Jurusan: Pascasarjana Pendidikan Biologi
Subject: jawaban UTS Landasan Ilmu Pendidikan
1.Pendidikan adalah satu disiplin ilmu. Berikan suatu analisa yang melukiskan bahwa Pendidikan adalah sebagai satu disiplin ilmu. Uraian anda hendaknya meliputi pengertian, objek kajian, metodologi , Kegunaan, cakupan isi dan kaitan ilmu pendidikan dengan ilmu lainya.
Jawab:
Isi dari sebuah dsiplin ilmu menimal ada dua hal yaitu
1). Teori-teori, Teori secara sederhana adalah penjelasan hubungan/korelasi/saling pengaruh antara dua variable atau lebih. Contoh: pendidikan mempengaruhi pola pikir orang yang melakukannya. Jadi secara sederhana teori adalah penjelasan-penjalasan hubungan antara dua variable atau lebih.
2).Konsep-konsep. Konsep adalah abstraksi dari fakta atau data yang yang ada. Konsep diperlukan agar seseoarang mengerti sesuatu hal secara baik dan mendalam.contoh konsep dalam pendidikan: pendidikan mengubah ke arah kebaikan.sesuiatu hal yang mengarah kepada kebaikan bisa dikatakan sebagai konsep pendidikan.
Terlihat jelas bahwa pendidikan adalah salah satu disiplin ilmu karena dia memiliki dua isi yang telah dijelaskan diatas.
Masih banyak faktor pendukung yang bisa membenarkan bahwa pendidikan bagian dari disiplin ilmu. Hal- hal yang bisa mendukung bahwa pendidikan adalah salah satu disiplin ilmu dilihat dari pengertian pendidikan, objek kajiannya, metodologi, kegunaan, cakupan isi dan kaitan ilmu pendidikan dengan ilmu lainya.
a. Pengertian Pendidikan
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan bangsa. Pendidikan menurut para ahli (Imran Manan): Pendidikan mencakup semua proses, kecuali yang bersifat genetis, yang menolong membentuk fikiran, karakter, atau kapasitas fisik seseorang.
Pendidikan sering disebut ilmu normatif, yaitu ilmu yang mendiskripsikan, menjelaskan dan memberitahukan kepada orang lain untuk mencapai sesuatu yang ideal. Pendidikan mempunyai beberapa unsur dasar aktivitas pendidikan, yaitu :
•Yang mendidik dan yang menerima pendidikan, maksudnya pendidikan akan terlaksana jika ada orang yang memberikan didikan yang baik kepada orang lain baik sengaja maupun tidak sengaja, dan orang lain itu menerimanya.
•Pendidikan bertujuan yang baik, yaitu perkembangan kepentingan yang menerima agar anak pandai, cerdas, toleransi, berkepribadian, dan luhur serta ahli dalam berbagai bidang.
•Cara atau jalan yang baik artinya, baik dalam cara atau jalan yang menerima (subyek-didik) dan dapat pula terkait pada hakikat yang, memberi (pendidik) serta yang diterima (didikan) pada hal-hal yang baik.
•Konteks yang positif artinya, sustu konteks yang berupaya menyisihkan negatif merubahnya menjadi posisitif.
b.Objek kajian
Objek ilmu pendidikan dibedakan antara objek material, objek formal, dan situasi pendidikan
1)Objek material ilmu pendidikan adalah manusia (manusia sebagai makhluk Tuhan yang berbeda hakiki dengan benda, tumbuhan dan hewan); Peserta didik, individu yang sedang berkembang dan sedang membutuhkan bimbingan orang dewasa sebagai pendidik
2)Objek Formal: Tindakan mendidik/pendidikan dari orang dewasa sebagai pendidik kepada peserta didik agar mencapai tujuan pendidikan dan fenomena lain yang berhubungan dengan kegiatan mendidik.
3)Situasi pendidikan: hubungan yang diciptakan pendidik terhadap peserta didik untuk mencapai tujuan
c.Metodologi
ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu juga memiliki metodologi, yaitu metodologi pendidikan. Pelaksanaannya berbeda dalam ruang lingkup proses pendidikan yang berada di dalam suatu system dan struktur kelembagaan yang diciptakan untuk mencapai tujuan pendidikan dan untuk menunjang keberhasilan ilmu pendidikan, metodologi pendidikan harus sejalan dengan substansi dan tujuan ilmu pengetahuan induknya.Metodologi pendidikan adalah suatu ilmu pengetahuan tentang metode yang dipergunakan dalam pekerjaan mendidik. Asal kata "metode" mengandung pengertian suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Metode berasal Dari dua kata yaitu Meta dan Hodos, meta berati melalui dan Hodos berarti jalan atau cara, bila ditambah dengan Logi sehingga menjadi metodologi berarti ilmu pengetahuan tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan,. Metodologi ilmu pendidikan hampir sama dengan metodologi ilmu social lainnya . dimana ilmu pendidkan menggunakan metode ilmiah dengan pendekatan deduktif dan induktif
d.Kegunaan Ilmu Pendidkan :
1)Pendidikan Sebagai Penegak Nilai
Pendidikan mempunyai peran yang amat penting dalam kaitan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan merupakan penegak nilai dalam masyarakat. Hal tersebut berarti bahwa pendidikan memelihara serta menjaga tetap lestarinya nilai-nilai tersebut dalam masyarrakat. Untuk memelihara dan menjaga nilai-nilai ini dengan sendirinya dunia pendidikan harus selektif sehingga tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat.
2)Pendidikan Sebagai Sarana Pengembang Masyarakat
Pendidikan dalam suatu masyarakat akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan masyarakat yang bersangkutan. Kiprah pendidikan tersebut sangat tergantung pada seberapa aktif dan kreatif para pendidik dalam masyarakat tersebut.
3)Pendidikan Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Manusia
Melalui pendidikan, diharapkan dalam potensi dalam diri individu akan lebih berkembang. Sehingga dengan hal ini perkembangan dalam masyarakat akan terus mengarah yang lebih baik dan tercipta generasi-generasi penerus yang lebih handal.
