambat jadi 5,5 persen. Di tahun berikutnya, ekonomi Indonesia tumbuh di atas 6 persen, tepatnya 6,35 persen.Lalu, pada 2008, pertumbuhan ekonomi masih di atas 6 persen meski turun tipis ke angka 6,01 persen. Saat itu, impor Indonesia terbilang tinggi. Namun, angka ekspor juga tinggi sehingga neraca perdagangan lumayan berimbang.Pada 2009, di akhir periode pertama sekaligus awal periode kedua kepemimpinan SBY, ekonomi Indonesia tumbuh melambat di angka 4,63 persen.

Perlambatan tersebut merupakan dampak krisis finansial global yang tak hanya dirasakan Indonesia tetapi juga ke negara lain. Pada tahun itu, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga yang membuat harga komoditas global naik.

 

"Saat Bank Sentral AS menarik dana dari publik, tidak injeksi lagi, harga komoditas melambat lagi. Kita mulai keteteran," kata Lana. "Ekspor kita memang tinggi, tapi impornya lebih tinggi," tambah dia.Meski begitu, Indonesia masih bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi walaupun melambat. Pada tahun itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk tiga terbaik di dunia.Lalu, pada 2010, ekonomi Indonesia kembali tumbuh dengan capaian 6,22 persen. Pemerintah juga mulai merancang rencana percepatan pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang.Pada 2011, ekonomi Indonesia tumbuh 6,49 persen, berlanjut dengan pertumbuhan di atas 6 persen pada 2012 yaitu di level 6,23 persen. Namun, perlambatan kembali terjadi setelah itu, dengan capaian 5,56 persen pada 2013 dan 5,01 persen pada 2014.

masa pemerintahannya, Joko Widodo atau yang lebih akrab disapa Jokowi merombak struktur APBN dengan lebih mendorong investasi, pembangunan infrastruktur, dan melakukan efisiensi agar Indonesia lebih berdaya saing.Namun, grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia selama empat tahun masa pemerintahan Jokowi terus berada di bawah pertumbuhan pada era SBY.Pada 2015, perekonomian Indonesia kembali terlihat rapuh. Rupiah terus menerus melemah terhadap dollar AS. Saat itu, ekonomi Indonesia tumbuh 4,88 persen."Defisit semakin melebar karena impor kita cenderung naik atau ekspor kita yang cenderung turun," kata Lana.Di era Jokowi kata Lana, arah perekonomian Indonesia tak terlihat jelas. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) seolah hanya sebagai dokumen tanpa pengawasan dalam implementasinya. Dalam kondisi itu, tak diketahui sejauh mana RPJMN terealisasi. Ini tidak seperti repelita yang lebih fokus dan pengawasannya dilakukan dengan baik sehingga bisa dijaga.

Berdasarkan asumsi makro dalam APBN 2018, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomis 2018 secara keseluruhan mencapai 5,4 persen. Namun, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2018 ternyata tak cukup menggembirakan, hanya 5,06 persen.Sementara pada kuartal II-2018, ekonomi tumbuh 5,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hanya ada sedikit perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya.Namun, fakta mendapati, ekonomi Indonesia pada 2018 tumbuh 5,17 persen. Ini menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di era Jokowi. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan porsi 5,08 persen.Pada 2016, ekonomi Indonesia mulai terdongkrak tumbuh 5,03 persen. Dilanjutkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,17. Pada 2018, investasi menyumbang porsi 6,01 persen bagi pertumbuhan ekonomi, ekspor 4,33 persen, konsumsi pemerintahan 4,56 persen, konsumsi lembaga non-rumah tangga 10,79 persen, dan impor 7,10 persen. Total PDB pada 2018 tercatat Rp 56 juta atau 3.927 dollar AS memakai kurs saat itu.

 

Tahun pemilu, 2019, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,02 persen. Perang dagang AS-China, tensi geopolitik Timur Tengah, dan harga komoditas yang fluktuatif dituding sebagai penyebab penurunan kinerja ekonomi ini dibanding capaian pada 2018. Konsumsi rumah tangga memberi andil 2,73 persen pada kinerja ekonomi 2019, sementara investasi menyumbang 1,47 persen. PDB Indonesia pada 2019 tercatat Rp 59,1 juta atau setara 4.175 dollar AS memakai kurs saat itu. Dan sampai ssat sekarang ini menurun saya keaddan ekonomi indonesia mengalami kemunduran dengan bertambahnya hutang indonesia. Program katu kerja yang diciptakan jokowi mengucurkan dana yang tidak sedikit tapi tidak mendobrak peningkatan taraf ekonomi/kehidupan masyarakat. Terlalu banyak pemabngunan tanpa memperhatikan keadaan keuangagn merupakan langkah sesat dalam sistem ekonomi Indonesia. Dtambah lagi pemabnguna adalah hasil utang dan mengurangi pengangguran warga asing sementara penduduk pribumi kalah saing karena mereka lebih diutamakan. Program bantuan yang diberikan tidak tepat sasaran bahkan dikorupsi oleh pihak tidak bertanggung jawab.

 Menurut saya musti dilakukan perombakan program. Dengan perombakan program diharapkan program yang dilaksanankan benar-benar dibutuhkan untuk meningkatkan perekonomian bangsa. Perlu adanya perombakan UUD hak kerja yang bisa menarik minat investor dan menghasilkan lapangan pekerjaan yang tidak hanya mengutungkan pihak investor tetapi juga menguntungkan pribumi.

 

Sosial-budaya

Sosial budaya Indonesia terus mengalami kemmajuan kearah modernisasi tetapi amat disayangkan perubahan tersebut tidak hanya memberikan dampak positif tetapi juga memberikan dampak negatif. Kuatnya arus modernisasi mengakibatkan perubahan sosial budaya itu sendiri. Bagaiman tidak mungkin dengan berkembangnya IPTEK budaya Indonesia mengalami kontaminasi oleh budaya luar. Kurangya filter generasi muda untuk memilih mana budaya yang patut dijadikan pedoman dan mana budaya yang harus dibuang. Akibatnya jati diri dan kepribadian bangsa mulai pudar. Perhatikan bagaimana sosial/cara bergaul generasi muda yang bebas dan pakaian yang ala barat .

Cara mengatasi hal tersebut perlu adanya penanaman kharakter dan pewarisan kebudayaan dimulai dari keluarga, sekolah, masyarakat. Pemerintah perlu mengatur dan memberikan wahana bagi generasi muda untuk tertarik mempelajari budayanya.

 

IX. Bagaimana rekonstruksi Bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang beradab (civilized) dan bergerak menuju masyarakat madani

a. Pendidikan yang bagaimana yang diperlukan untuk mewujudkan masyarakat madani tersebut?

Jawab:

Salah satu cara untuk mewujudkan konsep masyarakat madani adalah dengan demokratisasi pendidikan. Demokratisasi pendidikan berguna untuk mempersiapkan calon-calon penerus bangsa agar terbiasa untuk bebas dalam mengeluarkan pendapat, serta terbiasa untuk menghargai pendapat orang lain, menumbuhkan keberanian moral yang tinggi, terbiasa bergaul dengan masyarakat, serta mau mempelajari hal-hal terkait kemasyarakatan. Jika konsep masyarakat madani dielaborasi dalam konteks pelaksanaan pendidikan maka masyarakat madani dapat diwujudkan atas dukungan program pendidikan yang diterjemahkan sebagai suatu kegiatan penyiapan peserta didik untuk menjadi warga negara yang baik secara pengetahuan, keterampilan, sikap, spiritualitasdan sekaligus diterjemahkan sebagai proses untuk mentrasfer nilai-nilai dan kebudayaan dari generasi ke generasi berikutnya. Jika konsep masyarakat madani dipahami sebagai sebuah bentuk Tatanan masyarakat kewargaan, masyarakat sipil, masyarakat beradab dan berbudaya, maka secara spontan akan sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri.

 

Dengan kata lain, masyarakat harus saling menjaga keseimbangan dalam penegakan hukum yang sehat dan demokrasi. Semua masyarakat memiliki kedudukan yang sama, menjadi anggota masyarakat madani maupun perangkat negara hendaknya dapat mewujudkan negara yang menjunjung tinggi demokrasi di Indonesia.

 

b.Jelaskan lima pilar utama terciptanya sebuah mayarakat madani!

Jawab:

Pilar penegakan masyarakat madani adalah lembaga yang merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mengkritik kebijakan yang diskriminatif penguasa dan mampu memperjuangkan aspirasi rakyat yang tertindas.Pilar-pilar meliputi:


1. Lembaga Swadaya Masyarakat

LSM merupakan lembaga sosial yang didirikan oleh pemerintah yang tugas utamanya adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat yang tertindas.LSM dalam konteks pemberdayaan masyarakat madani kepada orang-orang yang bertanggung jawab memegang tentang hal-hal penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti pelatihan dan sosialisasi program pengembangan masyaraka


2. Pers

Pers adalah lembaga yang berfungsi untuk mengkritik dan menjadi bagian dari kontrol sosial yang dapat menganalisa dan menerbitkan berbagai kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan warga negara. Selain itu, pers juga diharapkan untuk menyajikan berita secara obyektif dan transparan.


3. Supremasi Hukum “Rule of Law”

Setiap warga negara, baik duduk dipemerintahan atau sebagai orang harus tunduk pada aturan atau hukum.Sehingga dapat mewujudkan hak-hak dan kebebasan di antara warga negara dan antara warga dan pemerintah melalui cara-cara damai dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Aturan hukum juga memberikan jaminan dan perlindungan terhadap segala bentuk penindasan individu dan kelompok yang melanggar norma hukum dan segala bentuk penindasan hak asasi manusia.


4. Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi adalah di mana kampus aktivis (dosen dan mahasiswa) yang merupakan bagian dari kekuatan sosial dan masyarakat madaniyang bergerak melalui jalan moral Porce untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.Namun, setiap gerakan membuatnya harus berada di jalur yang benar dan memposisikan diri pada nyata dan realitas yang benar-benar objektif dan bersuara bunga masyarakat.Sebagai penegakan pilar bagian dari masyarakat madani, College memiliki tugas utama untuk menemukan dan menciptakan ide-ide dan alternatif yang konstruktif untuk dapat menjawab permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.


5. Partai Politik

Partai politik merupakan wahana bagi warga negara untuk dapat menyalurkan aspirasi politik politiknya.Partai menjadi tempat ekspresi politik warga negara sehingga partai politik merupakan prasyarat bagi pembentukan masyarakat madani.

 

 

X. Pendidikan, modernisasi dan pembangunan adalah tiga hal yang saling berkait dan berkembang secara simultan.

a.apa yang dimaksud dengan modernisasi dan mengapa hal itu diperlukan?

Jawab:

Modernisasi adalah perubahan-perubahan sosial/masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang maju, berkembang dan lebih baik(modern).

Modernisasi diperlukan karena dengan adanya modernisasi terjadi  transfer teknologi dari negara maju kepada negara berkembang sehingga berdampak pada kemajuan pembangunan. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi akan meningkatakan kehidupan suatu negara karena mampu bersaing dengan negara lain dari proses modernisasi utuh yang dialami. Adanya modernisasi membuat cara berpikir masyarakat berubah, semula irasional menjadi rasional. Tingkat kehidupan menjadi lebih baik karena berkembangnya proses industrialisasi.

 

b.Bagaimana program pendidikan yang bisa memodernisasi bangsa Indonesia tetapi tetap menjadi orang Indonesia? Jelaskan.

Jawab:

Menurut saya program pendidikan yang cocok untuk menghasilkan individu yang memodernisasi bangsa indonesia adalah melaui program pendidikan merdeka belajar dengan tetap memasukan nilai kharakter dalam program tersebut.penanaman nilai kharakter dan budaya dimaksudkan agar individu/ generasi yang dihasilkan moderniasai tanpa melupakan jati diri dan kebudayaan bangsa. Karaena melalui penaman kharakter dan budaya bisa jadi filter dalam menanggapi pengaruh luar yang bersifat negatif yang ditimbulkan dari proses modernisasi tersebut.Penanaman nilai kharakter dan budaya perlu dimulai sejak pendidikan dini/sekolah dasar .Melalui program merdeka belajar diharapkan hubungan pendidik dan peserta didik tidak kaku lagi. Karena selama ini peserta didik selalu merasa canggung untuk mengutarkan keinginan dan pendapatnya. Dari sinilah perlu adanya program pendidikan merdeka belajar dengan memasukan kebebasan demokrasi yang terarah dengan batasan yang wajar dalam pendidikan.

 

 

  

Kamis, 29 Oktober 2020

fakta kisah cinta media sosial



Cinta hadir tanpa mengenal, waktu, tempat dan bahkan logika. perubahan sosial budaya berdampak besar bagi kehidupan. modernisasi merupakan dampak dari perubahan sosial. dimana dampak perubahan itu mempunyai 2 kutub yang saling berlawanan. media sosial yang paling banyak diikuti  adalah facebook (versi ane,hihihi). bagaimana tidak tampilan facebook sangat memukau. aplikasi media sosial ini sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan. tidak perlu keahlian khusus untuk menngunakan aplikasi ini . hadir fb mempermudahkan kita untuk berinteraksi dengan semua orang diseluruh penjuru dunia. tidak dipungkiri aplikasi ini memberikan dampak positif seperti sebagai market untuk menjual segala komoditi. 

tapi tahukah kamu selain dampak positif didapat dari aplikasi ini , juga ada dampak negatif yang ditimbulkannya. saya sebagai pengguna fb, telah lama memperhatikan satu dampak negatif dari pemakaian aplikasi ini. dampak negatif yang rentan menyerang pengguna aplikasi ini adalah hadirnya cinta dunia maya. lah koc bisa githu seperti tulisan diawal saya   Cinta hadir tanpa mengenal, waktu, tempat dan bahkan logika. dari survey beberapa pengguna fb yang pernah jatuh cinta di media sosial mengatakan bahwa cinta yang meraka alami diawali dengan saling like status saling berkomentar dan akhirnya mereka bicara intim melalui messenger.


 cinta media sosial memberikan warna tersendiri bagi mereka yang mengalaminya. rasa bahagia meskipun tanpa bertemu, sudah membuat hari-hari berasa bahagia. seperti layaknya cinta normal , cinta  media sosial ini menagalami pasang surut yang sulit dipahami bagi orang yang belum pernah mengalaminya. diawal perkenalan sam[pai tahap saling menjadi kekasih umumnya dimulai oleh pihak laki-laki duluan yang menyatakan cinta .dan jika si perempuan merasa cocok maka terjadilah hubungan percintaan jarak jauh atau LDR. Berjani untuk setiap adalah kata2 yang sering diguinakan para laki2. dan malangnya kaum perempuan terlalu cepat baper. hari-hari dilalui dengan pesan pesan yang bertajuk percintaan. ditingkat selanjutnya mereka saling cemburu ketika ada pihak lain yang berkomentar distatus salah satu pasangan tersebut. terjadilah pergejolakan dan peran dunia I pertama meraka.

meskipun itu cinta dumay tapi rasa sakit dan galaunya benar benar nayata adanya. seperti kata agnes cinta emang tak ada logika. bahagiannya sesat tapi galaunya berabad abad. kalo ada orang yang bikin status kamu online tapi ga ngechat, sakit mana pesan terkirim tapi ga dibaca atau sakit mana pesan terkirim dibaca tapi ga dibalas. kebanyakan yang bikin status seperti ini adalah  korban cinta dunia maya. 

cinta dumay ini ada dua tipe juga ada cinta lokal dan cinta go internasional. cinta lokal adalah cinta dumay dari negara yang sama meskipun berbeda daerahnya ya. dan tipe kedua cinta go internasional nah ini cinta yang elit. ternyata ga artis saja yang go internasional cintapun bisa go internasional juga. mari ucapkan terimakasih kepada mr. Mark Zuckerberg. adapun yang dimaksud cinta go internasional ini adalah cinta dunia maya  yang terjadi antar negara/beda negara. dari survey banyak wanita indonesia cintanya go internasional sama negara india atau pakistan. percaya ga? kalo ga percaya kamu check ja deh teman fb mu atau mungkin kamu lah orang yang dimaksud itu.   

tidak ada yang salah dengan cinta. tapi seperti namanya cinta dumay/cinta medsos diragukan kebenarannya. kebanyakan cinta ini hanya modus dari pihak laki laki uintuk mendapatkan keuntungan dari kita kaum perempuan. dari kenyataan lapangan banyak laki laki yang mengaku cinta di dumay dan akhirnya mereka minta yang aneh aneh. banyak wanita jadi korban baik harga diri ataupun materi. bagaimana kita menyikapinya??

kita biasa menyakipinya dengan berpikir lah rasional jangan terlalu baper. anggap pujian dan sanjungan  sebagai sampah yang tidak perlu di tanggapi. karena sekali kamu menanggapi kamu akan sulit terlepas dari baunya sampah tersebut.cobalah untuk tidak percaya omongan orang. berpindirian teguh dan ingat Tuhan disetiap langkah. dan yang terpenting jangan mudah jatuh dalam cinta  dan jatuh cintalah kepada orang tepat.wassalam☺♡♥️