4)Fungsi konservasi atau pelestarian kebudayaan merupakan fungsi pendidikan dalam rangka pewarisan kebudayaan.
e.Cakupan isi
Sebagaimana ilmu-ilmu lainnya, ilmu pendidikan dapat berupa konsep, aksioma, postulat, prinsip, hukum, teori, dan model. Dalam hal ini ilmu pendidikan bersifat objektif, deskriptif, preskriptif (normatif), yang disajikan secara rinci dan sistematis. Ilmu pada umumnya bersifat deskriptif, tetapi ilmu pendidikan tidak hanya bersifat deskriptif, melainkan juga preskriptif/normatif. Ilmu pedidikan mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan formal/sekolah seperi kurikulum,belajar, hubungan pendidik dan peserta didik, lingkungan sekolah dan bentuk penilaian pendidikan formal.
f.Kaitan ilmu pendidikan dengan ilmu lainnya
Ilmu pendidikan menggunakan ilmu-ilmu lain sebagai ilmu bantu. Sekalipun demikian, menurut M.J. Langeveld (1980), sebagai ilmu yang bersifat otonom ilmu pendidikan berperan sebagai “tuan rumah”, sedangkan ilmu-ilmu lain merupakan “tamu”nya. Contoh kaitan Ilmu pendidikan dengan ilmu lainnya ataralain:
•Ilmu sosiologi pendidikan diperlukan untuk membantu ilmu pendidikan dalam mengatur bagaimana guru mengajar dan mendidik sebagimana mestinya
•Ilmu filsafat diperlukan ilmu pendidikan untuk menganalisa, merubah dan menciptakan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan.
•Dalam melakukan penilaian , ilmu pendidikan membutuhkan ilmu politik pendidikan untuk membatu bagaimana tatacara melakukan penilaina yang tepat buat peserta didik
•Ilmu pendidkan memerlukan ilmu ekonomi pendidikan untuk membantunya memahami pendidikan yang bernilai ekonomis
•Ilmu pendidikan memerlukan ilmu administrasi pendidikan Untuk mengetahui, mengelola dan mencipatakn lingkungan sekolah yang tepat
2.a. Jelaskan Hubungan antara pendidikan dan kebudayaan.
b. Mengapa pendidikan dikatakan oleh para ahli sebagai usaha memanusiakan
manusia (civilized human being). Uraian hendaknya meliputi pngertian kebudayaan, cakupan isi kebudayaan, instistusi dan pemenuhan kebutuhan umat manusia dan aspek-aspek lainya.
Jawab.
a.Hubungan pendidikan dan kebudayaan: Pendidikan mempunyai dua tugas utama yaitu mengembangakn potensi individu dan pewarisan nilai-nilai budaya.Kebudayaan dapat diwariskan kepada generasi muda melaui pendidikan. Antara kebudayaan dengan pendidikan terdapat hubungan komplementer. Pertama, kebudayaan berperan sebagai masukan (input) bagi pendidikan. Contohnya, tujuan pendidikan ditentukan oleh sistem nilai yang dianut oleh masyarakat (wujud pertama kebudayaan); kurikulum dan metode pendidikan, antara lain akan ditentukan oleh nilai-nilai, norma-norma dan gagasan-gagasan masyarakat (wujud pertama kebudayaan), serta ditentukan pula oleh wujud kebudayaan sebagai suatu kelakuan berpola dari suatu masyarakat (wujud kedua kebudayaan); adapun wujud ketiga dari kebudayaan (wujud fisik berupa bangunan, OHP) akan menjadi alat bantu dalam rangka praktik pendidikan. Kedua, pendidikan berfungsi untuk melestarikan kebudayaan masyarakat (fungsi konservasi) dan juga berfungsi dalam rangka melakukan pengembangan dan atau perubahan kebudayaan masyarakat kearah yang lebih baik (fungsi kreasi dan inovasi).Fungsi konservasi atau pelestarian kebudayaan merupakan fungsi pendidikan dalam rangka pewarisan kebudayaan.
bMenurut para ahli pendidikan adalah usaha memanusiakan manusia (civilized human being). Dikarenakan pendidikan merubah dari yang tidak tau menjadi tau, dan pendidikan merupakan perubahan kearah yang lebih baik dan maju.diharapkan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia yang hebat secara kognitif tapi juga hebat baik dalam afektif dan psikomotornya juga. Pendidikan merupakan unsur yang paling penting bagi kemajuan peradaban bangsa. Era Industri dan globalisasi membawa dampak terhadap proses pendidikan terutama di Indonesia. Di satu sisi, globalisasi memberi dampak positif, namun di sisi lain, dominasi teknologi membawa dampak negatif, yakni menimbulkan dehumanisasi dalam bentuk mentalitas yang terlalu mengagungkan teknologi di atas segalanya. Realitasnya, pendidikan di era globalisasi saat ini mengalami krisis nilai. Pendidikan hanya menghasilkan output-output yang pintar secara kognitif, menguasai teori dan teknologi tetapi kering dari nilai-nilai kemanusiaan dan sosial (dehumanisasi). Sebagai solusinya, pendidikan sebagai investasi haruslah mampu “memanusiakan manusia”; mengintegrasikan human being dan technobeing atau keterpaduan sains dan agama, dan reparadigmatisasi pendidikan dengan value approach, social cultural approach, cognitif skill approach dan political policy approach tentu saja sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional dalam rangka membentuk generasi profesional, bermoral, bertanggung jawab dan bermartabat.
Pendidikan yang berbudaya merupakan salah satu ciri bahwa pendidikian itu benar benar usaha memanusiakan manusia. Dengan pendidikan berbasis budaya ini, individu maupun masyarakat dapat mengenal identitas budaya sendiri, sehingga selanjutnya dapat memetakan antara hal-hal baru yang boleh diterima dan harus ditolak. Kebudayaan Menurut kamus besar bahasa indonesia adalah hasilkegiatan atau penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian dan adat istiadat. Menurut E.B. Taylor “Kebudayaan merupakan sesuatu yang kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum adat istiadat, kesenian, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat”.
Kebudayan memiliki Cakupan atau wujud Kebudayaan (Koentjoroningrat, 1987 dalam Ibrahim, 2003) yaitu:
a.kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai, norma-norma, peraturan, yag bersifat abstrak yang hanya dapat dirasakan, tetapi tidak dapat dilihat dan diraba. Widyosiswoyo (2004) mengatakan gagasan-gagasan yang ada di masyarakat saling terkait antara satu dengan yang lainnya, sehingga membentuk suatu sistem budaya atau culture system, contohnya adalah adat istiadat dan ilmu pengetahuan.
b.Wujud kedua adalah suatu kompleks aktivitas, tingkah laku berpola, perilaku, upacara-upacara serta ritus-ritus dari manusia dalam masyarakat yang mempunyai sifat dapat dirasakan dan dilihat tetapi tidak dapat diraba. Widyosiswoyo (2004) mengatakan wujud ini sebagai Sistem Sosial atau social system, contohnya adalah gotong royong dan kerja sama.
c.Wujud ketiga adalah kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia yang bersifat dapat dilihat, dirasa, dan diraba. Wujud ini paling konkrit yang disebut kebudayaan fisik atau material (material culture), contohnya adalah Candi borobudur, rumah adat sampai kepada pesawat terbang, pesawat ruang angkasa.