 

Rabu, 28 Oktober 2020

JAWABAN UTS LANDASAN ILMU PENDIDIKAN BUDAYA, PENDIDIKAN, PERUBAHAN SOSIL, MODERNISASI DAN KEPRIBADIAN

Nama: Yanti Elfika Desti NIM: 18177038 
Jurusan: Pascasarjana Pendidikan Biologi 
Subject: jawaban UTS Landasan Ilmu Pendidikan 


 1.Pendidikan adalah satu disiplin ilmu. Berikan suatu analisa yang melukiskan bahwa Pendidikan adalah sebagai satu disiplin ilmu. Uraian anda hendaknya meliputi pengertian, objek kajian, metodologi , Kegunaan, cakupan isi dan kaitan ilmu pendidikan dengan ilmu lainya. 
 Jawab: 
Isi dari sebuah dsiplin ilmu menimal ada dua hal yaitu 
 1). Teori-teori, Teori secara sederhana adalah penjelasan hubungan/korelasi/saling pengaruh antara dua variable atau lebih. Contoh: pendidikan mempengaruhi pola pikir orang yang melakukannya. Jadi secara sederhana teori adalah penjelasan-penjalasan hubungan antara dua variable atau lebih. 2).Konsep-konsep. Konsep adalah abstraksi dari fakta atau data yang yang ada. Konsep diperlukan agar seseoarang mengerti sesuatu hal secara baik dan mendalam.contoh konsep dalam pendidikan: pendidikan mengubah ke arah kebaikan.sesuiatu hal yang mengarah kepada kebaikan bisa dikatakan sebagai konsep pendidikan. Terlihat jelas bahwa pendidikan adalah salah satu disiplin ilmu karena dia memiliki dua isi yang telah dijelaskan diatas. 
Masih banyak faktor pendukung yang bisa membenarkan bahwa pendidikan bagian dari disiplin ilmu. Hal- hal yang bisa mendukung bahwa pendidikan adalah salah satu disiplin ilmu dilihat dari pengertian pendidikan, objek kajiannya, metodologi, kegunaan, cakupan isi dan kaitan ilmu pendidikan dengan ilmu lainya.
 a. Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan bangsa. Pendidikan menurut para ahli (Imran Manan): Pendidikan mencakup semua proses, kecuali yang bersifat genetis, yang menolong membentuk fikiran, karakter, atau kapasitas fisik seseorang. Pendidikan sering disebut ilmu normatif, yaitu ilmu yang mendiskripsikan, menjelaskan dan memberitahukan kepada orang lain untuk mencapai sesuatu yang ideal. Pendidikan mempunyai beberapa unsur dasar aktivitas pendidikan, yaitu : •Yang mendidik dan yang menerima pendidikan, maksudnya pendidikan akan terlaksana jika ada orang yang memberikan didikan yang baik kepada orang lain baik sengaja maupun tidak sengaja, dan orang lain itu menerimanya. •Pendidikan bertujuan yang baik, yaitu perkembangan kepentingan yang menerima agar anak pandai, cerdas, toleransi, berkepribadian, dan luhur serta ahli dalam berbagai bidang. •Cara atau jalan yang baik artinya, baik dalam cara atau jalan yang menerima (subyek-didik) dan dapat pula terkait pada hakikat yang, memberi (pendidik) serta yang diterima (didikan) pada hal-hal yang baik. •Konteks yang positif artinya, sustu konteks yang berupaya menyisihkan negatif merubahnya menjadi posisitif. 

b.Objek kajian Objek ilmu pendidikan dibedakan antara objek material, objek formal, dan situasi pendidikan 
1)Objek material ilmu pendidikan adalah manusia (manusia sebagai makhluk Tuhan yang berbeda hakiki dengan benda, tumbuhan dan hewan); Peserta didik, individu yang sedang berkembang dan sedang membutuhkan bimbingan orang dewasa sebagai pendidik 
2)Objek Formal: Tindakan mendidik/pendidikan dari orang dewasa sebagai pendidik kepada peserta didik agar mencapai tujuan pendidikan dan fenomena lain yang berhubungan dengan kegiatan mendidik. 
3)Situasi pendidikan: hubungan yang diciptakan pendidik terhadap peserta didik untuk mencapai tujuan 
c.Metodologi ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu juga memiliki metodologi, yaitu metodologi pendidikan. Pelaksanaannya berbeda dalam ruang lingkup proses pendidikan yang berada di dalam suatu system dan struktur kelembagaan yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan dan untuk menunjang keberhasilan ilmu pendidikan, metodologi pendidikan harus sejalan dengan substansi dan tujuan ilmu pengetahuan induknya.Metodologi pendidikan adalah suatu ilmu pengetahuan tentang metode yang dipergunakan dalam pekerjaan mendidik. Asal kata "metode" mengandung pengertian suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Metode berasal Dari dua kata yaitu Meta dan Hodos, meta berati melalui dan Hodos berarti jalan atau cara, bila ditambah dengan Logi sehingga menjadi metodologi berarti ilmu pengetahuan tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan,. Metodologi ilmu pendidikan hampir sama dengan metodologi ilmu social lainnya . dimana ilmu pendidkan menggunakan metode ilmiah dengan pendekatan deduktif dan induktif 

 d.Kegunaan Ilmu Pendidkan : 
1)Pendidikan Sebagai Penegak Nilai Pendidikan mempunyai peran yang amat penting dalam kaitan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan merupakan penegak nilai dalam masyarakat. Hal tersebut berarti bahwa pendidikan memelihara serta menjaga tetap lestarinya nilai-nilai tersebut dalam masyarrakat. Untuk memelihara dan menjaga nilai-nilai ini dengan sendirinya dunia pendidikan harus selektif sehingga tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat. 
2)Pendidikan Sebagai Sarana Pengembang Masyarakat Pendidikan dalam suatu masyarakat akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan masyarakat yang bersangkutan. Kiprah pendidikan tersebut sangat tergantung pada seberapa aktif dan kreatif para pendidik dalam masyarakat tersebut. 3)Pendidikan Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Manusia Melalui pendidikan, diharapkan dalam potensi dalam diri individu akan lebih berkembang. Sehingga dengan hal ini perkembangan dalam masyarakat akan terus mengarah yang lebih baik dan tercipta generasi-generasi penerus yang lebih handal. 
4)Fungsi konservasi atau pelestarian kebudayaan merupakan fungsi pendidikan dalam rangka pewarisan kebudayaan.

 e.Cakupan isi Sebagaimana ilmu-ilmu lainnya, ilmu pendidikan dapat berupa konsep, aksioma, postulat, prinsip, hukum, teori, dan model. Dalam hal ini ilmu pendidikan bersifat objektif, deskriptif, preskriptif (normatif), yang disajikan secara rinci dan sistematis. Ilmu pada umumnya bersifat deskriptif, tetapi ilmu pendidikan tidak hanya bersifat deskriptif, melainkan juga preskriptif/normatif. Ilmu pedidikan mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan formal/sekolah seperi kurikulum,belajar, hubungan pendidik dan peserta didik, lingkungan sekolah dan bentuk penilaian pendidikan formal.

 f.Kaitan ilmu pendidikan dengan ilmu lainnya Ilmu pendidikan menggunakan ilmu-ilmu lain sebagai ilmu bantu. Sekalipun demikian, menurut M.J. Langeveld (1980), sebagai ilmu yang bersifat otonom ilmu pendidikan berperan sebagai “tuan rumah”, sedangkan ilmu-ilmu lain merupakan “tamu”nya. Contoh kaitan Ilmu pendidikan dengan ilmu lainnya ataralain: 
•Ilmu sosiologi pendidikan diperlukan untuk membantu ilmu pendidikan dalam mengatur bagaimana guru mengajar dan mendidik sebagimana mestinya 
•Ilmu filsafat diperlukan ilmu pendidikan untuk menganalisa, merubah dan menciptakan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan. 
•Dalam melakukan penilaian , ilmu pendidikan membutuhkan ilmu politik pendidikan untuk membatu bagaimana tatacara melakukan penilaina yang tepat buat peserta didik
 •Ilmu pendidkan memerlukan ilmu ekonomi pendidikan untuk membantunya memahami pendidikan yang bernilai ekonomis 
 •Ilmu pendidikan memerlukan ilmu administrasi pendidikan Untuk mengetahui, mengelola dan mencipatakn lingkungan sekolah yang tepat

 2.a. Jelaskan Hubungan antara pendidikan dan kebudayaan. 
b. Mengapa pendidikan dikatakan oleh para ahli sebagai usaha memanusiakan manusia (civilized human being). Uraian hendaknya meliputi pngertian kebudayaan, cakupan isi kebudayaan, instistusi dan pemenuhan kebutuhan umat manusia dan aspek-aspek lainya. 
 Jawab.
 a.Hubungan pendidikan dan kebudayaan: Pendidikan mempunyai dua tugas utama yaitu mengembangakn potensi individu dan pewarisan nilai-nilai budaya.Kebudayaan dapat diwariskan kepada generasi muda melaui pendidikan. Antara kebudayaan dengan pendidikan terdapat hubungan komplementer. Pertama, kebudayaan berperan sebagai masukan (input) bagi pendidikan. Contohnya, tujuan pendidikan ditentukan oleh sistem nilai yang dianut oleh masyarakat (wujud pertama kebudayaan); kurikulum dan metode pendidikan, antara lain akan ditentukan oleh nilai-nilai, norma-norma dan gagasan-gagasan masyarakat (wujud pertama kebudayaan), serta ditentukan pula oleh wujud kebudayaan sebagai suatu kelakuan berpola dari suatu masyarakat (wujud kedua kebudayaan); adapun wujud ketiga dari kebudayaan (wujud fisik berupa bangunan, OHP) akan menjadi alat bantu dalam rangka praktik pendidikan. Kedua, pendidikan berfungsi untuk melestarikan kebudayaan masyarakat (fungsi konservasi) dan juga berfungsi dalam rangka melakukan pengembangan dan atau perubahan kebudayaan masyarakat kearah yang lebih baik (fungsi kreasi dan inovasi).Fungsi konservasi atau pelestarian kebudayaan merupakan fungsi pendidikan dalam rangka pewarisan kebudayaan.

 bMenurut para ahli pendidikan adalah usaha memanusiakan manusia (civilized human being). Dikarenakan pendidikan merubah dari yang tidak tau menjadi tau, dan pendidikan merupakan perubahan kearah yang lebih baik dan maju.diharapkan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia yang hebat secara kognitif tapi juga hebat baik dalam afektif dan psikomotornya juga. Pendidikan merupakan unsur yang paling penting bagi kemajuan peradaban bangsa. Era Industri dan globalisasi membawa dampak terhadap proses pendidikan terutama di Indonesia. Di satu sisi, globalisasi memberi dampak positif, namun di sisi lain, dominasi teknologi membawa dampak negatif, yakni menimbulkan dehumanisasi dalam bentuk mentalitas yang terlalu mengagungkan teknologi di atas segalanya. Realitasnya, pendidikan di era globalisasi saat ini mengalami krisis nilai. Pendidikan hanya menghasilkan output-output yang pintar secara kognitif, menguasai teori dan teknologi tetapi kering dari nilai-nilai kemanusiaan dan sosial (dehumanisasi). Sebagai solusinya, pendidikan sebagai investasi haruslah mampu “memanusiakan manusia”; mengintegrasikan human being dan technobeing atau keterpaduan sains dan agama, dan reparadigmatisasi pendidikan dengan value approach, social cultural approach, cognitif skill approach dan political policy approach tentu saja sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dalam rangka membentuk generasi profesional, bermoral, bertanggung jawab dan bermartabat. Pendidikan yang berbudaya merupakan salah satu ciri bahwa pendidikian itu benar benar usaha memanusiakan manusia. Dengan pendidikan berbasis budaya ini, individu maupun masyarakat dapat mengenal identitas budaya sendiri, sehingga selanjutnya dapat memetakan antara hal-hal baru yang boleh diterima dan harus ditolak. Kebudayaan Menurut kamus besar bahasa indonesia adalah hasilkegiatan atau penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Menurut E.B. Taylor “Kebudayaan merupakan sesuatu yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum adat istiadat, kesenian, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat”. Kebudayan memiliki Cakupan atau wujud Kebudayaan (Koentjoroningrat, 1987 dalam Ibrahim, 2003) yaitu:
 a.kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai, norma-norma, peraturan, yag bersifat abstrak yang hanya dapat dirasakan, tetapi tidak dapat dilihat dan diraba. Widyosiswoyo (2004) mengatakan gagasan-gagasan yang ada di masyarakat saling terkait antara satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk suatu sistem budaya atau culture system, contohnya adalah adat istiadat dan ilmu pengetahuan. 
b.Wujud kedua adalah suatu kompleks aktivitas, tingkah laku berpola, perilaku, upacara-upacara serta ritus-ritus dari manusia dalam masyarakat yang mempunyai sifat dapat dirasakan dan dilihat tetapi tidak dapat diraba. Widyosiswoyo (2004) mengatakan wujud ini sebagai Sistem Sosial atau social system, contohnya adalah gotong royong dan kerja sama.
 c.Wujud ketiga adalah kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia yang bersifat dapat dilihat, dirasa, dan diraba. Wujud ini paling konkrit yang disebut kebudayaan fisik atau material (material culture), contohnya adalah Candi borobudur, rumah adat sampai kepada pesawat terbang, pesawat ruang angkasa.

 Pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian dari institusi. Institusi sebagai sebuah sistem norma untuk mencapai suatu tujuan dan hal itu dipandang penting atau secara formal serta terdapat sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu kegiatan pokok manusia.Pada dasarnya institusi timbul karena kebutuhan manusia, yang mendorong mereka membentuk suatu hubungan sosial yang terorganisir dan terlihat adanya nilai-nilai serta cara berhubungan satu sama lain sehingga dapat memenuhi kebutuhan masing-masing manusia. Misalnya kebutuhan untuk melanjutkan keturunan dan kekerabata maka timbul “institusi keluarga”, begitu pula kebutuhan akan pengajran dan pelatihan maka timbul “institusi pendidikan” dan lain sebagainya Adanya institusi tadi maka juga ada fungsi dari institusi tersebut, secar umum fungsi institusi adalah yang pertama memberi pedoman pada tingkah laku dan cara bersikap pada setiap anggotanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa di setiap institusi terdapat aturan dan tata cara tingkah laku sehingga saat seseorang berada pada sebuah institusi maka orang tersebut cenderung bersikap sesuai aturan pada intitusi tersebut. Yang kedua adalah menjaga keutuhan masyarakat, tiap institusi memiliki cara tersendiri dalam menjaga keutuhan masyarakat didalamnya seperti pada institusi keluarga dimana ada ayah yang berperan sebagai kepala keluarga untuk memimpin keluarga tersebut yang dimaksudkan juga untuk menjaga keutuhan dari sebuah intitusi keluarga tersebut. Yang terakhir adalah memberi pegangan kepada masyarakat atau bisa juga sebagai pengendalian sosial, sebut saja institusi pendidikan, saat seseorang berada pada institusi pendidikan maka ia akan bersikap lebih maju dari pada orang yang tidak mengecam pendidikan. Seiring kemajuan jaman pemanfaatan manusia akan institusi tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan yang pokok saja, tetapi juga kebutuhan akan kualitas-kualitas yang khusus, seperti institusi keluarga, dalam membangun sebuah keluarga dasar pokok biasanya untuk melanjutkan keturunan tetapi sekarang sudah memiliki tujuan khusus bisa jadi untuk mendapatkan jabatan khusus dan lain sebagainya, bahkan prosedurnyapun bisa dikatakan bertambah komplek, kita sering mendengar perjanjian pra nikah atau kontrak nikah yang dibuat oleh dua orang yang akan membentuk sebuah keluarga hal itu diguanakan agar ada keuntungan-keuntungan khusus. Tidak hanya itu dalam institusi pendidikan pun juga terjadi kemajuan, seperti sekolah-sekolah unggulan dengan fasilitas khusus lebih banyak diminati karena kualitas yang bisa dibilang tinggi RSBI, SBI juga sekolah favorit adalah contoh-contoh dari institusi pendidikan yang maju. Maka dapt disimpulkan bahwa Dalam pemenuhan kebutuhan manusia, intitusi lembaga sosial diperlukan untuk mengatur pemenuhan berbagai jenis kebutuhan manusia. Salah satunya pendidikan. Jika tidak, maka kehidupan masyarakat akan sulit terkendali, timbul kekacauan, ketidakmerataan, dan lain-lain.