Pendidikan dan kebudayaan merupakan bagian dari institusi. Institusi sebagai sebuah sistem norma untuk mencapai suatu tujuan dan hal itu dipandang penting atau secara formal serta terdapat sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada suatu kegiatan pokok manusia.Pada dasarnya institusi timbul karena kebutuhan manusia, yang mendorong mereka membentuk suatu hubungan sosial yang terorganisir dan terlihat adanya nilai-nilai serta cara berhubungan satu sama lain sehingga dapat memenuhi kebutuhan masing-masing manusia. Misalnya kebutuhan untuk melanjutkan keturunan dan kekerabata maka timbul “institusi keluarga”, begitu pula kebutuhan akan pengajran dan pelatihan maka timbul “institusi pendidikan” dan lain sebagainya
Adanya institusi tadi maka juga ada fungsi dari institusi tersebut, secar umum fungsi institusi adalah yang pertama memberi pedoman pada tingkah laku dan cara bersikap pada setiap anggotanya. Tidak dapat dipungkiri bahwa di setiap institusi terdapat aturan dan tata cara tingkah laku sehingga saat seseorang berada pada sebuah institusi maka orang tersebut cenderung bersikap sesuai aturan pada intitusi tersebut. Yang kedua adalah menjaga keutuhan masyarakat, tiap institusi memiliki cara tersendiri dalam menjaga keutuhan masyarakat didalamnya seperti pada institusi keluarga dimana ada ayah yang berperan sebagai kepala keluarga untuk memimpin keluarga tersebut yang dimaksudkan juga untuk menjaga keutuhan dari sebuah intitusi keluarga tersebut. Yang terakhir adalah memberi pegangan kepada masyarakat atau bisa juga sebagai pengendalian sosial, sebut saja institusi pendidikan, saat seseorang berada pada institusi pendidikan maka ia akan bersikap lebih maju dari pada orang yang tidak mengecam pendidikan.
Seiring kemajuan jaman pemanfaatan manusia akan institusi tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan yang pokok saja, tetapi juga kebutuhan akan kualitas-kualitas yang khusus, seperti institusi keluarga, dalam membangun sebuah keluarga dasar pokok biasanya untuk melanjutkan keturunan tetapi sekarang sudah memiliki tujuan khusus bisa jadi untuk mendapatkan jabatan khusus dan lain sebagainya, bahkan prosedurnyapun bisa dikatakan bertambah komplek, kita sering mendengar perjanjian pra nikah atau kontrak nikah yang dibuat oleh dua orang yang akan membentuk sebuah keluarga hal itu diguanakan agar ada keuntungan-keuntungan khusus. Tidak hanya itu dalam institusi pendidikan pun juga terjadi kemajuan, seperti sekolah-sekolah unggulan dengan fasilitas khusus lebih banyak diminati karena kualitas yang bisa dibilang tinggi RSBI, SBI juga sekolah favorit adalah contoh-contoh dari institusi pendidikan yang maju.
Maka dapt disimpulkan bahwa Dalam pemenuhan kebutuhan manusia, intitusi lembaga sosial diperlukan untuk mengatur pemenuhan berbagai jenis kebutuhan manusia. Salah satunya pendidikan. Jika tidak, maka kehidupan masyarakat akan sulit terkendali, timbul kekacauan, ketidakmerataan, dan lain-lain.
3.a.Mengapa proses pendidikan disebut dengan Transmisi Kebudayaan?
b.Bagaimana dan dimana transmisi kebudayaan dimaksud berlangsung?
c.Untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 (Indonesia,s Golden Generatian 2045) nilai-nilai apa saja dan bagaimana proses transmisi kebudayaan itu seharusnya berlangsung. Jelaskan!
Jawab:
a.Pendidikan sebagai transmisi budaya di artikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Daoed josoef memandang pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan karena pendidikan adalah upaya memberikan pengetahuan dasar sebagai bekal hidup. Pengetahuan dasar untuk bekal hidup yang dimaksudkan disini adalah kebudayaan. Pendidikan merupakan proses membudayakan manusia sehingga pendidikan dan budaya tidak bisa di pisahkan. Pendidikan bertujuan membangun totalitas kemampuan manusia baik sebagai individu maupun anggota kelompok masyarakat sebagai unsur vital dalam kehidupan manusia yang beradab, kebudayaan mengambil unsur-unsur pembentukannya dari segala ilmu pengetahuan yang di anggap betul – betul vital dan sangat di perlukan dalam menginterprestasi semua yang ada dalam kehidupannya. Hal ini di perlukan sebagai modal dasar untuk dapat beradaptasi dan mempertahankan kelangsungan hidup. Dalam kaitan ini kebudayaan di pandang sebagai nilai-nilai yang di hayati ataupun ide yang di yakini tersebut bukanlah ciptaan sendiri dari setiap individu yang menghayati dan meyakini, semuanya itu di peroleh melalui proses belajar. Belajar bagian dari proses pendidikan.
b.Pendidikan formal adalah salah satu saluran atau media dari proses pembudayaan. Media lainnya adalah keluarga dan institusi lainnya yang ada di dalam masyarakat. Dalam konteks inilah pendidikan di sebut sebagai proses untuk “memanusiakan manusia” tepatnya “memanusiakan manusia muda”. Sejalan dengan itu, kalangan antropolog dan ilmu sosial lainnya melihat bahwa pendidikan merupakan upaya untuk membudayakan dan mensosialisasikan manusia sebagaimana yang kita kenal sebagai proses enkulturasi ( pembudayaan) dan sosialisasi (proses pembentukan kepribadian dan perilaku seorang anak menjadi anggota masyarakat sehingga anak tersebut di akui oleh masyarakat yang bersangkutan). Dalam pengertian ini pendidikan bertujuan membentuk agar manusia dapat menunjukan perilakunya sebagai makhluk yang berbudaya yang mampu bersosialisasi dalam masyarakatnya dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup, baik secara pribadi, kelompok maupun masyarakat secara keseluruhan.
c.Pada tahun 2045 merupakan target generasi emas yaitu generasi yang saat ini sedang mengenyam pendidikan sehingga akan meraih kesuksesan di tahun 2045. Untuk itu, saat ini perlu adanya usaha mempersiapkan generasi tersebut yang menyelaraskan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat. Oleh karena itu pemerintah merancang kurikulum 2013 sebagai persiapan generasi emas di tahun 2045 kelak. Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan pendidikan yang diterapkan dulu. Pada masa lalu melakukan pembelajaran kepada siswa yang berifat pendengar pasif dan duduk manis, sedangkan pembelajaran yang dilakukan sekarang mendorong siswa memiliki kemampuan analisis, kreatif, reflektif, dan aktif . Kurikulum 2013 mempertimbangkan segala sisi manusia yang tidak hanya bertitik pada pencapaian akademis. diharapkan kurikulum 2013 yang mempertimbangkan terbentuknya perilaku positif dan akhlak yang muliadapat menjadi jawaban krisis karakter yang terjadi saat sekarang ini dan mampu menghasilkan pribadi yang dapat bersaing secara sehat dikemudian hari.
Lulusan kurikulum 2013 dituntut untuk dapat memiliki kemampuan dalam
(1) memecahkan masalah, (2) berfikir kritis,(3) inovatif dan (4) enterpeuner untuk bersaing di dunia kerja atau global. Kurikulum 2013 menghasilkan pendidikan yang berkharakter.
pendidikan karakter penting untuk peserta didik dalam mengembangkan nilai agama, pancasila, budaya dan tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pendidikan karakter adalah agar generasi Indonesia dapat menunjukan jati dirinya untuk bersaing di dunia industry. Sekolah dan guru professional mempunyai peran penting dalam mewujudkan pendidikan karakter disamping adanya peran pemerintah, orang tua dan masyarakat.
4.Sekolah yang baik harus berfungsi sebagai industri jasa dan pusat kebudayaan. Berikanlah suatu analisa apa saja fungsi, ciri-ciri, hubungan sekolah dan masyarakat dan hal-hal lain yang melukiskan sekolah sebagai industri jasa dan pusat kebudayaan.
Jawab:
Sekolah merupakan pilar penting dalam perkembangan kemajuan pendidikan dan sebagai pusat kebudayaan. Sekolah yang baik harus berfungsi sebagai industri jasa dan pusat kebudayaan. sekolah berfungsi sebagai indsutri jasa karena melalui sekolah peseta didik mendapatkan ilmu yang tidak mungkin dapat dikembalikan kepada pendidik dan ilmu tersebut tidak akan habis meskipun di transferkan kembali kepada orang lain. Inilah kenapa sekolah disebut sebagai penyedia jasa .jasa tidak berrwujud, jadi ilmu yang didapat dari sekolah merupakan bagian dari jasa tidak berwujud tidak berkurang ataupun habis meskipun diberikan lagi kepada orang lain.
Fungsi Sekolah sebagai penyedia jasa dan pusat kebudayaan akan dijelaskan dari pernyatan fungsi sekolah dibawah ini;
a)Memberikan Pengetahuan Umum
Manusia tanpa pengetahuan akan sangat sulit beradaptasi dengan lingkungannya, oleh karena itu pendidikan di sekolah mengajarkan banyak hal mengenai pengetahuan umum kepada para pserta didik.
b)Memberikan Keterampilan Dasar
Keterampilan dasar yang dipelajari di sekolah diantaranya adalah kemampuan belajar, menulis dan berhitung. Ketiga keterampilan dasar ini sangat dibutuhkan manusia agar bisa mendapatkan pekerjaan dan bermanfaat bagi masyarakat.
c)Membentuk Pribadi Sosial
Manusia ialah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya, melalui sekolah para peserta didik dibentuk menjadi individu yang dapat berinteraksi dan bergaul dengan sesamanya tanpa terhambat oleh adanya perbedaan.
d)Menyediakan Sumber Daya Manusia
Pendidikan yang didapatkan di sekolah akan memberikan berbagai ilmu pengetahuan bagi manusia. Pengetahuan tersebut akan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan masyarakat.
e)Alat Transformasi Kebudayaan
Selain memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan, pendidikan di sekolah juga dapat memberikan perubahan dalam kehidupan masyarakat secara umum. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh manusia dapat membantu mereka dalam melakukan inovasi ataupun penemuan baru dalam perkembangan peradaban manusia.
Keberhasilan dunia sekolah sangat ditentukan oleh pengelolaan yang berbasis pada konsep mutu. Mutu bukanlah suatu tujuan melainkan mutu adalah sebuah perjalanan.
Menurut Sallis dalam Danim (2006) ada beberapa ciri sebuah sekolah dikatakan bermutu, diantaranya yaitu:
a)Berfokus pada pelanggan
Dalam dunia pendidikan pelanggan itu dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pelanggan internal dan eksternal. Pelangggan internal terdiri dari kepala sekolah, guru, tata usaha, tenaga perpustakaan, keamanan, dan kebersihan. Sedangkan pelanggan eksternal adalah siswa, orang tua, pemerintah, dunia usaha dan lain-lain. Agar proses pendidikan yang dilakukan di sekolah bisa bermutu maka segala sesuatu harus berfokus pada pelanggan. Kegiatan sekolah harus mengarah pada upaya memberikan kepuasan kepada setiap pelanggan dari layanan pendidikan yang diberikan. Terutama pelanggan eksternal yaitu siswa. Namun perlu digaris bawahi bahwa memberikan kepuasan dari pelanggan internal juga harus dilakukan secara beriringan. Jika tidak mustahil kepuasan pelanggan eksternal bisa terwujud sementara kepuasan bagi pelanggan internal yang memberikan layanan pendidikan itu sendiri tidak pernah diperhatikan. Sebagai contoh, bagaimana seorang guru bisa mengajar dengan baik sementara kebutuhannya untuk bisa hidup tak pernah dipenui (seperti gaji guru yang kecil, tidak adanya motivasi dari atasan dalam bekerja, lingkungan kerja yang tidak nayaman dan lain-lain).
b)Bekerja secara baik dari awal
Sekolah bermutu pasti mengedapankan mutu. Mutu menjadi syarat utama dalam bekerja. Oleh karena itu ketika sekolah menginginkan output yang bermutu maka ia pasti mengawali dari input dan proses yang bermutu. Standar mutu terus dijaga dan pegang teguh oleh setiap orang yang bekerja. Sehingga tidak ada alasan untuk mengerjakan sesuatu dengan asal-asalan, semuanya sudah terstandar sesuai yang ditetapkan.