 3.a.Mengapa proses pendidikan disebut dengan Transmisi Kebudayaan?
 b.Bagaimana dan dimana transmisi kebudayaan dimaksud berlangsung? 
c.Untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 (Indonesia,s Golden Generatian 2045) nilai-nilai apa saja dan bagaimana proses transmisi kebudayaan itu seharusnya berlangsung. Jelaskan!
 Jawab:

 a.Pendidikan sebagai transmisi budaya di artikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Daoed josoef memandang pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan karena pendidikan adalah upaya memberikan pengetahuan dasar sebagai bekal hidup. Pengetahuan dasar untuk bekal hidup yang dimaksudkan disini adalah kebudayaan. Pendidikan merupakan proses membudayakan manusia sehingga pendidikan dan budaya tidak bisa di pisahkan. Pendidikan bertujuan membangun totalitas kemampuan manusia baik sebagai individu maupun anggota kelompok masyarakat sebagai unsur vital dalam kehidupan manusia yang beradab, kebudayaan mengambil unsur-unsur pembentukannya dari segala ilmu pengetahuan yang di anggap betul – betul vital dan sangat di perlukan dalam menginterprestasi semua yang ada dalam kehidupannya. Hal ini di perlukan sebagai modal dasar untuk dapat beradaptasi dan mempertahankan kelangsungan hidup. Dalam kaitan ini kebudayaan di pandang sebagai nilai-nilai yang di hayati ataupun ide yang di yakini tersebut bukanlah ciptaan sendiri dari setiap individu yang menghayati dan meyakini, semuanya itu di peroleh melalui proses belajar. Belajar bagian dari proses pendidikan.

 b.Pendidikan formal adalah salah satu saluran atau media dari proses pembudayaan. Media lainnya adalah keluarga dan institusi lainnya yang ada di dalam masyarakat. Dalam konteks inilah pendidikan di sebut sebagai proses untuk “memanusiakan manusia” tepatnya “memanusiakan manusia muda”. Sejalan dengan itu, kalangan antropolog dan ilmu sosial lainnya melihat bahwa pendidikan merupakan upaya untuk membudayakan dan mensosialisasikan manusia sebagaimana yang kita kenal sebagai proses enkulturasi ( pembudayaan) dan sosialisasi (proses pembentukan kepribadian dan perilaku seorang anak menjadi anggota masyarakat sehingga anak tersebut di akui oleh masyarakat yang bersangkutan). Dalam pengertian ini pendidikan bertujuan membentuk agar manusia dapat menunjukan perilakunya sebagai makhluk yang berbudaya yang mampu bersosialisasi dalam masyarakatnya dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup, baik secara pribadi, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan. 

 c.Pada tahun 2045 merupakan target generasi emas yaitu generasi yang saat ini sedang mengenyam pendidikan sehingga akan meraih kesuksesan di tahun 2045. Untuk itu, saat ini perlu adanya usaha mempersiapkan generasi tersebut yang menyelaraskan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Oleh karena itu pemerintah merancang kurikulum 2013 sebagai persiapan generasi emas di tahun 2045 kelak. Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan pendidikan yang diterapkan dulu. Pada masa lalu melakukan pembelajaran kepada siswa yang berifat pendengar pasif dan duduk manis, sedangkan pembelajaran yang dilakukan sekarang mendorong siswa memiliki kemampuan analisis, kreatif, reflektif, dan aktif . Kurikulum 2013 mempertimbangkan segala sisi manusia yang tidak hanya bertitik pada pencapaian akademis. diharapkan kurikulum 2013 yang mempertimbangkan terbentuknya perilaku positif dan akhlak yang muliadapat menjadi jawaban krisis karakter yang terjadi saat sekarang ini dan mampu menghasilkan pribadi yang dapat bersaing secara sehat dikemudian hari. 
Lulusan kurikulum 2013 dituntut untuk dapat memiliki kemampuan dalam
 (1) memecahkan masalah, (2) berfikir kritis,(3) inovatif dan (4) enterpeuner untuk bersaing di dunia kerja atau global. Kurikulum 2013 menghasilkan pendidikan yang berkharakter. pendidikan karakter penting untuk peserta didik dalam mengembangkan nilai agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pendidikan karakter adalah agar generasi Indonesia dapat menunjukan jati dirinya untuk bersaing di dunia industry. Sekolah dan guru professional mempunyai peran penting dalam mewujudkan pendidikan karakter disamping adanya peran pemerintah, orang tua dan masyarakat. 

 4.Sekolah yang baik harus berfungsi sebagai industri jasa dan pusat kebudayaan. Berikanlah suatu analisa apa saja fungsi, ciri-ciri, hubungan sekolah dan masyarakat dan hal-hal lain yang melukiskan sekolah sebagai industri jasa dan pusat kebudayaan. 

 Jawab: 

Sekolah merupakan pilar penting dalam perkembangan kemajuan pendidikan dan sebagai pusat kebudayaan. Sekolah yang baik harus berfungsi sebagai industri jasa dan pusat kebudayaan. sekolah berfungsi sebagai indsutri jasa karena melalui sekolah peseta didik mendapatkan ilmu yang tidak mungkin dapat dikembalikan kepada pendidik dan ilmu tersebut tidak akan habis meskipun di transferkan kembali kepada orang lain. Inilah kenapa sekolah disebut sebagai penyedia jasa .jasa tidak berrwujud, jadi ilmu yang didapat dari sekolah merupakan bagian dari jasa tidak berwujud tidak berkurang ataupun habis meskipun diberikan lagi kepada orang lain.
Fungsi Sekolah sebagai penyedia jasa dan pusat kebudayaan akan dijelaskan dari pernyatan fungsi sekolah dibawah ini; 
a)Memberikan Pengetahuan Umum Manusia tanpa pengetahuan akan sangat sulit beradaptasi dengan lingkungannya, oleh karena itu pendidikan di sekolah mengajarkan banyak hal mengenai pengetahuan umum kepada para pserta didik. 
b)Memberikan Keterampilan Dasar Keterampilan dasar yang dipelajari di sekolah diantaranya adalah kemampuan belajar, menulis dan berhitung. Ketiga keterampilan dasar ini sangat dibutuhkan manusia agar bisa mendapatkan pekerjaan dan bermanfaat bagi masyarakat.
 c)Membentuk Pribadi Sosial Manusia ialah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya, melalui sekolah para peserta didik dibentuk menjadi individu yang dapat berinteraksi dan bergaul dengan sesamanya tanpa terhambat oleh adanya perbedaan. 
d)Menyediakan Sumber Daya Manusia Pendidikan yang didapatkan di sekolah akan memberikan berbagai ilmu pengetahuan bagi manusia. Pengetahuan tersebut akan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan masyarakat. 
e)Alat Transformasi Kebudayaan Selain memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan, pendidikan di sekolah juga dapat memberikan perubahan dalam kehidupan masyarakat secara umum. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh manusia dapat membantu mereka dalam melakukan inovasi ataupun penemuan baru dalam perkembangan peradaban manusia. Keberhasilan dunia sekolah sangat ditentukan oleh pengelolaan yang berbasis pada konsep mutu. Mutu bukanlah suatu tujuan melainkan mutu adalah sebuah perjalanan. 

Menurut Sallis dalam Danim (2006) ada beberapa ciri sebuah sekolah dikatakan bermutu, diantaranya yaitu: 
 a)Berfokus pada pelanggan Dalam dunia pendidikan pelanggan itu dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pelanggan internal dan eksternal. Pelangggan internal terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, tenaga perpustakaan, keamanan, dan kebersihan. Sedangkan pelanggan eksternal adalah siswa, orang tua, pemerintah, dunia usaha dan lain-lain. Agar proses pendidikan yang dilakukan di sekolah bisa bermutu maka segala sesuatu harus berfokus pada pelanggan. Kegiatan sekolah harus mengarah pada upaya memberikan kepuasan kepada setiap pelanggan dari layanan pendidikan yang diberikan. Terutama pelanggan eksternal yaitu siswa. Namun perlu digaris bawahi bahwa memberikan kepuasan dari pelanggan internal juga harus dilakukan secara beriringan. Jika tidak mustahil kepuasan pelanggan eksternal bisa terwujud sementara kepuasan bagi pelanggan internal yang memberikan layanan pendidikan itu sendiri tidak pernah diperhatikan. Sebagai contoh, bagaimana seorang guru bisa mengajar dengan baik sementara kebutuhannya untuk bisa hidup tak pernah dipenui (seperti gaji guru yang kecil, tidak adanya motivasi dari atasan dalam bekerja, lingkungan kerja yang tidak nayaman dan lain-lain).

 b)Bekerja secara baik dari awal Sekolah bermutu pasti mengedapankan mutu. Mutu menjadi syarat utama dalam bekerja. Oleh karena itu ketika sekolah menginginkan output yang bermutu maka ia pasti mengawali dari input dan proses yang bermutu. Standar mutu terus dijaga dan pegang teguh oleh setiap orang yang bekerja. Sehingga tidak ada alasan untuk mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan, semuanya sudah terstandar sesuai yang ditetapkan.

 c)Memprioritaskan hubungan dalam bekerja Orang bekerja perlu kenyamanan. Ketika tidak nyaman maka akan menghambat penyelesaian sebuah pekerjaan. Kenyamanan dalam bekerja dipengaruhi salah satunya oleh lingkungan kerja yang kondusif dan bersahabat. Oleh karena itu jika ingin sekolahnya bermutu maka hubungan antara satu dan lainnya perlu dijaga dengan baik. Dimana hubungan tersebut bisa secara horizontal maupun vertikal. Mewujudkan hubungan yang harmonis perlu ditanamkan dalam diri setiap anggota. Semuanya harus mengedepankan hal tersebut. Terutama bagi kepala sekolah yang harus mampu mengelolanya. 

 d)Memiliki strategi dalam mencapai kualitas Sekolah bermutu akan menjadi sesuatu yang mustahil diwujudkan ketika strategi tidak ada di dalamnya. Aturlah strategi agar mutu bisa diraih. Mengatur strategi perlu analisa dalam merumuskannya. Dimana dalam prosesnya harus menggunakan pendekatan SWOT. Melihat kekuatan (Strenght) untuk memunculkan peluang (Opportunity), sehingga dengan peluang bisa meminimalisir kelemahan (Wetnes) dan akan menghindarkan dari ancaman (Treat). 

e)Menjadikan keluhan atau kritikan sebagai umpan balik Sekolah bermutu sangat terbuka dengan kritikan. Karena dengan kritikan yang muncul bisa dijadikan evaluasi tentang layanan pendidikan yang diberikan. Sehingga bisa dikatakan sekolah bermutu seringkali melakukan evaluasi diri dari apa yang disampaikan oleh para pelanggan pendidikan. Karena sekolah tidak akan tau kesalahan dan kekurangannya ketika tidak ada masukan berupa keluhan dan kritikan dari pihak lain. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ketika sekolah menutup diri untuk dikritik maka jangan berharap peningkatan mutu sekolah akan terjadi. 

 f)Memiliki kebijakan dalam perencanaan Sekolah harus mampu membuat kebijakan agar mutu sekolah terus mengalami peningkatan. Dimana kebijakan yang dirumuskan diturunkan dalam bentuk Perencanaan tentang program apa saja yang harus dilakukan pada setiap tahunnnya yang bersifat strategis. Program tersebut terangkum dalam sebuah rencana strategis (Renstra) dengan capaian jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Program apa yang telah dirumuskan itulah yang menjadi dasar dalam setiap kegiatan sekolah. Sehingga salah kiranya jika masih ada sekolah yang menempatkan Rencana Strategis (Renstra) sebagai sesuatu yang bersifat formalitas belaka.

 g)Memberdayakan semua stakeholders Mewujudkan sekolah bermutu tidak terlepas dari kerjasama dari berbagai unsur. Unsur-unsur tersebut membentuk satu kesatuan kerja yang saling menopang antara satu dengan lainnya. Inilah alasan mengapa dalam ilmu manajemen pendidikan itu salah satu ruang lingkup kajiannya adalah tentang hubungan masyarakat (Humas). Ini penting dilakukan mengingat sekolah tidak bisa berdiri sendiri. Karena ketika itu tidak dilakukan maka akan berdampak pada tidak relevannya pelaksanaan sistem pendidikan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. 

h)Saling memotivasi untuk bekerja dengan baik Sebuah sekolah tidak akan bermutu ketika orang-orang di dalamnya tidak kompak. Saling memotivasi antara satu dengan lainnya itu sangat penting. Karena saling memotivasi akan membentuk rasa saling memiliki dan saling berbagi tentang perannya dalam kemajuan sekolah. 

i) Tupoksi pekerjaan yang jelas baik vertikal maupun horizontal Kejelasan tupoksi menjadi salah satu faktor kemajuan sekolah. Kejalasan tupoksi dalam bekerja akan mengarah pada pemahaman tentang tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Ia tidak akan mengerjakan pekerjaan orang lain begitu juga sebaliknya. Disamping itu kejelasan tupoksi juga akan mengarah pada perannya disebuah sekolah dan tidak saling iri atas apa yang diperoleh orang lain dan apa yang diperolehnya. Semuanya saling berfungsi.

 j)Adanya evaluasi yang jelas Evaluasi perlu dilakukan guna menilai sejauh mana capaian dan hasil yang diperoleh. Dengan evaluasi tersebut bisa dijadikan umpan balik untuk berbuat sesuatu yang lebih baik lagi kedepannya. Disamping itu hadirnya evaluasi juga berfungsi sebagai bagian dalam menerapakan sangsi dan penghargaan atas kinerja orang-orang yang telah menjalankan sistem pendidikan di sekolah.

 k)Mengedepankan perbaikan secara berkelanjutan Perbaikan secara bekelanjutan terus dilakukan. Kekurangan diperbaiki dan sesuatu yang telah baik terus dtingkatkan dan digunakan. Sehingga ketika ini dilakukan maka kemajuan sekolahpun akan terwujud. Sepeti meniti tangga maka anak tangga demi anak tangga berhasil untuk dilalui menuju visi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bermutu. 

l)Kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja Mutu tidak akan tercapai ketika itu tidak menjadi budaya dalam setiap aktivitas sekolah. Budaya mutu akan terwujud ketika semua elemen yang ada disekolah memandang mutu sebagai kebutuhan bukan tuntutan. Ketika butuh maka apapun pekerjaan yang dilakukan tidak akan terlepas dari standar-standar mutu yang telah ditetapkan. Karena mereka sadar bahwa ketika mutu selalu dijaga maka akan berdampak pada kemajuan sekolah. Ketika sekolah maju tentunya itu merupakan kerja keras dari seluruh elemen sekolah. Menempati kualitas yang telah dicapai untuk memperbaiki kualitas yang lebih baik dikemudian hari Sekolah bermutu selalu memegang prinsip untuk tidak lekas puas dengan capain yang telah diperoleh. Melainkan pihak sekolah akan tetap berusaha untuk mengikatkan mutu sekolah dengan berbasis pada capaian sebelumnya. Kualitas sebelumnya dijadikan pertimbangan untuk meningkatkan mutu pada standar yang lebih tinggi dikemudian hari. 

 Hubungan sekolalah dan masyarakat 
Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan salah satu bidang garapan administrasi pendidikan . Adanya hungan sekolah dan masyarakat ini dimaksudkan agar proses belajar yang berlaku disekolah mengalami perubahan, dari proses belajar dengan cara menyuapi dengan bahan pelajaran yang telah dicerna oleh guru, menjadi proses belalar inovatif. Secara garis besar tujuan tentang hubungan antara sekolah dan masyarakat adalah sebagai berikut: a)Untuk memajukan kualitas belajar dan pertumbuhan anak. b)Untuk memperkokoh tuJuan dan memaJukan kualitas penghidupan masyarakat. c)Untuk mendorong masyarakat dalam membantu progam bantuan sekolah danmasyarakat di sekolah dan untuk meningkatan kesadaran serta femahaman masyarakat tentang pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat. 
 Prinsip-prinsip hubungan sekolah dan masyarakat adalah: 
a)Integrity Prinsip ini mengandung makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat harus terpadu. Artinya informasi yang disampaikan antar keduanya harus informasi yang terpadu baik mengenai masalah akademik maupun non akademik. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan penilaian dan kepercayan antar keduanya. 
b)Continuity Prinsip ini menjelaskan bahwa hubungan ini harus dilakukan secara terus menerus, hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui perkembangan sekolah. 
c)Simplicity Prinsip menghendaki agar dalam proses hubungan sekolah dan masayarakat ini dapat menyederhanakan berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan karakteristik pendengar/masyarakat. 
d)Coverage Kegiatan pemberian informasi secara menyeluruh dan mencakup semua asfek, faktor atau subtansi yang perlu disampaikan dan perlu diketahui masyarakat. 
e)Constructiveness Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya konstruktif dalam arti sekolah memberikan informasi yang membangun pemahaman/pengetahuan masyarakat terhadap program pengembangan sekolah. 
f)Adaptability Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya disesuaikan dengan keadaan di dalam lingkungan masyarakat tersebut.

 Hubungan kerja sama sekolah dan masyarakat itu dapat di golongkan menJadi tiga Jenis ,yaitu a)Hubungan edukatif ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid,antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga.
 b)HuBungan kultural disini ialah usaha kerJa sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaanmasyarakat tempat sekolah itu berada. 
c.hubungan instutisional yakni hubungan kerja sama antarasekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi lain,baik swasta maupun pemerintah. 