c)Memprioritaskan hubungan dalam bekerja
Orang bekerja perlu kenyamanan. Ketika tidak nyaman maka akan menghambat penyelesaian sebuah pekerjaan. Kenyamanan dalam bekerja dipengaruhi salah satunya oleh lingkungan kerja yang kondusif dan bersahabat. Oleh karena itu jika ingin sekolahnya bermutu maka hubungan antara satu dan lainnya perlu dijaga dengan baik. Dimana hubungan tersebut bisa secara horizontal maupun vertikal. Mewujudkan hubungan yang harmonis perlu ditanamkan dalam diri setiap anggota. Semuanya harus mengedepankan hal tersebut. Terutama bagi kepala sekolah yang harus mampu mengelolanya.
d)Memiliki strategi dalam mencapai kualitas
Sekolah bermutu akan menjadi sesuatu yang mustahil diwujudkan ketika strategi tidak ada di dalamnya. Aturlah strategi agar mutu bisa diraih. Mengatur strategi perlu analisa dalam merumuskannya. Dimana dalam prosesnya harus menggunakan pendekatan SWOT. Melihat kekuatan (Strenght) untuk memunculkan peluang (Opportunity), sehingga dengan peluang bisa meminimalisir kelemahan (Wetnes) dan akan menghindarkan dari ancaman (Treat).
e)Menjadikan keluhan atau kritikan sebagai umpan balik
Sekolah bermutu sangat terbuka dengan kritikan. Karena dengan kritikan yang muncul bisa dijadikan evaluasi tentang layanan pendidikan yang diberikan. Sehingga bisa dikatakan sekolah bermutu seringkali melakukan evaluasi diri dari apa yang disampaikan oleh para pelanggan pendidikan. Karena sekolah tidak akan tau kesalahan dan kekurangannya ketika tidak ada masukan berupa keluhan dan kritikan dari pihak lain. Dengan demikian dapat dipahami bahwa ketika sekolah menutup diri untuk dikritik maka jangan berharap peningkatan mutu sekolah akan terjadi.
f)Memiliki kebijakan dalam perencanaan
Sekolah harus mampu membuat kebijakan agar mutu sekolah terus mengalami peningkatan. Dimana kebijakan yang dirumuskan diturunkan dalam bentuk Perencanaan tentang program apa saja yang harus dilakukan pada setiap tahunnnya yang bersifat strategis. Program tersebut terangkum dalam sebuah rencana strategis (Renstra) dengan capaian jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Program apa yang telah dirumuskan itulah yang menjadi dasar dalam setiap kegiatan sekolah. Sehingga salah kiranya jika masih ada sekolah yang menempatkan Rencana Strategis (Renstra) sebagai sesuatu yang bersifat formalitas belaka.
g)Memberdayakan semua stakeholders
Mewujudkan sekolah bermutu tidak terlepas dari kerjasama dari berbagai unsur. Unsur-unsur tersebut membentuk satu kesatuan kerja yang saling menopang antara satu dengan lainnya. Inilah alasan mengapa dalam ilmu manajemen pendidikan itu salah satu ruang lingkup kajiannya adalah tentang hubungan masyarakat (Humas). Ini penting dilakukan mengingat sekolah tidak bisa berdiri sendiri. Karena ketika itu tidak dilakukan maka akan berdampak pada tidak relevannya pelaksanaan sistem pendidikan di sekolah dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
h)Saling memotivasi untuk bekerja dengan baik
Sebuah sekolah tidak akan bermutu ketika orang-orang di dalamnya tidak kompak. Saling memotivasi antara satu dengan lainnya itu sangat penting. Karena saling memotivasi akan membentuk rasa saling memiliki dan saling berbagi tentang perannya dalam kemajuan sekolah.
i) Tupoksi pekerjaan yang jelas baik vertikal maupun horizontal
Kejelasan tupoksi menjadi salah satu faktor kemajuan sekolah. Kejalasan tupoksi dalam bekerja akan mengarah pada pemahaman tentang tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Ia tidak akan mengerjakan pekerjaan orang lain begitu juga sebaliknya. Disamping itu kejelasan tupoksi juga akan mengarah pada perannya disebuah sekolah dan tidak saling iri atas apa yang diperoleh orang lain dan apa yang diperolehnya. Semuanya saling berfungsi.
j)Adanya evaluasi yang jelas
Evaluasi perlu dilakukan guna menilai sejauh mana capaian dan hasil yang diperoleh. Dengan evaluasi tersebut bisa dijadikan umpan balik untuk berbuat sesuatu yang lebih baik lagi kedepannya. Disamping itu hadirnya evaluasi juga berfungsi sebagai bagian dalam menerapakan sangsi dan penghargaan atas kinerja orang-orang yang telah menjalankan sistem pendidikan di sekolah.
k)Mengedepankan perbaikan secara berkelanjutan
Perbaikan secara bekelanjutan terus dilakukan. Kekurangan diperbaiki dan sesuatu yang telah baik terus dtingkatkan dan digunakan. Sehingga ketika ini dilakukan maka kemajuan sekolahpun akan terwujud. Sepeti meniti tangga maka anak tangga demi anak tangga berhasil untuk dilalui menuju visi sekolah sebagai lembaga pendidikan yang bermutu.
l)Kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja
Mutu tidak akan tercapai ketika itu tidak menjadi budaya dalam setiap aktivitas sekolah. Budaya mutu akan terwujud ketika semua elemen yang ada disekolah memandang mutu sebagai kebutuhan bukan tuntutan. Ketika butuh maka apapun pekerjaan yang dilakukan tidak akan terlepas dari standar-standar mutu yang telah ditetapkan. Karena mereka sadar bahwa ketika mutu selalu dijaga maka akan berdampak pada kemajuan sekolah. Ketika sekolah maju tentunya itu merupakan kerja keras dari seluruh elemen sekolah.
Menempati kualitas yang telah dicapai untuk memperbaiki kualitas yang lebih baik dikemudian hari
Sekolah bermutu selalu memegang prinsip untuk tidak lekas puas dengan capain yang telah diperoleh. Melainkan pihak sekolah akan tetap berusaha untuk mengikatkan mutu sekolah dengan berbasis pada capaian sebelumnya. Kualitas sebelumnya dijadikan pertimbangan untuk meningkatkan mutu pada standar yang lebih tinggi dikemudian hari.
Hubungan sekolalah dan masyarakat
Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan salah satu bidang garapan administrasi pendidikan . Adanya hungan sekolah dan masyarakat ini dimaksudkan agar proses belajar yang berlaku disekolah mengalami perubahan, dari proses belajar dengan cara menyuapi dengan bahan pelajaran yang telah dicerna oleh guru, menjadi proses belalar inovatif. Secara garis besar tujuan tentang hubungan antara sekolah dan masyarakat adalah sebagai berikut:
a)Untuk memajukan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.
b)Untuk memperkokoh tuJuan dan memaJukan kualitas penghidupan masyarakat.
c)Untuk mendorong masyarakat dalam membantu progam bantuan sekolah danmasyarakat di sekolah dan untuk meningkatan kesadaran serta femahaman masyarakat tentang pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat.
Prinsip-prinsip hubungan sekolah dan masyarakat adalah:
a)Integrity
Prinsip ini mengandung makna bahwa semua kegiatan hubungan sekolah dan masyarakat harus terpadu. Artinya informasi yang disampaikan antar keduanya harus informasi yang terpadu baik mengenai masalah akademik maupun non akademik. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan penilaian dan kepercayan antar keduanya.
b)Continuity
Prinsip ini menjelaskan bahwa hubungan ini harus dilakukan secara terus menerus, hal ini dilakukan agar masyarakat mengetahui perkembangan sekolah.
c)Simplicity
Prinsip menghendaki agar dalam proses hubungan sekolah dan masayarakat ini dapat menyederhanakan berbagai informasi yang disajikan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan karakteristik pendengar/masyarakat.
d)Coverage
Kegiatan pemberian informasi secara menyeluruh dan mencakup semua asfek, faktor atau subtansi yang perlu disampaikan dan perlu diketahui masyarakat.
e)Constructiveness
Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya konstruktif dalam arti sekolah memberikan informasi yang membangun pemahaman/pengetahuan masyarakat terhadap program pengembangan sekolah.
f)Adaptability
Program hubungan sekolah dengan masyarakat hendaknya disesuaikan dengan keadaan di dalam lingkungan masyarakat tersebut.
Hubungan kerja sama sekolah dan masyarakat itu dapat di golongkan menJadi tiga Jenis ,yaitu
a)Hubungan edukatif ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid,antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga.
b)HuBungan kultural disini ialah usaha kerJa sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan mengembangkan kebudayaanmasyarakat tempat sekolah itu berada.
c.hubungan instutisional yakni hubungan kerja sama antarasekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi lain,baik swasta maupun pemerintah.
5.Prof.Dr.Imran Manan dalam buku “Dasar-dasar Sosial Budaya Pendidikan” melukiskan hubungan yang sangat erat antara kebudayaan, pendidikan dan perobahan sosial, pembentukan keperibadian serta modernisasi dan pembangunan.
a.Uraikan dengan baik keterkaitan antara kebudayaan, pendidikan,perobahan sosial dan pembentukan kepribadian tersebut.
b.Dikaitkan dengan komponen inti ilmu pendidikan, pendidikan yang bagaimana yang bisa merekonstruksi anak bangsa Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.
Jawab:
a.Pendidikan merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan pendidikan juga merupakan salah satu sarana utama untuk mensukseskan pembangunan nasional, karena dengan pendidikan diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia berkualitas yang dibutuhkan dalam pembangunan, karena hanya dengan pendidikanlah dapat dilakukan perubahan sosial budaya, yaitu penyesuaian nilai-nilai dan sikap-sikap yang mendukung, pengembangan ilmu pengetahuan, merubah mindset, yang mendukung pembangunan dan penguasaan berbagai keterampilan dalam menggunakan teknologi maju untuk mempercepat proses pembangunan, yang dimana nantinya dengan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dan pembangunan yang maju akan menjadikan masyarakat yang lebih modern baik gaya hidup maupun pemikirannya.. Dukungan sosial diperlukan penyelarasan dan pengembangan pendidikan dengan harapan dan realita sosial. Semua hal ini memperlihatkan hubungan dan ketergantungan antara berbagai kehidupan dan berbagai institusi sosial dalam proses perubahan sosial budaya atau proses pembangunan suatu masyarakat. Pendidikan merupakan jalan untuk melahirkan generasi-generasi bangsa yang terbaik sesuai dengan tujuan sebuah bangsa, perubahan segala aspek kehidupan manusia khususnya sosial budaya dalam masyarakat dapat dilakukan melalui dengan adanya pendikan.pengembangan pendidikan yang melahirkan perubahan sosial budaya itu akan membuka pintu untuk menuju ke dunia modern, karena hanya dengan pendidikan dapat dilakukan perubahan sosial budaya, yaitu pengembangan ilmu pengetahuan, penyesuaian nilai-nilai dan sikap-sikap yang mendukung pembangunan dan penguasaan berbagai keterampilan dalam menggunakan teknologi maju untuk mempercepat proses pembangunan. Sehingga terciptanya kesejahteraan dan kemakmuran suatu bangsa.
Modernisasi adalah dampak dari perubahan social.Modernisasi didefinisikan sebagai suatu kondisi perubahan sosial dalam masyarakat dari yang sebelumnya tradisional menjadi modern.J.W Schoor mendefenisikan modernisasi sebagai penerapan pengetahuan ilmiah yang ada kepada semua aktivitas, semua bidang kehidupan atau kepada semua aspek-aspek masyarakat Ciri manusia modern menurut Dube ditentukan oleh struktur, institusi, sikap dan perubahan nilai pada pribadi, sosial dan budaya. Masyarakat modern mampu menerima dan menghasilkan inovasi baru, membangun kekuatan bersama serta meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Oleh karenanya modernisasi sangat memerlukan hubungan yang selaras antara kepribadian dan sistem sosial budaya. Sifat terpenting dari modernisasi adalah rasionalitas. Kemampuan berpikir secara rasional sangat dituntut dalam proses modernisasi. Kemampuan berpikir secara rasional menjadi sangat penting dalam menjelaskan berbagai gejala sosial yang ada. Masyarakat modern tidak mengenal lagi penjelasan yang irasional seperti yang dikenal oleh masyarakat tradisional. Rasionalitas menjadi dasar dan karakter pada hubungan antar individu dan pandangan masyarakat terhadap masa depan yang mereka idam-idamkan.
Secara umum atribut-atribut dari kepribadian orang modern itu adalah:
a)Terbuka terhadap pengalaman dan cara-cara baru.
b)Siap untuk mengalami perubahan-perubahan.
c)Sadar akan keragaman sikap dan pendapat disekitarnya.
d)Mengetahui dunia yang luas.
e) Lebih berorientasi kepada masa sekarang dan masa depan.
f)Menyukai ketarampilan-keterampilan teknis
g)Sadar dan menghargai harkat manusia.
h)Berhasrat memajukan pendidikan dan pekerjaan.