 5.Prof.Dr.Imran Manan dalam buku “Dasar-dasar Sosial Budaya Pendidikan” melukiskan hubungan yang sangat erat antara kebudayaan, pendidikan dan perobahan sosial, pembentukan keperibadian serta modernisasi dan pembangunan. 
a.Uraikan dengan baik keterkaitan antara kebudayaan, pendidikan,perobahan sosial dan pembentukan kepribadian tersebut. 
b.Dikaitkan dengan komponen inti ilmu pendidikan, pendidikan yang bagaimana yang bisa merekonstruksi anak bangsa Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. 

 Jawab:

 a.Pendidikan merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan pendidikan juga merupakan salah satu sarana utama untuk mensukseskan pembangunan nasional, karena dengan pendidikan diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia berkualitas yang dibutuhkan dalam pembangunan, karena hanya dengan pendidikanlah dapat dilakukan perubahan sosial budaya, yaitu penyesuaian nilai-nilai dan sikap-sikap yang mendukung, pengembangan ilmu pengetahuan, merubah mindset, yang mendukung pembangunan dan penguasaan berbagai keterampilan dalam menggunakan teknologi maju untuk mempercepat proses pembangunan, yang dimana nantinya dengan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dan pembangunan yang maju akan menjadikan masyarakat yang lebih modern baik gaya hidup maupun pemikirannya.. Dukungan sosial diperlukan penyelarasan dan pengembangan pendidikan dengan harapan dan realita sosial. Semua hal ini memperlihatkan hubungan dan ketergantungan antara berbagai kehidupan dan berbagai institusi sosial dalam proses perubahan sosial budaya atau proses pembangunan suatu masyarakat. Pendidikan merupakan jalan untuk melahirkan generasi-generasi bangsa yang terbaik sesuai dengan tujuan sebuah bangsa, perubahan segala aspek kehidupan manusia khususnya sosial budaya dalam masyarakat dapat dilakukan melalui dengan adanya pendikan.pengembangan pendidikan yang melahirkan perubahan sosial budaya itu akan membuka pintu untuk menuju ke dunia modern, karena hanya dengan pendidikan dapat dilakukan perubahan sosial budaya, yaitu pengembangan ilmu pengetahuan, penyesuaian nilai-nilai dan sikap-sikap yang mendukung pembangunan dan penguasaan berbagai keterampilan dalam menggunakan teknologi maju untuk mempercepat proses pembangunan. Sehingga terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa. Modernisasi adalah dampak dari perubahan social.Modernisasi didefinisikan sebagai suatu kondisi perubahan sosial dalam masyarakat dari yang sebelumnya tradisional menjadi modern.J.W Schoor mendefenisikan modernisasi sebagai penerapan pengetahuan ilmiah yang ada kepada semua aktivitas, semua bidang kehidupan atau kepada semua aspek-aspek masyarakat Ciri manusia modern menurut Dube ditentukan oleh struktur, institusi, sikap dan perubahan nilai pada pribadi, sosial dan budaya. Masyarakat modern mampu menerima dan menghasilkan inovasi baru, membangun kekuatan bersama serta meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Oleh karenanya modernisasi sangat memerlukan hubungan yang selaras antara kepribadian dan sistem sosial budaya. Sifat terpenting dari modernisasi adalah rasionalitas. Kemampuan berpikir secara rasional sangat dituntut dalam proses modernisasi. Kemampuan berpikir secara rasional menjadi sangat penting dalam menjelaskan berbagai gejala sosial yang ada. Masyarakat modern tidak mengenal lagi penjelasan yang irasional seperti yang dikenal oleh masyarakat tradisional. Rasionalitas menjadi dasar dan karakter pada hubungan antar individu dan pandangan masyarakat terhadap masa depan yang mereka idam-idamkan.
 Secara umum atribut-atribut dari kepribadian orang modern itu adalah:
 a)Terbuka terhadap pengalaman dan cara-cara baru.
 b)Siap untuk mengalami perubahan-perubahan. 
c)Sadar akan keragaman sikap dan pendapat disekitarnya. 
d)Mengetahui dunia yang luas. 
e) Lebih berorientasi kepada masa sekarang dan masa depan. 
f)Menyukai ketarampilan-keterampilan teknis 
g)Sadar dan menghargai harkat manusia. 
h)Berhasrat memajukan pendidikan dan pekerjaan. 

Modernisasi selain berdampak positif terhadap kepribadian juga mempunyai dampak negative bagi kepribadian seseorang. Salah satunya timbulnya sikap yang individualism dan hilangnya kepribadian bangsa. Pengaruh modernisasi ini telah membuat seseorang kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia terlebih di zaman now banyak yang mengikuti life style budaya barat dalam kehidupan sehari-hari. 

 b.Komponen-komponen inti pendidikan yaitu :Tujuan Pendidikan, Peserta Didik, Pendidik ,Metode Pendidikan, Isi Pendidikan / Materi Pendidikan ,Lingkungan Pendidikan dan Alat serta Fasilitas Pendidikan. Pendidikan dapat menghasilkan generasi yang mampu bersaing dengan Negara lain di butuhkan suatu upaya antara lain: 

 1)Rekonstruksi pendidikan harus dilakukan guna mengubah sentralisasi pendidikan dan mengubah paradigma pendidikan nasional. Berbagai upaya dapat dilakukan dengan mengacu pada teori multiple intelligence dari Howard Gardner dan mempertimbangkan pentingnya pendidikan melalui pembiasaan, pembelajaran, dan peneladanan. 

2)Rekonstruksi dana pendidikan juga perlu dilakukan dengan mencari alternatif lain pendanaan pendidikan, tidak hanya mengharapkan dana dari pemerintah. 

3)Revitalisasi pendidikan dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas pendidikan yang telah dimiliki oleh sekolah dan berupaya menjalin kerjasama dengan pihak luar agar fasilitas dapat selalu diperbaharui dan actual. Jika upaya tersebut dilaksanakan maka kualitas pendidkan diIndonesia akan menjadi lebih baik lagi dan menghasilkan generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual tapi juga pintar dalam hal praktek. Pendidikan yang seperti inilah yang menghasilakan generasi yang siap bersaing dikancah internasional. 

 6..Amy Guttmann dalam bukunya”Democratic Education” menggambarkan keterkaitan antara negara, politik dan pendidikan dan menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah”Conscious Social Reproduction”. 
a.Apa yang dimaksud dengan Conscious Social Reproduction dan kaitanya dengan proses pembuatan kebijakan pendidikan di sekolah (kurikulum, materi ajar,tujuan pembiayaan serta akuntability). b.Berkaitan dengan (soal no.4a) bagaimana pendidikan Indonesia masa depan sebaiknya dikelola agar responsif terhadap kebutuhan dan permasalahan masyarakat secara lokal, nasional dan internasional. 

Jawab: 

Yang dimaksud dengan Conscious Social Reproduction (CSR) : adalah menumbuhkan warga yang mampu mandiri secara otonom atas aturan-demokratis di mana praktek dan otoritas dipahami sebagai sesuatu yang mana mengharuskan kita secara aktif, sadar dan setuju untuk berpartisipasi dalam sebuah demokrasi, bukan hanya menerima sebagai suatu yang alami dalam berdemokrasi Hal ini menyatakan bahwa suatu tatanan sosial bisa saja untuk mengatasi kesewenang-wenangan sendiri. Politik dunia konstruksi mencakup aspek-aspek praktek sehari-hari kita di mana kita bertanya satu sama lain apakah yang kita lakukan sehari-hari mereproduksi dunia sosial seperti yang kita berharap hal itu terjadi ketika kita berpikir tentang hal-hal seperti keadilan, kemajuan, dan masyarakat. Partisipasi dalam konstruksi dunia, misalnya, dapat menjadi 'pribadi' dibenarkan sebagai mencari nafkah atau mendukung keluarga, bisa didisiplinkan oleh kontrol sosial ideologis atau dibatasi oleh suatu etos teknokratis. Hal ini bukan apa-apa untuk berpartisipasi dalam politik pembangunan dunia yang dipertaruhkan dalam banyak perdebatan, melainkan apa yang dipertaruhkan adalah kualitas kesadaran menghadiri partisipasi tersebut, Bagi mereka yang menganggap demokrasi sebagai martabat hanya dilayani oleh suatu politik pembangunan dunia yang bertanggung jawab, yaitu, reproduksi sosial sadar [CSR], tidak satupun dari motif pribadi atau ideologi didorong cukup. Jika ada retorika karakteristik yang berhubungan dengan CSR, itu adalah bahwa transparansi sosial intersubjektif. Di sini, kesadaran diri sebagai sosial tertanam diperlukan untuk martabat politik mengetahui bahwa, apa pun resmi kami 'mandat,' kami secara faktual terlibat, baik atau buruk, dalam bagaimana dunia sosial dibangun melalui bagian kita dalam sehari-hari reproduksi. Ini harus mengikuti, kemudian, bahwa kita tepat bahwa martabat tidak hanya melalui tindakan abstrak pemungutan suara, namun melalui musyawarah politik. Keterkaitannya dengan Kurikulum, kurikulum merupakan suatu perencanaan pendidikan yang didalamnya terdapat berbagai komponen yaitu materi ajar, tujuan yang akan dicapai.Seperti kompetensi dasar,dan standart kompetensi. Sebagai perancang pendidikan kita dapat merancang pendidikan itu dengan berbagai cara didalam kurikulum agar kelihatan menarik, indah, variatif, tidak membosankan, mendalam dan tentunya mengandung pesan moral di dalamnya. Dengan kata lain memasukkan hakekat seni didalam kurikulum.Jadi tidak terfokus hanya ke dalam kognitif semata tetapi harus mengandung unsur seni di dalamnya sebagai variasi pembelajaran. Kurikulum sekarang masih kurang menarik ,karena masih terfokus pada penguasaan materi semata.Untuk itu sebagai perencana pendidikan kita dapat memasukkan hakekat seni dalam kurikulum .Unsur estetika kita masukkan dalam kompetensi dasar. Contohnya mata pelajaran SAIN, dengan pokok bahasan Pesawat sederhana. Di sini anak anak kita tuntut bukan hanya menghafalkan jenis-jenis peswat sederhana ,tetapi kita masukkan unsur seninya seperti membuat skemanya,jadi nampak variatip. Dalam hal ini anak-anak sudah menghafal,tidak merasa bosan ,akan lebih mendalam ,lebih menarik perhatian sehingga lebih besar kemungkinannya anak –anak cepat mengerti. dengan demikian keterkaitannya dengan CSR adalah kesadaran bersama dalam menetapkan sebuah kurikulum yang relevan dengan tuntutan jaman sehingga setiap orang akan secara sadar untuk berpikir maju kearah yang lebih kondusif. 

 b. Dalam bidang pendidikan yang harus diperhatikan adalah peranan Guru, siswa dan materi pelajaran, agar siswa mampu bersaing kedepannya: 
1)Guru Guru sebagai fasilitator harus mampu mengikuti kemajuan tehnogi informasi sekarang ini ,sehingga lewat penguasaan tehnologi itu seorang guru dapat memfasilitasi siswa dalam belajar .Guru harus mampu mengarahkan anak ke arah penemuan atau pengembangan daya cipta anak dan bukan lagi sekedar hafalan materi.Jadi siswa diarahkan untuk mencipta. Guru mendorong /membangkitkan kreatifitas anak dalam belajar bukan lagi menyuapi anak dengan segudang materi ajar. 
 2)Siswa Siswa bukan lagi menghafal materi atau pendengar tetapi harus menjadi seorang pencari ilmu ,artinya anak didik tidak lagi pasif menunggu perintah guru tetapi harus aktif dan kreatif untuk mencari ilmu itu .Dengan demikian siswa akan lebih banyak menggunakan daya nalarnya dari pada daya hafalnya (daya ingat ) 
3)Materi Materi ajar harus disesuaikan dengan kemajuan zaman dan kebutuhan pasar terutama didaerah tersebut sesuai dengan otonomi daerah sekarang ini. 

 7. Dunia dan Indonesia sejak awal tahun 2020 dilanda oleh wabah Pandemi Covid 19. Oleh sebab itu diperlukan paradigma dan pendekatan baru pendidikan nasional yang bisa mendidik anak bangsa agar tetap cerdas dan berbudaya dimasa depan.
 a.Apa pardigma dan pendekatan baru pendidikan nasional yang tetap bisa mendidik anak bangsa tetap memperolah haknya mendapatkan pendidikan yang bermutu? 
b.Bagaimana pendapat saudara tentang paradigma baru pendidikkan nasional tersebut dikaitkan Kurikulum Tahun 2013 yang sedang berlaku di Indonesia. 


 Jawab:

 a.Covid-19 telah mengubah banyak hal. Ada sekitar 404 ribu sekolah jenjang sekolah dasar hingga menengah harus tutup. Lalu ada lebih dari 51 juta peserta didik baik PAUD, SD, SMP, hingga SMA, SMK, dan SLB keluar dari ruang kelas. Tatanan kehidupan berubah dratis karena mewabahnya virusnya. Salah satu sector yang kena dampak yaitu sector pendidikan. Dimana dengan mewabahnya virus ini merubah pradigma pendidikan yang awalnaya proses pembelajran bertatap muka berubah menjadi Pandemi Covid-19 memang menuntut perubahan paradigma pembelajaran yang sangat cepat dan tidak direncanakan ke pembelajaran online - tanpa pelatihan, bandwidth tidak mencukupi, dan sangat sedikit persiapan – tentu saja akan menghasilkan pengalaman belajar siswa yang buruk. Kondisi ini tidak kondusif untuk kelanjutan pengembangan pendidikan dan pencapaian standar kompetensi minimal yang harus diraih oleh seorang siswa. Untuk itu perlu dilakukan pendekatan yang bisa meminimalisir dampak dari pembelajaran online seperti diadakan kelas khusus bagi guru atau pendidik dalam menciptakan pembelajran online yang menarik. Pendidik bisa menggunakan aplikasi google meet, zooom atu aplikasi sejenisnya yang tetap bisa memantau aktivitas siswa dari jauh selama pembelajran berlangsung.. Seperti yang disampaikan kepada dinas pendidkan Jawa Barat. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika menyatakan, ada pergeseran paradigma pendidikan pada abad 21 saat ini. Ada empat paradigma utama yang harus dikedepankan pada pendidikan saat ini, yakni informasi (tersedia di mana dan kapan saja), komputasi (lebih cepat memakai mesin), otomasi (menjangkau semua pekerjaan rutin), dan komunikasi (dari mana dan ke mana saja). Dengan mewabahnya covid 19 Lebih jauh, lanjut Kadisdik, pendekatan pendidikan saat ini diarahkan pada tercapainya penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan penguasaan nalar dalam berbahasa dan numerasi serta peningkatan karakter yang sesuai dengan pendidikan abad 21.Di antaranya, terciptanya banyak inovasi, meningkatnya peran teknologi, informasi, dan komunikasi serta dibutuhkannya penguasaan kecerdasan emosional dan spiritual. . Pendidikan sebagai suatu ekosistem utuh yang tidak lepas dari kebijakan politik, daya dukung teknologi, infrastruktur yang memadai, serta dukungan dari orangtua/masyarakat. Tanpa itu semua, pendidikan tidak dapat optimal dalam mencerdaskan anak bangsa. 

 b.Menurut saya pergesaran pradigma pendidikan karena wabah covid 19 telah mengubah tatanan pendidikan yang semula bertujuan menghasilkan pendidikan berkarakter berubah menghasilakan pendidikan bersifat monoton dan hanya menuntut segi kognitif saja tanpa melihat proses hanya bertujuan menampilkan hasil dan menyelesaikan materi pelajaran saja. Hal ini terjadi karena pembelajran daring tidak bisa diapantau sepenuhnya. Adakalnya pendidik hanya menyampaikan materi secara garis besar dan setelah itu memberikan tugas. Seakan daring itu hanya diskusi tentang pemberian tugas . sedikit sekali para pendidik yang menggunakan pembelajaran daring dengan forum diskusi bertatap muka seperti menggunakan google meet untuk menjelaskan materi sebelum diberikan tugas. Hal ini menyebabkan kebingungan peserta didik dan peserta didik hanya mengandalkan copy paste dari google untuk menyelesaikan tugasnya tanpa tahu apakah dia mengerti atau tidak apa yang dia buat. Hal seperti ini mengakibatkan turunya kreatifitas dan inovatif mereka dalam belajar. Hanya sekedar meniru karena tidak semua peserta didik dapat menganalisa sumber materi pelajaran dengan baik tanpa dapat penjelasan yang cukup dari pendidik mereka. Alhasil kurikulum 2013 yang berfokus pada pendidikan berkharakter dengan nilai-nilai yang diharapkan menjadi terabaikan.

jawaban ujian semester landasan ilmu pendidikan, due date 7 januari 2020

  Ujian Akhir Semester Juli-Desember 2 020 Matakuliah      : Landasan Ilmiah Ilmu Pendididikan Dosen              : Prof. Dr. Azwar Anan...