Modernisasi selain berdampak positif terhadap kepribadian juga mempunyai dampak negative bagi kepribadian seseorang. Salah satunya timbulnya sikap yang individualism dan hilangnya kepribadian bangsa. Pengaruh modernisasi ini telah membuat seseorang kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia terlebih di zaman now banyak yang mengikuti life style budaya barat dalam kehidupan sehari-hari.
b.Komponen-komponen inti pendidikan yaitu :Tujuan Pendidikan, Peserta Didik, Pendidik ,Metode Pendidikan, Isi Pendidikan / Materi Pendidikan ,Lingkungan Pendidikan dan Alat serta Fasilitas Pendidikan.
Pendidikan dapat menghasilkan generasi yang mampu bersaing dengan Negara lain di butuhkan suatu upaya antara lain:
1)Rekonstruksi pendidikan harus dilakukan guna mengubah sentralisasi pendidikan dan mengubah paradigma pendidikan nasional. Berbagai upaya dapat dilakukan dengan mengacu pada teori multiple intelligence dari Howard Gardner dan mempertimbangkan pentingnya pendidikan melalui pembiasaan, pembelajaran, dan peneladanan.
2)Rekonstruksi dana pendidikan juga perlu dilakukan dengan mencari
alternatif lain pendanaan pendidikan, tidak hanya mengharapkan dana dari
pemerintah.
3)Revitalisasi pendidikan dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas
pendidikan yang telah dimiliki oleh sekolah dan berupaya menjalin
kerjasama dengan pihak luar agar fasilitas dapat selalu diperbaharui dan
actual.
Jika upaya tersebut dilaksanakan maka kualitas pendidkan diIndonesia akan menjadi lebih baik lagi dan menghasilkan generasi yang tidak hanya pintar secara intelektual tapi juga pintar dalam hal praktek. Pendidikan yang seperti inilah yang menghasilakan generasi yang siap bersaing dikancah internasional.
6..Amy Guttmann dalam bukunya”Democratic Education” menggambarkan keterkaitan antara negara, politik dan pendidikan dan menegaskan bahwa tujuan pendidikan adalah”Conscious Social Reproduction”.
a.Apa yang dimaksud dengan Conscious Social Reproduction dan kaitanya dengan proses pembuatan kebijakan pendidikan di sekolah (kurikulum, materi ajar,tujuan pembiayaan serta akuntability).
b.Berkaitan dengan (soal no.4a) bagaimana pendidikan Indonesia masa depan sebaiknya dikelola agar responsif terhadap kebutuhan dan permasalahan masyarakat secara lokal, nasional dan internasional.
Jawab:
Yang dimaksud dengan Conscious Social Reproduction (CSR) :
adalah menumbuhkan warga yang mampu mandiri secara otonom atas aturan-demokratis di mana praktek dan otoritas dipahami sebagai sesuatu yang mana mengharuskan kita secara aktif, sadar dan setuju untuk berpartisipasi dalam sebuah demokrasi, bukan hanya menerima sebagai suatu yang alami dalam berdemokrasi Hal ini menyatakan bahwa suatu tatanan sosial bisa saja untuk mengatasi kesewenang-wenangan sendiri. Politik dunia konstruksi mencakup aspek-aspek praktek sehari-hari kita di mana kita bertanya satu sama lain apakah yang kita lakukan sehari-hari mereproduksi dunia sosial seperti yang kita berharap hal itu terjadi ketika kita berpikir tentang hal-hal seperti keadilan, kemajuan, dan masyarakat. Partisipasi dalam konstruksi dunia, misalnya, dapat menjadi 'pribadi' dibenarkan sebagai mencari nafkah atau mendukung keluarga, bisa didisiplinkan oleh kontrol sosial ideologis atau dibatasi oleh suatu etos teknokratis. Hal ini bukan apa-apa untuk berpartisipasi dalam politik pembangunan dunia yang dipertaruhkan dalam banyak perdebatan, melainkan apa yang dipertaruhkan adalah kualitas kesadaran menghadiri partisipasi tersebut, Bagi mereka yang menganggap demokrasi sebagai martabat hanya dilayani oleh suatu politik pembangunan dunia yang bertanggung jawab, yaitu, reproduksi sosial sadar [CSR], tidak satupun dari motif pribadi atau ideologi didorong cukup. Jika ada retorika karakteristik yang berhubungan dengan CSR, itu adalah bahwa transparansi sosial intersubjektif. Di sini, kesadaran diri sebagai sosial tertanam diperlukan untuk martabat politik mengetahui bahwa, apa pun resmi kami 'mandat,' kami secara faktual terlibat, baik atau buruk, dalam bagaimana dunia sosial dibangun melalui bagian kita dalam sehari-hari reproduksi. Ini harus mengikuti, kemudian, bahwa kita tepat bahwa martabat tidak hanya melalui tindakan abstrak pemungutan suara, namun melalui musyawarah politik.
Keterkaitannya dengan Kurikulum, kurikulum merupakan suatu perencanaan pendidikan yang didalamnya terdapat berbagai komponen yaitu materi ajar, tujuan yang akan dicapai.Seperti kompetensi dasar,dan standart kompetensi. Sebagai perancang pendidikan kita dapat merancang pendidikan itu dengan berbagai cara didalam kurikulum agar kelihatan menarik, indah, variatif, tidak membosankan, mendalam dan tentunya mengandung pesan moral di dalamnya. Dengan kata lain memasukkan hakekat seni didalam kurikulum.Jadi tidak terfokus hanya ke dalam kognitif semata tetapi harus mengandung unsur seni di dalamnya sebagai variasi pembelajaran. Kurikulum sekarang masih kurang menarik ,karena masih terfokus pada penguasaan materi semata.Untuk itu sebagai perencana pendidikan kita dapat memasukkan hakekat seni dalam kurikulum .Unsur estetika kita masukkan dalam kompetensi dasar. Contohnya mata pelajaran SAIN, dengan pokok bahasan Pesawat sederhana. Di sini anak anak kita tuntut bukan hanya menghafalkan jenis-jenis peswat sederhana ,tetapi kita masukkan unsur seninya seperti membuat skemanya,jadi nampak variatip. Dalam hal ini anak-anak sudah menghafal,tidak merasa bosan ,akan lebih mendalam ,lebih menarik perhatian sehingga lebih besar kemungkinannya anak –anak cepat mengerti. dengan demikian keterkaitannya dengan CSR adalah kesadaran bersama dalam menetapkan sebuah kurikulum yang relevan dengan tuntutan jaman sehingga setiap orang akan secara sadar untuk berpikir maju kearah yang lebih kondusif.
b. Dalam bidang pendidikan yang harus diperhatikan adalah peranan Guru, siswa dan materi pelajaran, agar siswa mampu bersaing kedepannya:
1)Guru
Guru sebagai fasilitator harus mampu mengikuti kemajuan tehnogi informasi sekarang ini ,sehingga lewat penguasaan tehnologi itu seorang guru dapat memfasilitasi siswa dalam belajar .Guru harus mampu mengarahkan anak ke arah penemuan atau pengembangan daya cipta anak dan bukan lagi sekedar hafalan materi.Jadi siswa diarahkan untuk mencipta. Guru mendorong /membangkitkan kreatifitas anak dalam belajar bukan lagi menyuapi anak dengan segudang materi ajar.
2)Siswa
Siswa bukan lagi menghafal materi atau pendengar tetapi harus menjadi seorang pencari ilmu ,artinya anak didik tidak lagi pasif menunggu perintah guru tetapi harus aktif dan kreatif untuk mencari ilmu itu .Dengan demikian siswa akan lebih banyak menggunakan daya nalarnya dari pada daya hafalnya (daya ingat )
3)Materi
Materi ajar harus disesuaikan dengan kemajuan zaman dan kebutuhan pasar terutama didaerah tersebut sesuai dengan otonomi daerah sekarang ini.
7. Dunia dan Indonesia sejak awal tahun 2020 dilanda oleh wabah Pandemi Covid 19. Oleh sebab itu diperlukan paradigma dan pendekatan baru pendidikan nasional yang bisa mendidik anak bangsa agar tetap cerdas dan berbudaya dimasa depan.
a.Apa pardigma dan pendekatan baru pendidikan nasional yang tetap bisa mendidik anak bangsa tetap memperolah haknya mendapatkan pendidikan yang bermutu?
b.Bagaimana pendapat saudara tentang paradigma baru pendidikkan nasional tersebut dikaitkan Kurikulum Tahun 2013 yang sedang berlaku di Indonesia.
Jawab:
a.Covid-19 telah mengubah banyak hal. Ada sekitar 404 ribu sekolah jenjang sekolah dasar hingga menengah harus tutup. Lalu ada lebih dari 51 juta peserta didik baik PAUD, SD, SMP, hingga SMA, SMK, dan SLB keluar dari ruang kelas. Tatanan kehidupan berubah dratis karena mewabahnya virusnya. Salah satu sector yang kena dampak yaitu sector pendidikan. Dimana dengan mewabahnya virus ini merubah pradigma pendidikan yang awalnaya proses pembelajran bertatap muka berubah menjadi Pandemi Covid-19 memang menuntut perubahan paradigma pembelajaran yang sangat cepat dan tidak direncanakan ke pembelajaran online - tanpa pelatihan, bandwidth tidak mencukupi, dan sangat sedikit persiapan – tentu saja akan menghasilkan pengalaman belajar siswa yang buruk. Kondisi ini tidak kondusif untuk kelanjutan pengembangan pendidikan dan pencapaian standar kompetensi minimal yang harus diraih oleh seorang siswa. Untuk itu perlu dilakukan pendekatan yang bisa meminimalisir dampak dari pembelajaran online seperti diadakan kelas khusus bagi guru atau pendidik dalam menciptakan pembelajran online yang menarik. Pendidik bisa menggunakan aplikasi google meet, zooom atu aplikasi sejenisnya yang tetap bisa memantau aktivitas siswa dari jauh selama pembelajran berlangsung.. Seperti yang disampaikan kepada dinas pendidkan Jawa Barat.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika menyatakan, ada pergeseran paradigma pendidikan pada abad 21 saat ini. Ada empat paradigma utama yang harus dikedepankan pada pendidikan saat ini, yakni informasi (tersedia di mana dan kapan saja), komputasi (lebih cepat memakai mesin), otomasi (menjangkau semua pekerjaan rutin), dan komunikasi (dari mana dan ke mana saja). Dengan mewabahnya covid 19 Lebih jauh, lanjut Kadisdik, pendekatan pendidikan saat ini diarahkan pada tercapainya penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan penguasaan nalar dalam berbahasa dan numerasi serta peningkatan karakter yang sesuai dengan pendidikan abad 21.Di antaranya, terciptanya banyak inovasi, meningkatnya peran teknologi, informasi, dan komunikasi serta dibutuhkannya penguasaan kecerdasan emosional dan spiritual. . Pendidikan sebagai suatu ekosistem utuh yang tidak lepas dari kebijakan politik, daya dukung teknologi, infrastruktur yang memadai, serta dukungan dari orangtua/masyarakat. Tanpa itu semua, pendidikan tidak dapat optimal dalam mencerdaskan anak bangsa.
b.Menurut saya pergesaran pradigma pendidikan karena wabah covid 19 telah mengubah tatanan pendidikan yang semula bertujuan menghasilkan pendidikan berkarakter berubah menghasilakan pendidikan bersifat monoton dan hanya menuntut segi kognitif saja tanpa melihat proses hanya bertujuan menampilkan hasil dan menyelesaikan materi pelajaran saja. Hal ini terjadi karena pembelajran daring tidak bisa diapantau sepenuhnya. Adakalnya pendidik hanya menyampaikan materi secara garis besar dan setelah itu memberikan tugas. Seakan daring itu hanya diskusi tentang pemberian tugas . sedikit sekali para pendidik yang menggunakan pembelajaran daring dengan forum diskusi bertatap muka seperti menggunakan google meet untuk menjelaskan materi sebelum diberikan tugas. Hal ini menyebabkan kebingungan peserta didik dan peserta didik hanya mengandalkan copy paste dari google untuk menyelesaikan tugasnya tanpa tahu apakah dia mengerti atau tidak apa yang dia buat. Hal seperti ini mengakibatkan turunya kreatifitas dan inovatif mereka dalam belajar. Hanya sekedar meniru karena tidak semua peserta didik dapat menganalisa sumber materi pelajaran dengan baik tanpa dapat penjelasan yang cukup dari pendidik mereka. Alhasil kurikulum 2013 yang berfokus pada pendidikan berkharakter dengan nilai-nilai yang diharapkan menjadi terabaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar